Secret lover # 10
Terungkap
Hati tlah mendua
Cinta tlah terbagi
Adakah kesempatan tuk kembali bersama?
Karena sebuah rahasia tlah terungkap
Anna sangat sadar kalau ada sebagian hatinya yang ingin melihat sosok Fatur lagi.Mengira kalau dirinya benar-benar gila oleh cinta yang masih terlarang untuk mereka.Membiarkan dirinya terlelap dalam buaian cinta.Melupakan novel yang sedang dibuatnya.
Wanita itu tersentak teringat novel barunya.Disaat seperti itu Anna ingin kembali menulis.Mengukir kalimat dalam sebuah kisah yang memilukan.Catatan terakhir sang primadona.
Kisah memilukan tentang perjalanan seorang gadis yang ingin menggapai cita-citanya sebagai seorang penyanyi.Tentang keluarganya yang berasal dari kalangan berada dan tidak menyetujui keinginannya itu.Keinginannya begitu kuat apalagi ketika orangtuanya berniat menjodohkan dirinya dengan seorang laki-laki yang pantas menjadi ayahnya.
Gadis itu berontak dan memilih kabur dari rumahnya.Lebih memilukan ketika seorang laki-laki yang sangat dipercaya olehnya melakukan sesuatu yang sangat bejat.Gadis itu kehilangan kegadisannya tanpa disadarinya sama sekali.Terpuruk kedalam jurang yang paling dalam.Mencoba bangkit ketika laki-laki lain muncul.Laki-laki yang berbeda.Laki-laki yang akan menemaninya sampai maut menjemput.
Sebenarnya Anna sangat iri dengan gadis yang ada didalam tulisannya.Ada seorang laki-laki yang menyayanginya sepenuh hati sampai mati.Meski banyak kisah memilukan sebelumnya.Tapi pada dasarnya tidak ada cinta sejati seperti itu.Waktu akan membutakan mereka.Cinta bukan lagi hal utama karena telah tergantikan dengan obsesi tanpa akhir.
Malam itu Anna berniat kembali kerumahnya.Meneruskan apa yang sudah dimulainya.Mengira kalau yang ada didalam ruamahnya hanya ada kesunyian yang keras kali menemaninya.Tapi dia ada disana, tepat didepan pintu.Reza, dia sudah kembali.
“Mana anak-anak?”
Anna hanya tersenyum tipis dan melewatinya tanpa sepatah katapun.Muak dengan keangkuhan Reza yang sudah mendarah daging ditubuhnya.
“Anna ! apa kamu tidak dengar? Dimana anak-anak?apa kamu sibuk mengurusi laki-laki itu daripada anak-anakmu sendiri?”
Anna berhenti.Terdiam sesaat meski hatinya dipenuhi dengan api yang siap membakarnya hidup-hidup.
“Apa kamu tidak malu dilihat semua orang seperti ini? Seperti perempuan murahan!”
Reza melemparkan sebuah majalah dan jatuh tepat dikaki Anna.Sekilas Anna melihatnya.Sudah tahu skandal itu akan tersebar sampai kehadapan Reza.Menyesal..?sayang Anna tidak merasakannya.Bahkan dia sedikit bersyukur dengan semua itu.
“Baguslah…jadi aku tidak perlu menjelaskan bagaimana rasanya bermain api dibelakang pasanganmu.Setidaknya aku bukan orang yang munafik sepertimu !”
Plakk…Anna berusaha untuk tetap sadar.Sebuah tangan melayang kepipinya.Reza telah menamparnya.
“Aku bukan orang hina sepertimu !”
Anna tersenyum tipis tanpa merasakan sakit dipipinya.Hatinya jauh lebih sakit meski tamparan Reza cukup keras.
“Bukan? Tunggulah, aku akan membawakan cermin agar kamu bisa melihat seperti apa dirimu sebenarnya…”
Setengah berlari Anna meninggalkan Reza yang kelihatan terkejut dengan apa yang sudah dilakukannya.Merasa bersalah karena kemarahan itu hanya tertuju untuk dirinya sendiri.
Anna kembali dengan kedua mata yang sudah bersimbah dengan airmata.Ditangannya sudah ada vcd yang pernah dilihatnya tempo hari.Berusaha untuk melupakannya tapi benda itu malah membuat hatinya semakin sakit.Saatnya telah tiba.Anna berusaha menahan napasnya.
“Lihatlah… kamu tahu, kamulah yang hina!Laki-laki paling bejad diseluruh dunia .”
Kali ini Anna yang melemparkan benda itu kehadapan Reza.Tapi Anna tidak ingin berada disana lebih lama lagi.Mengambil tas dan melangkah pergi tanpa mobilnya.Pergi sejauh-jauhnya dan berharap dibagian dunia lain mau menerimanya.Berlari sekencang-kencangnya menembus kegelapan.Tidak perduli beberapa pasang mata mengawasinya dari jauh.Entah apakah mereka punya pikiran buruk tentangnya.Anna benar-benar tidak perduli.
Reza menghempaskan tubuhnya disofa setelah hampir limabelas menit melihat vcd yang diberikan Anna.Merasa seperti ada batu besar menimpa kepalanya, membuatnya remuk meski sebelumnya sudah hancur.Rasa bersalah membuatnya kesulitan untuk bernapas.Mungkin sebentar lagi tidak satu hembusan napaspun yang keluar dari hidungnya.
Kehadiran Sarah memang sudah membuat perubahan didalam hidup Reza.Bukan sesuatu yang bisa dikatakan baik meski didalamnya hanya ada keindahan.Bukan juga sesuatu yang buruk karena Reza sempat menikmatinya.Keindahan yang hanya sebuah fathamorgana.Menghilang secepat dia datang.Berusaha menangkap bayangannya namun yang diraih hanya angin.
Bayangan Anna memang sudah tidak terlihat sama sekali.Reza segera bangkit setelah baru menyadari kepergiannya.Meraih hape dan menghubungi rumah ibunya Anna.Mungkin Anna sudah ada disana.Tapi yang dikiranya salah.Anna tidak pulang.Ibunya Anna sempat terdengar panic.Reza tidak tahu harus berbuat apa.Cepat meraih kunci mobil dan mencarinya.Berharap masih ada setitik harapan yang bisa membuat Anna mau memaafkannya.
Anna tidak tahu harus pergi kemana.Hampir satu jam berada didalam taksi tanpa tujuan.Membuat sopir taksi yang membawanya enggan untuk menanyakan kemana tujuannya.Sampai akhirnya Fatur muncul didalam benak Anna.Merayu Anna agar menghubunginya.Bahkan didalam pikiran Annapun laki-laki itu tidak berhenti menebar pesona.
“Tunggulah…aku akan segera kesana.Ingat jangan bergeser satu jengkalpun dari tempatmu sekarang!”teriak Fatur dari ujung telephone.
Anna memang tidak berniat kemana-mana.Lagipula pikirannya benar-benar kosong.Seperti kertas putih tanpa setetes tinta sedikitpun.Mungkin seperti itulah saat pertama kali kehilangan ingatan tentang masalalunya.Tiba-tiba semua hilang tanpa bekas.Anna masih merasa beruntung karena masih mengingat Fatur.Tidak bisa membayangkan kalau menjadi orang asing bagi dirinya sendiri.Seseorang yang tanpa ingatan sama sekali.Sampai akhirnya hidup menggelandang dijalanan.
Kekhawatiran Anna menghilang ketika melihat mobil yang dikendarai Fatur mendekatinya.Sosok laki-laki itu muncul dengan wajah yang tidak kalah cemasnya.Langsung memeluk Anna erat tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.Anna merasakan kehangatan pelukan itu.Membuatnya merasa nyaman disaat hatinya benar-benar telah hancur.
Fatur menyeka sisa airmata yang masih menggenang disudut mata Anna.Sementara Anna hanya membiarkannya saja.
“Kita kerumahku saja…setidaknya sampai pagi datang.Aku janji tidak akan melakukan hal yang macam-macam terhadapmu…”
Anna melihat ketulusan dimata laki-laki itu.Tidak ada alasan untuk mempercayainya.Apalagi saat ini Anna tidak punya siapapun disampingnya.
“Kamu tidak menanyakan apa yang membuatku menangis…apa kamu tidak ingin tahu?” tanya Anna menghilangkan penasaran yang tiba-tiba muncul dihatinya.
Fatur hanya tersenyum.Senyum yang sudah tidak asing lagi.
“Aku tidak ingin beban itu membuatmu tidak nyaman… kita bisa bicara setelah hatimu tenang atau esok pagi.Untuk sekarang ini kita harus pergi dari tempat ini…lihatlah mereka.Apa kamu tidak sadar kalau ada orang lain yang memperhatikanmu dari tadi?”
Anna menoleh kearah yang ditunjuk Fatur.Disana memang ada beberapa orang laki-laki yang sedang berkumpul.Tampang mereka lumayan seram dan Anna baru menyadarinya.
Lokasi rumah Fatur ternyata tidak begitu jauh dari rumah Anna.Hanya saja disana kelihatan agak menyeramkan dengan pepohonan yang tumbuh besar dipinggir jalan.
“Kalau siang tempat ini sangat indah dan nyaman… besok pagi kamu pasti akan melihatnya.”
Fatur melihat ekspresi Anna yang berubah begitu melewati jalan itu.Laki-laki itu menebak kalau Anna sedikit takut karenanya.
“Dibalik pepohonan itu juga ada setu yang tidak begitu besar.Tapi setiap hari libur lumayan ramai dengan para pemancing.Mungkin suatu saat kita bisa memancing disana…”
“Mungkin…” jawab Anna sedikit pesimis kalau rencana itu bisa dilakukan.Saat ini Anna tidak bisa memikirkan sesuatu yang menyenangkan.
“ Angkutan umum yang melewati jalan ini juga tidak pernah berhenti.Biasanya para pedagang yang membawa sayur mayur kepasar.Kalau kita lebih jauh lain kamu akan melihat ada perkebunan sayur disana.Sayang…kita harus berhenti disini .”
Mobil Fatur berbelok kesebuah jalan yang tidak begitu besar dan hanya muat dengan mobilnya saja.Tidak sampai lima menit mobilnya berhenti sebuah rumah kayu yang bergaya modern.
“Ini rumahmu?”
Anna memang tidak bisa melihat jelas karena gelap.Tapi dia masih bisa melihat keindahan bentuk rumah Fatur yang sangat etnik.
“Aku suka dengan semua yang berbau natural.Pemilik lamanya pindah kesumatra dan tidak ada yang mengurusnya.Jadi aku membelinya..dengan harga yang lumayan murah ,” jawab Fatur sambil membuka pintu mobil.
Seperti itulah Fatur.Anna selalu merasa tersanjung bila berada didekatnya.Semua perhatian dan perlakuan laki-laki itu akan membuat setiap wanita bertekuk lutut, begitu juga Anna.Melupakan masalah yang sedang dialaminya dan menjadi seorang wanita yang berbeda.
“Aku akan membuatkanmu teh hangat…kamu istirahat saja .”
“Baiklah…tapi aku ingin kekamar mandi dulu.Boleh tahu dimana tempatnya?”
Fatur hanya tersenyum melihat sikap Anna yang kelihatan sedikit canggung.Mungkin karena disana hanya ada mereka berdua.
“Diatas…disamping kamarku.”
Anna melemparkan senyuman sebelum beranjak pergi.Membuat hati Fatur berdebar-debar bak genderang disebuah peperangan.Menatapnya dengan tajam ketika Anna menaiki tangga satu demi satu.Ada sesuatu yang hinggap dipikirannya.Sebuah rasa takut.Takut kalau tidak bisa menahan perasaan dan melakukan kesalahan.Disana hanya ada mereka berdua.Tidak seorangpun yang tahu apa yang terjadi dirumah itu.Fatur hanya bisa menahan napas.Berharap kesalahan itu tidak dilakukannya.
Dibasuh wajahnya dengan air dingin.Anna merasakan kesegaran meski bayangan Reza masih membayanginya.Menatap lekat yang menyembul dicermin.Anna sangat tahu kalau sudah tidak muda lagi.Tanda-tanda kerutan diwajahnya sudah mulai kelihatan.Menyadari alasan mengapa suaminya berpaling kepada wanita lain.Tapi wanita itu juga tidak begitu muda.Mungkin Reza mencari sesuatu yang beda dari dirinya.Anna sudah tidak begitu memikirkannya.Semua cerita pasti ada akhirnya.Sama seperti novel yang pernah ditulisnya.Meski hampir semuanya kejadian nyata tapi cerita akhirnya hanya fiksi saja.Sampai sekarangpun Anna tidak pernah tahu bagaimana akhir cerita dari hidupnya sendiri.
Perlahan Anna menutup pintu kamar mandi.Membayangkan teh hangat yang akan disajikan Fatur untuknya.Pasti akan membuat tubuhnya menjadi hangat dan menghilangkan ketegangan disetiap urat nadinya.Namun belum lagi beranjak,mata Anna tertuju kekamar tidur Fatur.Pintu kamarnya terbuka sedikit membuatnya Anna semakin penasaran.
Tidak ada salahnya mengintip sedikit dan melihat apa yang ada didalam ruangan itu.Bila melakukannya tidak seorangpun yang akan mengecap Anna sebagai seorang penjahat.Anna hanya tersenyum sendiri menganggap dirinya sudah menjadi gila.Saat ini Anna memang sudah gila karena masalah yang sedang dihadapinya.Tapi dengan sedikit mengintip tidak akan membuatnya bertambah gila.
Anna tidak ingin lebih lama lagi berkutat dengan pikirannya yang tidak pernah selesai.Membiarkan kakinya melangkah mendekati kamar Fatur.Mendorong pintunya perlahan berharap tidak mengeluarkan suara yang bisa didengar Fatur.Wajahnya dipenuhi senyuman, membayangkan sesuatu yang indah akan muncul sebentar lagi.
Tapi wajah Anna malahan berubah pucat.Sesuatu yang indah itu tidak nampak.Yang terlihat hanya puluhan foto terpampang didinding.Jelas yang ada disana hanya foto Anna dan anak-anaknya.Tapi yang pasti Fatur sudah mengambil gambarnya dengan cara sembunyi-sembunyi seperti seorang psikopat.
Tubuh Anna bergetar kencang menyadari kalau dirinya berada ditempat yang salah.Seharusnya Anna sudah tahu kemunculan Fatur yang tiba-tiba dan sikapnya yang terlalu percaya diri.Seakan Anna mau menerimanya dan ternyata Anna sudah masuk kedalam jebakannya.Anna merasa sangat bodoh sehingga tidak bisa menebak maksud jahat laki-laki itu.Apapun alasannya mengambil foto seseorang tanpa ijin bukan sesuatu yang normal.Anna harus melakukan sesuatu sebelum semuanya menjadi terlambat.
Fatur sedikit menyesal karena harus memasak air dulu untuk membuat teh.Membuat Anna menunggu padahal dia mungkin sedang kedinginan.Tapi Anna tidak tidak muncul juga padahal hampir satu jam berlalu.Sesaat Fatur mencari apa penyebab Anna belum turun juga.Tapi kemudian tubuhnya seperti tersengat listrik.
Pintu kamarnya lupa dikunci.Fatur baru sadar kalau tadi pergi terburu-buru dan lupa menguncinya.Mungkin saja Anna mengetahui sesuatu.Sebuah rahasia.Yang mungkin sebentar lagi akan terungkap.
Yang dikiranya ternyata benar.Pintu kamarnya terbuka lebar dan Anna tidak ada dikamar mandi.Dipandanginya semua foto yang sengaja dipajang didinding.Foto yang diambilnya diam-diam.Dan Anna pasti sudah melihatnya.Secepat kilat Fatur berusaha menuruni tangga dan berlari keluar.Memanggil Anna kencang-kencang mengira kalau sudah terjadi kesalahfahaman karena foto-foto itu.Tapi yang ada hanya desir angin yang berhasil menampar wajahnya.Fatur menyesali kesalahannya.Kesalahan yang telah berulang kali dilakukan.
Anna tidak perduli dengan kegelapan yang bisa saja membawanya kedunia lain.Terus menerobos jalan kecil yang ditumbuhi ilalang dipinggirnya.Mengira kalau ilalang itu akan menjelma menjadi ratusan prajurit yang akan mengangkap dan mengulitinya hidup-hidup.Yang ditakutkan adalah kalau Fatur ada dibelakangnya.Laki-laki psikopat itu pasti akan melakukan sesuatu yang lebih buruk lagi setelah Anna mengetahuinya perbuatannya.Bisa saja dia sudah melakukannya bila tidak mengetahui rahasia yang selama ini ditutupi dengan sangat rapi.
Setelah bersusah payah melewati jalan kecil yang gelap dan becek,Anna berhasil sampai kejalan utama.Beruntung sebuah angkutan umum muncul dari kegelapan dan Anna segera menghentikannya.Para penumpang memperhatikan sikap Anna yang seperti habis dikejar-kejar.Begitu juga dengan kakinya yang dikotori lumpur karena Anna sudah mencopot sepatunya.Anna sudah tidak memperdulikan tatapan mereka.Sedikit tenang karena sudah melewati bahaya.Dan tidak seorangpun yang mengetahuinya.
Anna masih gemetar meski sudah cukup lama meninggalkan rumah Fatur.Berharap tidak bertemu dengan laki-laki itu.Anna sangat jelas melihat setiap foto yang terpampang didinding kamar Fatur.Semua adalah gambar dirinya dari berbagai tempat.Ada sebuah foto yang paling besar berada ditengah-tengah.Sebuah foto yang tidak pernah dilihatnya.Anna kelihatan masih muda meski garis wajahnya masih tetap sama.Mulai mengingat dimana foto itu dibuat.Tapi Anna tidak mengingatnya sama sekali.Kepalanya seperti tertimpa batu yang sangat besar.Terasa sakit demikian sangat setap kali mencoba memaksa untuk mengingatnya.
Nyonya Annisa sangat terkejut melihat putrinya muncul dari balik pintu.Keadaan Anna sangat mengenaskan.Belum lagi sepatah keluar dari mulutnya, Anna jatuh terjelembab diatas lantai.Wanita setengah tua itu berteriak kencang sehingga membangunkan putri bungsu dan anak-anak Anna yang tengah tertidur.Anna memang tidak bisa menahan sakit dikepalanya lagi.Belum lagi baru saja melewati malam yang sangat melelahkan jiwa dan raganya.Anna hanya ingin istirahat.
tukeran link mba..
BalasHapusmampir jg ke blog sy..
http://agungpra.blogspot.com/
Salam Pgi����
BalasHapus