Secret lover # 11
Rahasia dari masalalu
Semua rahasia sudah terkuak
Mengembalikan ingatan tentang masalalu
Kisah tentang cinta yang terlupakan
Tapi cinta itu tidak akan pernah kembali lagi
Terus menjadi bagian hati..selamanya
Anna memilih tetap berada didalam kamar meski mentari sudah beranjak tinggi.Mengintip anak-anaknya yang bermain disamping kamarnya dari balik tirai.Sebuah rasa bersalah hadir direlung kalbunya.Mungkin Anna harus mengubur apa yang dirasakannya selama ini.Demi kedua buah hatinya itu.Membiarkan suaminya mengembara jauh dan tidak ingin tahu apa yang dilakukannya ditempat lain.Tidak perduli ada wanita lain disamping suaminya itu.Tapi Anna tidak bisa melakukannya.Hatinya terlanjur sakit.Meski pernah mencoba berpindah kelain hati.Tapi tidak akan bisa membuatnya merasakan kebahagiaan.
Fatur.Bayangan laki-laki itu muncul meski sesaat.Anna memukul kepalanya berharap bayangannya hilang.Setelah mengetahui apa yang dilakukannya,Anna merasa sangat bodoh karena masih mengingat psikopat itu.Tapi ada sesuatu yang lain.Sesuatu yang muncul diluar batas kemampuan manusia biasa seperti Anna.Tanpa disadari Anna tidak akan mudah membuatnya menghilang dari hidupnya dalam sekejap.
“Kamu tidak makan sarapanmu?”
Nyonya Annisa muncul dari balik pintu dan membuat Anna sedikit terkejut.
“Belum lapar mom…” jawab Anna sambil kembali melepas pandangan kepada anak-anaknya.Kemudian Anna baru mengingat sesuatu dan membuatnya beralir kepada ibunya lagi.
“Mom..soal Fatur…”
“Sudahlah…mama mengerti.Sudah seharusnya dia muncul kembali dihatimu.Ingatan boleh saja hilang tapi soal hati tidak akan mudah menghilang meski dipaksakan.Pergilah kegudang kalau hatimu sudah tenang…disana pertanyaanmu itu akan terjawab.Reza telephone lagi….bicaralah padanya .”
Nyonya Annisa mengambil nampan berisi bubur ayam yang tidak dicolek oleh Anna sedikitpun.Mengusap kening putrinya itu sebentar kemudian melangkah pergi.
Kali ini Anna yang tidak menyangka mamanya akan bicara setenang itu.Sepertinya dia pernah mengenal Fatur dan tidak menyiratkan kemarahan sama sekali.Anna memegang kepalanya ketika rasa sakit itu datang lagi.
Bayangan gelap itu sirna sedikit demi sedikit.Anna seperti melihat sebuah video yang diputar mundur.Kemudian berhenti disebuah taman dengan danau kecil ditengahnya.Disana ada sepasang kekasih yang saling berpelukan.Kelihatannya mereka masih sangat muda.Mungkin usianya sekitar duapuluhan.Keduanya berputar sehingga wajahnya lebih kelihatan.Saat itu juga Anna terjaga.Keduanya adalah orang yang sangat dikenal Anna.Mereka adalah dirinya dan…Fatur.
Anna baru menyadari kalau Fatur adalah bagian dari masalalunya.Tapi dia tidak bisa mengerti apa maksud Fatur menyembunyikan jati dirinya.Mungkin akan lebih mudah menerima kenyataan kalau mereka pernah bersama.Namun pasti ada maksud lain.Anna yakin ada rencana buruk yang disembunyikan Fatur.Anna tidak ingin kecolongan lagi.
*****
Seperti yang dikatakan oleh mamanya.Kini Anna sudah berada didalam sebuah ruangan yang hanya ada barang-barang tua.Mencari sesuatu yang mungkin dikenalnya.Sampai akhirnya berhenti pada sebuah kotak kayu berwarna keemasan.Anna belum bisa ingat kapan pertama kali memilikinya.Yang dia tahu kotak itu tidak begitu asing lagi.
Anna sedikit batuk-batuk ketika mengusap atas kotak itu dengan tangannya.Padahal tidak begitu keras tapi debunya berhasil masuk kedalam hidungnya.Perlahan membuka tutupnya berharap apa yang ada didalam kotak itu bisa membuat ingatannya kembali.Sebenarnya mamanya sudah lama mengatakan tentang gudang itu.Tapi entah mengapa Anna tidak berani masuk kesana.Mungkin karena tidak siap mengingat apa yang selama ini menghilang dari kepalanya.
Sebuah buku diary, sebuah saputangan dan beberapa lembar foto muncul dari balik tutup kayu.Tiba-tiba Anna merasa jantungnya berdebar kencang.Sebuah bayangan berkelebat dipelupuk matanya.Bayangan yang juga ada disalah satu foto itu.Itu adalah foto Fatur!
Tangan Anna gemetar hebat.Membuat kotak kayu yang kecil itu seperti bongkahan batu disungai.Terasa sangat berat sampai akhirnya jatuh tepat dikaki Anna.Menebarkan foto yang tadi tersusun rapi.Disana ada dirinya berdua dengan Fatur disebuah taman.Berdua dengannya lagi ketika sedang makan es cream yang lewat didepan rumahnya.Berdua dengannya lagi ketika memanjat gunung.Berdua lagi..Anna tidak kuat melihatnya.Membiarkan tubuhnya terduduk lemas diatas lantai.
Beberapa menit berlalu.Anna masih menyembunyikan wajahnya diantara kedua tangan.Membiarkan airmata jatuh menetes dan membasahi lantai.Mengusir debu yang masih enggan untuk pergi.Sampai airmata itu menjadi air bah mungkin saja debu-debu itu akan menyerah.
Bayangan gelap itu perlahan sirna.Menjadi awan putih dengan pelangi disisinya.Tapi itu tidak bisa membuat Anna tenang.Kepalanya juga tidak lagi merasakan sakit setiap kali bayangan itu datang.Hal itu juga tidak membuat Anna berada diatas angin.Ada sesuatu yang ditakutkannya.Kehadiran Fatur didalam hidupnya.Entah sekarang ataupun masalalu.
Tapi tidak ada salahnya menguak masalalu yang selalu diimpikannya.Semua itu berada didalam buku kecil yang ditemukannya didalam gudang.sebuah buku dengan sampul berwarna merah muda.Bahkan buku itupun Fatur yang sudah memberikannya.
Anna sedikit mengingat saat itu.Setahun perkenalan mereka.Fatur memberikan buku itu dan berharap Anna mengisinya dengan cerita indah yang sudah mereka rasakan.Anna baru sadar dari mana kemampuan menulis yang dimilikinya.Mengingat setiap kata yang ditulisnya dengan sepenuh perasaan.Sebuah kalimat pertama yang diukirnya dilembar diary itu.
Namun buku kecil itu masih ada diatas meja yang ada disudut kamarnya.Tak disentuhnya sama sekali sementara foto-foto dan saputangan sudah diamankan didalam laci.Sebenarnya rasa takut itu hampir hilang.Namun ada kekhawatiran lain yang menyusup kerelung hatinya.Anna merasa akan terjadi sesuatu yang lebih menakutkan.Masalalu yang baru saja kembali akan menjadi duri dalam daging baginya.Mungkin karena sering menulis sesuatu yang belum terjadi, perasaan Anna menjadi lebih peka.
Tidak ada salahnya untuk membaca buku diary itu.Tentu tidak akan berubah menjadi bom waktu begitu Anna membukanya.Sebuah pikiran yang sangat bodoh.Anna bukan lagi anak kemarin sore .Tapi disaat seperti itu dia merasa kembali menjadi gadis kecil yang mempunyai banyak khayalan.
Akhir Desember ; Sebentar lagi tahun baru.Aku berharap bisa menghabiskan malam terakhir bersama Fatur.Menunggu fajar menyingsing dan mentari memberikan cahaya pertamanya.Tapi hal itu tidak akan terjadi.Sarah selalu berada diantara kami…
1 januari ; Rencanaku berantakan…. Sarah benar-benar mengutarakan cintanya kepada Fatur.Aku terlambat satu langkah!!
Entah mengapa Anna membaca bagian itu.Karena saat itulah mulai retaknya persahabatan dengan Sarah.Anna menyesal tidak mengatakan perasaannya kepada Fatur lebih dulu.Padahal Fatur selalu menyinggung tentang apa yang dirasakan terhadapnya.Saat itu Anna merasa sangat egois.Menginginkan agar Fatur juga mengetahui perasaannya.Tapi semua berjalan tidak sempurna.Ada suatu waktu Anna melihat kemesraan Fatur bersama Sarah.Membuatnya berpikir ulang tentang hatinya.Takut patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan.
Anna menutup buku itu ketika kedua anaknya muncul dari balik pintu.Menyembunyikannya baik-baik dibawah bantal.
“Mom… besok kami mau makan siang kemall sama tante rima.Boleh yach mom..” rayu sikecil sambil memeluk Anna.
“Tapi mama tidak bisa pergi sayang…mungkin lain waktu”
Terlihat wajah kecewa diwajah putri kecilnya.Anna merasa sedikit bersalah.
“Sebentar saja koq ka…aku akan menjaga mereka baik-baik.Boleh khan?” Rima muncul sambil berceloteh.Anna tidak sempat memberi kode agar Rima tidak membela mereka.Tapi adiknya itu terlanjur membuka mulutnya.
“Seharusnya kita mengambil pakaian sekolahmu dirumah…tapi mama bisa melakukannya sendiri.Baiklah…tapi ingat jangan berpencar dan selalu bersama.Mama tidak ingin ada hal buruk terjadi kepada kalian..”
Kedua anaknya itu tersenyum lega.Sebenarnya Anna tidak akan melepas mereka begitu saja.Dia berniat untuk menyusul setelah mengambil barang-barang dari rumahnya.Anna hanya tidak ingin melihat kekecewaan diwajah keduanya.Kembali kepada buku kecil yang disembunyikan dibawah bantal ketika ruangan menjadi senyap.
Awal juli ; Pesta perpisahan sekolahku.Malam ini aku memakai gaun! Sesuatu yang tidak pernah kulakukan bahkan ketika hari ulangtahunku.Setidaknya aku masih bisa memilih warna kesukaanku.Biru muda!
Juli kelabu!!! Aku menyebutnya.Sarah terang-terangan memintaku untuk menjauhi Fatur.Dia sangat mencintainya.Sarah menangis.Hampir saja bersimpuh dikakiku kalau saja aku tidak melarangnya.Aku pasrah.
Anna menutup buku kecil itu ketika ada sesuatu menggelitik hatinya.Matanya terasa panas .Seperti ada awan panas mengerayut dikelopak matanya.Anna tidak begitu ingat bagaimana pesta itu.Hanya ada dua orang berdansa yang dinobatkan menjadi raja dan ratu pesta.Mereka adalah dirinya dan Fatur.Sementara disudut ruangan Sarah menatapnya tanpa berkedip.Bahkan tidak satu aplauspun yang diberikannya untuk Anna.Sebelum pulang Sarah menemuinya.Memintanya untuk menjauhi Fatur karena mereka sudah jadian.Anna berkeras tidak akan mengganggu hubungan mereka.Tapi Sarah tidak mau dengar.Kemauannya masih tetap sama.Anna harus menjauhi Fatur!
Ternyata semuanya berjalan dengan tidak begitu mudah.Meski saat itu Anna berusaha untuk menjauh.Bahkan Anna tidak mengatakan universitas mana yang akan dimasukinya.Tapi Fatur tidak mau melepaskannya.Anna tidak mengira kalau Fatur kuliah ditempat yang sama.Entah suatu kesengajaan ataupun karena sebuah persamaan yang mereka miliki.
Sarah sangat marah begitu tahu kalau Anna kuliah ditempat yang sama dengan Fatur.Bahkan dia pindah hanya agar Anna tidak berada didekat Fatur.Anna merasa ada hal aneh dari sikap orang yang sudah lama menjadi sahabatnya itu.Sarah benar-benar berubah.Seakan fatur sudah menajadi obsesinya.Tidak membiarkan ada gadis lain yang ada didekat Fatur .Tidak juga Anna.
Selama ini Anna tidak pernah tahu perasaan Fatur sebenarnya.Mungkin itulah sebabnya Anna memilih untuk mengalah.Merasa dirinya menjadi seorang pengkhianat karena berniat merebut kekasih sahabatnya sendiri.
Akhir desember ; satu tahun yang sangat melelahkan.Aku seperti seorang buronan yang bersembunyi dari kejaran polisi.Disetiap kesempatan aku berusaha menjauhi Fatur meski bayangannya saja yang baru terlihat.Akhirnya Fatur tahu apa yang terjadi.Akhirnya dia mengatakan perasaannya terhadapku.Ternyata dia juga mencintaiku!!!
Anna menahan napas.Mencoba mengingat bagaimana perasaannya saat itu.Bahagiakah? atau yang ada hanya rasa takut.Anna hanya ingat ada airmata tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.Saputangan itu!. Anna beralih kepada kotak kecil dimana masih ada foto-foto dan sebuah saputangan.Sebuah saputangan pemberian Fatur.Sebuah perpisahan.Mungkin bisa diartikan seperti itu.
Januari ; Pengecut? Penakut?.Aku memilih untuk pergi.Malam ini aku dan Fatur berjanji untuk bertemu ditaman.Kulihat Sarah berdiri tepat didepan rumahku.Sepertinya dia tahu soal rencana kami.Tidak ada jalan lain.Aku akan mengajak Sarah menemui Fatur!
Januari ; Semalam Fatur sangat terkejut ketika melihat Sarah datang bersamaku.Dia kelihatan sangat gugup.Sementara aku berusaha untuk tetap tenang.Aku menawarkan diri untuk membeli makanan kecil dan minuman.Sarah kelihatan sangat senang sekali.Ekspresi Fatur? Aku ingat tatapan matanya.Aku tidak tega.Tapi aku harus pergi dan aku tidak akan melihat mereka lagi….
Anna membalik halaman berikutnya.Kosong sampai halaman terakhir.Kembali memejamkan matanya.Mengulur waktu dan mencoba mengingat kejadian selanjutnya.Tidak ada catatan.Ingatan Anna menjadi buram.Atau…mungkin setelahnya Anna sudah kehilangan ingatan.
*****
Malam kembali datang.Anna melihat kedua anaknya sudah tertidur pulas.Sebenarnya tadi Anna juga sempat terlelap.Tapi terjaga ketika mendengar seseorang memanggil namanya.Suara itu…suara Fatur.
Anna tidak mengerti mengapa masih memikirkan Fatur.Mendengar suaranya bahkan ketika sedang terlelap.Apakah dulu Fatur sangat berarti.Atau sampai sekarangpun sebenarnya Anna masih menyimpan rasa cinta padanya.Yang diinginkannya adalah semua kembali normal.Bukan kembali kepada masalalu dan memilih Fatur.Tapi tidak juga melupakan pengkhianatan Reza dan kembali bersamanya.Luka itu terlanjur menggores hati.Tidak akan mudah sembuh dan menjadi hati yang utuh.
Hampir jam dua malam.Anna meneguk segelas airputih untuk menghilangkan sedikit kegelisahannya.Sebelum matanya menangkap sebuah bayangan putih didalam kamar ibunya.Anna berhenti.Sudah lama dia tidak melaksanakan sholat tahajud.Sementara ibunya terus melakukan sampai sekarang.Padahal sebelum pergi Anna sempat melakukannya.
Anna jadi ingat apa yang dimintanya ketika melaksanakan sholat tahajud malam itu.Berharap sang pencipta menghapus kenangan yang menyakitkannya.Berharap dua sosok yang melukai hatinya ikut menghilang dan tidak pernah mengingatnya lagi.Kenyataannya hal yang dimintanya benar-benar terjadi.
Malam itu juga Anna pergi keJakarta.Menemui salah satu kerabat dari ayahnya.Anna meminta agar ibunya tidak mengatakan dimana tempat tinggalnya kepada siapapun.Tidak Sarah apalagi Fatur.
Pagi-pagi ketika Anna terbangun.Dia merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya.Ingatan tentang masalalu.Anna tidak perduli meski terakhir bayangan itu datang silih berganti.Membuat kepalanya terasa sangat sakit bahkan membuatnya pingsan.
“Masuklah…”
Anna baru sadar kalau ibunya sudah tahu tentang kehadirannya.Anna meletakan gelas kosong diatas meja.Melangkah pelan menuju wanita yang sangat dikasihinya.
“ Kamu tidak bisa tidur?”
Anna mengangguk.Sedikit kaku ketika ibunya menyodorkan mukena yang baru saja dipakainya.
“ Dulu kamu sering melaksanakan sholat tahajud…mama melihat sekarang kamu sedikit melupakannya bahkan sholat wajibnya juga.”
Anna mengangguk.Dia tidak akan bisa berbohong didepan ibunya sendiri.
“ Sekarang mulailah dari awal… Allah SWT akan selalu menerima hambanya yang ingin dekat dengan beliau.Keluarkanlah semua unek-unekmu.Insyaallah besok pagi hatimu lebih plong…”
Anna mengambil mukena yang disodorkan ibunya.Menyadari kalau terakhir ini melupakan kewajibannya.Semua masalah yang dihadapi sudah membuat Anna lupa menghadap sang kholik.Berharap hatinya kembali tenang dan memilih jalan terbaik dalam hidupnya.
Malam akhirnya berakhir.Anna merasa hatinya menjadi lebih fress.Yang dikatakan mamanya benar.Sholat tahajud telah membuat hatinya tenang.Rahasia masalalunya telah terungkap. Sebuah kisah dimana ada cinta dan airmata.Dimana Anna tidak berani untuk mengingat semuanya .Namun sang waktu telah membawanya kembali.Kali ini Anna tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.Tidak ada salahnya mengingat kisah masalalu meski sangat menyakitkan.Karena kenanganlah yang membuat masa depan lebih berarti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar