Entri Populer

Senin, 13 Juni 2011

Secret lover # 11
Rahasia dari masalalu



Semua rahasia sudah terkuak
Mengembalikan ingatan tentang masalalu
Kisah tentang cinta yang terlupakan
Tapi cinta itu tidak akan pernah kembali lagi
Terus menjadi bagian hati..selamanya


                        Anna memilih tetap berada didalam kamar meski mentari sudah beranjak tinggi.Mengintip anak-anaknya yang bermain disamping kamarnya dari balik tirai.Sebuah rasa bersalah hadir direlung kalbunya.Mungkin Anna harus mengubur apa yang dirasakannya selama ini.Demi kedua buah hatinya itu.Membiarkan suaminya mengembara jauh dan tidak ingin tahu apa yang dilakukannya ditempat lain.Tidak perduli ada wanita lain disamping suaminya itu.Tapi Anna tidak bisa melakukannya.Hatinya terlanjur sakit.Meski pernah mencoba berpindah kelain hati.Tapi tidak akan bisa membuatnya merasakan kebahagiaan.
                        Fatur.Bayangan laki-laki itu muncul meski sesaat.Anna memukul kepalanya berharap bayangannya hilang.Setelah mengetahui apa yang dilakukannya,Anna merasa sangat bodoh karena masih mengingat psikopat itu.Tapi ada sesuatu yang lain.Sesuatu yang muncul diluar batas kemampuan manusia biasa seperti Anna.Tanpa disadari Anna tidak akan mudah membuatnya menghilang dari hidupnya dalam sekejap.
                        “Kamu tidak makan sarapanmu?”
                        Nyonya Annisa muncul dari balik pintu dan membuat Anna sedikit terkejut.
                        “Belum lapar mom…” jawab Anna sambil kembali melepas pandangan kepada anak-anaknya.Kemudian Anna baru mengingat sesuatu dan membuatnya beralir kepada ibunya lagi.
                        “Mom..soal Fatur…”
                        “Sudahlah…mama mengerti.Sudah seharusnya dia muncul kembali dihatimu.Ingatan boleh saja hilang tapi soal hati tidak akan mudah menghilang meski dipaksakan.Pergilah kegudang kalau hatimu sudah tenang…disana pertanyaanmu itu akan terjawab.Reza telephone lagi….bicaralah padanya .”
                        Nyonya Annisa mengambil nampan berisi bubur ayam yang tidak dicolek oleh Anna sedikitpun.Mengusap kening putrinya itu sebentar kemudian melangkah pergi.
                        Kali ini Anna yang tidak menyangka mamanya akan bicara setenang itu.Sepertinya dia pernah mengenal Fatur dan tidak menyiratkan kemarahan sama sekali.Anna memegang kepalanya ketika rasa sakit itu datang lagi.
                        Bayangan gelap itu sirna sedikit demi sedikit.Anna seperti melihat sebuah video yang diputar mundur.Kemudian berhenti disebuah taman dengan danau kecil ditengahnya.Disana ada sepasang kekasih yang saling berpelukan.Kelihatannya mereka masih sangat muda.Mungkin usianya sekitar duapuluhan.Keduanya berputar sehingga wajahnya lebih kelihatan.Saat itu juga Anna terjaga.Keduanya adalah orang yang sangat dikenal Anna.Mereka adalah dirinya dan…Fatur. 
                        Anna baru menyadari kalau Fatur adalah bagian dari masalalunya.Tapi dia tidak bisa mengerti apa maksud Fatur menyembunyikan jati dirinya.Mungkin akan lebih mudah menerima kenyataan kalau mereka pernah bersama.Namun pasti ada maksud lain.Anna yakin ada rencana buruk yang disembunyikan Fatur.Anna tidak ingin kecolongan lagi.
*****
                        Seperti yang dikatakan oleh mamanya.Kini Anna sudah berada didalam sebuah ruangan yang hanya ada barang-barang tua.Mencari sesuatu yang mungkin dikenalnya.Sampai akhirnya berhenti pada sebuah kotak kayu berwarna keemasan.Anna belum bisa ingat kapan pertama kali memilikinya.Yang dia tahu kotak itu tidak begitu asing lagi.
                        Anna sedikit batuk-batuk ketika mengusap atas kotak itu dengan tangannya.Padahal tidak begitu keras tapi debunya berhasil masuk kedalam hidungnya.Perlahan membuka tutupnya berharap apa yang ada didalam kotak itu bisa membuat ingatannya kembali.Sebenarnya mamanya sudah lama mengatakan tentang gudang itu.Tapi entah mengapa Anna tidak berani masuk kesana.Mungkin karena tidak siap mengingat apa yang selama ini menghilang dari kepalanya.
                        Sebuah buku diary, sebuah saputangan dan beberapa lembar foto muncul dari balik tutup kayu.Tiba-tiba Anna merasa jantungnya berdebar kencang.Sebuah bayangan berkelebat dipelupuk matanya.Bayangan yang juga ada disalah satu foto itu.Itu adalah foto Fatur!
                        Tangan Anna gemetar hebat.Membuat kotak kayu yang kecil itu seperti bongkahan batu disungai.Terasa sangat berat sampai akhirnya jatuh tepat dikaki Anna.Menebarkan foto yang tadi tersusun rapi.Disana ada dirinya berdua dengan Fatur disebuah taman.Berdua dengannya lagi ketika sedang makan es cream yang lewat didepan rumahnya.Berdua dengannya lagi ketika memanjat gunung.Berdua lagi..Anna tidak kuat melihatnya.Membiarkan tubuhnya terduduk lemas diatas lantai.
                        Beberapa menit berlalu.Anna masih menyembunyikan wajahnya diantara kedua tangan.Membiarkan airmata jatuh menetes dan membasahi lantai.Mengusir debu yang masih enggan untuk pergi.Sampai airmata itu menjadi air bah mungkin saja debu-debu itu akan menyerah.
                        Bayangan gelap itu perlahan sirna.Menjadi awan putih dengan pelangi disisinya.Tapi itu tidak bisa membuat Anna tenang.Kepalanya juga tidak lagi merasakan sakit setiap kali bayangan itu datang.Hal itu juga tidak membuat Anna berada diatas angin.Ada sesuatu yang ditakutkannya.Kehadiran Fatur didalam hidupnya.Entah sekarang ataupun masalalu.
                        Tapi tidak ada salahnya menguak masalalu yang selalu diimpikannya.Semua itu berada didalam buku kecil yang ditemukannya didalam gudang.sebuah buku dengan sampul berwarna merah muda.Bahkan buku itupun Fatur yang sudah memberikannya.
                        Anna sedikit mengingat saat itu.Setahun perkenalan mereka.Fatur memberikan buku itu dan berharap Anna mengisinya dengan cerita indah yang sudah mereka rasakan.Anna baru sadar dari mana kemampuan menulis yang dimilikinya.Mengingat setiap kata yang ditulisnya dengan sepenuh perasaan.Sebuah kalimat pertama yang diukirnya dilembar diary itu.
                        Namun buku kecil itu masih ada diatas meja yang ada disudut kamarnya.Tak disentuhnya sama sekali sementara foto-foto dan saputangan sudah diamankan didalam laci.Sebenarnya rasa takut itu hampir hilang.Namun ada kekhawatiran lain yang menyusup kerelung hatinya.Anna merasa akan terjadi sesuatu yang lebih menakutkan.Masalalu yang baru saja kembali akan menjadi duri dalam daging baginya.Mungkin karena sering menulis sesuatu yang belum terjadi, perasaan Anna menjadi lebih peka.
                        Tidak ada salahnya untuk membaca buku diary itu.Tentu tidak akan berubah menjadi bom waktu begitu Anna membukanya.Sebuah pikiran yang sangat bodoh.Anna bukan lagi anak kemarin sore .Tapi disaat seperti itu dia merasa kembali menjadi gadis kecil yang mempunyai banyak khayalan.
                        Akhir Desember ; Sebentar lagi tahun baru.Aku berharap bisa menghabiskan malam terakhir bersama Fatur.Menunggu fajar menyingsing dan mentari memberikan cahaya pertamanya.Tapi hal itu tidak akan terjadi.Sarah selalu berada diantara kami…
                        1 januari ;  Rencanaku berantakan…. Sarah benar-benar mengutarakan  cintanya kepada Fatur.Aku terlambat satu langkah!!
                        Entah mengapa Anna membaca bagian itu.Karena saat itulah mulai retaknya persahabatan dengan Sarah.Anna menyesal tidak mengatakan perasaannya kepada Fatur lebih dulu.Padahal Fatur selalu menyinggung tentang apa yang dirasakan terhadapnya.Saat itu Anna merasa sangat egois.Menginginkan agar Fatur juga mengetahui perasaannya.Tapi semua berjalan tidak sempurna.Ada suatu waktu Anna melihat kemesraan Fatur bersama Sarah.Membuatnya berpikir ulang tentang hatinya.Takut patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan.
                        Anna menutup buku itu ketika kedua anaknya muncul dari balik pintu.Menyembunyikannya  baik-baik dibawah bantal.
                        “Mom… besok kami mau makan siang kemall sama tante rima.Boleh yach mom..” rayu sikecil sambil memeluk Anna.
                        “Tapi mama tidak bisa pergi sayang…mungkin lain waktu”
                        Terlihat wajah kecewa diwajah putri kecilnya.Anna merasa sedikit bersalah.
                        “Sebentar saja koq ka…aku akan menjaga mereka baik-baik.Boleh khan?” Rima muncul sambil berceloteh.Anna tidak sempat memberi kode agar Rima tidak membela mereka.Tapi adiknya itu terlanjur membuka mulutnya.
                        “Seharusnya kita mengambil pakaian sekolahmu dirumah…tapi mama bisa melakukannya sendiri.Baiklah…tapi ingat jangan berpencar dan selalu bersama.Mama tidak ingin ada hal buruk terjadi kepada kalian..”
                        Kedua anaknya itu tersenyum lega.Sebenarnya Anna tidak akan melepas mereka begitu saja.Dia berniat untuk menyusul setelah mengambil barang-barang dari rumahnya.Anna hanya tidak ingin melihat kekecewaan diwajah keduanya.Kembali kepada buku kecil yang disembunyikan dibawah bantal ketika ruangan menjadi senyap.
                        Awal juli ; Pesta perpisahan sekolahku.Malam ini aku memakai gaun! Sesuatu yang tidak pernah kulakukan bahkan ketika hari ulangtahunku.Setidaknya aku masih bisa memilih warna kesukaanku.Biru muda!
                        Juli kelabu!!! Aku menyebutnya.Sarah terang-terangan memintaku untuk menjauhi Fatur.Dia sangat mencintainya.Sarah menangis.Hampir saja bersimpuh dikakiku kalau saja aku tidak melarangnya.Aku pasrah.
                        Anna menutup buku kecil itu ketika ada sesuatu menggelitik hatinya.Matanya terasa panas .Seperti ada awan panas mengerayut dikelopak matanya.Anna tidak begitu ingat bagaimana pesta itu.Hanya ada dua orang berdansa yang dinobatkan menjadi raja dan ratu pesta.Mereka adalah dirinya dan Fatur.Sementara disudut ruangan Sarah menatapnya tanpa berkedip.Bahkan tidak satu aplauspun yang diberikannya untuk Anna.Sebelum pulang Sarah menemuinya.Memintanya untuk menjauhi Fatur karena mereka sudah jadian.Anna berkeras tidak akan mengganggu hubungan mereka.Tapi Sarah tidak mau dengar.Kemauannya masih tetap sama.Anna harus menjauhi Fatur!
                        Ternyata semuanya berjalan dengan tidak begitu mudah.Meski saat itu Anna berusaha untuk menjauh.Bahkan Anna tidak mengatakan universitas mana yang akan dimasukinya.Tapi Fatur tidak mau melepaskannya.Anna tidak mengira kalau Fatur kuliah ditempat yang sama.Entah suatu kesengajaan ataupun karena sebuah persamaan yang mereka miliki.
                        Sarah sangat marah begitu tahu kalau Anna kuliah ditempat yang sama dengan Fatur.Bahkan dia pindah hanya agar Anna tidak berada didekat Fatur.Anna merasa ada hal aneh dari sikap orang yang sudah lama menjadi sahabatnya itu.Sarah benar-benar berubah.Seakan fatur sudah menajadi obsesinya.Tidak membiarkan ada gadis lain yang ada didekat Fatur .Tidak juga Anna.
                        Selama ini Anna tidak pernah tahu perasaan Fatur sebenarnya.Mungkin itulah sebabnya Anna memilih untuk mengalah.Merasa dirinya menjadi seorang pengkhianat karena berniat merebut kekasih sahabatnya sendiri.
                        Akhir desember ; satu tahun yang sangat melelahkan.Aku seperti seorang buronan yang bersembunyi dari kejaran polisi.Disetiap kesempatan aku berusaha menjauhi Fatur meski bayangannya saja yang baru terlihat.Akhirnya Fatur tahu apa yang terjadi.Akhirnya dia mengatakan perasaannya terhadapku.Ternyata dia juga mencintaiku!!!
                        Anna menahan napas.Mencoba mengingat bagaimana perasaannya saat itu.Bahagiakah? atau yang ada hanya rasa takut.Anna hanya ingat ada airmata tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.Saputangan itu!. Anna beralih kepada kotak kecil dimana masih ada foto-foto dan sebuah saputangan.Sebuah saputangan pemberian Fatur.Sebuah perpisahan.Mungkin bisa diartikan seperti itu.
                        Januari ; Pengecut? Penakut?.Aku memilih untuk pergi.Malam ini aku dan Fatur berjanji untuk bertemu ditaman.Kulihat Sarah berdiri tepat didepan rumahku.Sepertinya dia tahu soal rencana kami.Tidak ada jalan lain.Aku akan mengajak Sarah menemui Fatur!
                        Januari ; Semalam Fatur sangat terkejut ketika melihat Sarah datang bersamaku.Dia kelihatan sangat gugup.Sementara aku berusaha untuk tetap tenang.Aku menawarkan diri untuk membeli makanan kecil dan minuman.Sarah kelihatan sangat senang sekali.Ekspresi Fatur? Aku ingat tatapan matanya.Aku tidak tega.Tapi aku harus pergi dan aku tidak akan melihat mereka lagi….    
                        Anna membalik halaman berikutnya.Kosong sampai halaman terakhir.Kembali memejamkan matanya.Mengulur waktu dan mencoba mengingat kejadian selanjutnya.Tidak ada catatan.Ingatan Anna menjadi buram.Atau…mungkin setelahnya Anna sudah kehilangan ingatan.
*****
                        Malam kembali datang.Anna melihat kedua anaknya sudah tertidur pulas.Sebenarnya tadi Anna juga sempat terlelap.Tapi terjaga ketika mendengar seseorang memanggil namanya.Suara itu…suara Fatur.
                        Anna tidak mengerti mengapa masih memikirkan Fatur.Mendengar suaranya bahkan ketika sedang terlelap.Apakah dulu Fatur sangat berarti.Atau sampai sekarangpun sebenarnya Anna masih menyimpan rasa cinta padanya.Yang diinginkannya adalah semua kembali normal.Bukan kembali kepada masalalu dan memilih Fatur.Tapi tidak juga melupakan pengkhianatan Reza dan kembali bersamanya.Luka itu terlanjur menggores hati.Tidak akan mudah sembuh dan menjadi hati yang utuh.
                        Hampir jam dua malam.Anna meneguk segelas airputih untuk menghilangkan sedikit kegelisahannya.Sebelum matanya menangkap sebuah bayangan putih didalam kamar ibunya.Anna berhenti.Sudah lama dia tidak melaksanakan sholat tahajud.Sementara ibunya terus melakukan sampai sekarang.Padahal sebelum pergi Anna sempat melakukannya.
                        Anna jadi ingat apa yang dimintanya ketika melaksanakan sholat tahajud malam itu.Berharap sang pencipta menghapus kenangan yang menyakitkannya.Berharap dua sosok yang melukai hatinya ikut menghilang dan tidak pernah mengingatnya lagi.Kenyataannya hal yang dimintanya benar-benar terjadi.
                        Malam itu juga Anna pergi keJakarta.Menemui salah satu kerabat dari ayahnya.Anna meminta agar ibunya tidak mengatakan dimana tempat tinggalnya kepada siapapun.Tidak Sarah apalagi Fatur.
                        Pagi-pagi ketika Anna terbangun.Dia merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya.Ingatan tentang masalalu.Anna tidak perduli meski terakhir bayangan itu datang silih berganti.Membuat kepalanya terasa sangat sakit bahkan membuatnya pingsan.
                        “Masuklah…”
                        Anna baru sadar kalau ibunya sudah tahu tentang kehadirannya.Anna meletakan gelas kosong diatas meja.Melangkah pelan menuju wanita yang sangat dikasihinya.
                        “ Kamu tidak bisa tidur?”
                        Anna mengangguk.Sedikit kaku ketika ibunya menyodorkan mukena yang baru saja dipakainya.
                        “ Dulu kamu sering melaksanakan sholat tahajud…mama melihat sekarang kamu sedikit melupakannya bahkan sholat wajibnya juga.”
                        Anna mengangguk.Dia tidak akan bisa berbohong didepan ibunya sendiri.
                        “ Sekarang mulailah dari awal… Allah SWT akan selalu menerima hambanya yang ingin dekat dengan beliau.Keluarkanlah semua unek-unekmu.Insyaallah besok pagi hatimu lebih plong…”
                        Anna mengambil mukena yang disodorkan ibunya.Menyadari kalau terakhir ini melupakan kewajibannya.Semua masalah yang dihadapi sudah membuat Anna lupa menghadap sang kholik.Berharap hatinya kembali tenang dan memilih jalan terbaik dalam hidupnya.
                        Malam akhirnya berakhir.Anna merasa hatinya menjadi lebih fress.Yang dikatakan mamanya benar.Sholat tahajud telah membuat hatinya tenang.Rahasia masalalunya telah terungkap. Sebuah kisah dimana ada cinta dan airmata.Dimana Anna tidak berani untuk mengingat semuanya .Namun sang waktu telah membawanya kembali.Kali ini Anna tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.Tidak ada salahnya mengingat kisah masalalu meski sangat menyakitkan.Karena kenanganlah yang membuat masa depan lebih berarti.

Sabtu, 04 Juni 2011


Secret lover # 10
Terungkap


Hati tlah mendua
Cinta tlah terbagi
Adakah kesempatan tuk kembali bersama?
Karena sebuah rahasia tlah terungkap


                        Anna sangat sadar kalau ada sebagian hatinya yang ingin melihat sosok Fatur lagi.Mengira kalau dirinya benar-benar gila oleh cinta yang masih terlarang untuk mereka.Membiarkan dirinya terlelap dalam buaian cinta.Melupakan novel yang sedang dibuatnya.
                        Wanita itu tersentak teringat novel barunya.Disaat seperti itu Anna ingin kembali menulis.Mengukir kalimat dalam sebuah kisah yang memilukan.Catatan terakhir sang primadona.
                         Kisah memilukan tentang perjalanan seorang gadis yang ingin menggapai cita-citanya sebagai seorang penyanyi.Tentang keluarganya yang berasal dari kalangan berada dan tidak menyetujui keinginannya itu.Keinginannya begitu kuat apalagi ketika orangtuanya berniat menjodohkan dirinya dengan seorang laki-laki yang pantas menjadi ayahnya.
                        Gadis itu berontak dan memilih kabur dari rumahnya.Lebih memilukan ketika seorang laki-laki yang sangat dipercaya olehnya melakukan sesuatu yang sangat bejat.Gadis itu kehilangan kegadisannya tanpa disadarinya sama sekali.Terpuruk kedalam jurang yang paling dalam.Mencoba bangkit ketika laki-laki lain muncul.Laki-laki yang berbeda.Laki-laki yang akan menemaninya sampai maut menjemput.
                        Sebenarnya Anna sangat iri dengan gadis yang ada didalam tulisannya.Ada seorang laki-laki yang menyayanginya sepenuh hati sampai mati.Meski banyak kisah memilukan sebelumnya.Tapi pada dasarnya tidak ada cinta sejati seperti itu.Waktu akan membutakan mereka.Cinta bukan lagi hal utama karena telah tergantikan dengan obsesi tanpa akhir.
                        Malam itu Anna berniat kembali kerumahnya.Meneruskan apa yang sudah dimulainya.Mengira kalau yang ada didalam ruamahnya hanya ada kesunyian yang keras kali menemaninya.Tapi dia ada disana, tepat didepan pintu.Reza, dia sudah kembali.
                        “Mana anak-anak?”
                        Anna hanya tersenyum tipis dan melewatinya tanpa sepatah katapun.Muak dengan keangkuhan Reza yang sudah mendarah daging ditubuhnya.
                        “Anna ! apa kamu tidak dengar? Dimana anak-anak?apa kamu sibuk mengurusi laki-laki itu daripada anak-anakmu sendiri?”
                        Anna berhenti.Terdiam sesaat meski hatinya dipenuhi dengan api yang siap membakarnya hidup-hidup.
                        “Apa kamu tidak malu dilihat semua orang seperti ini? Seperti perempuan murahan!”
                        Reza melemparkan sebuah majalah dan jatuh tepat dikaki Anna.Sekilas Anna melihatnya.Sudah tahu skandal itu akan tersebar sampai kehadapan Reza.Menyesal..?sayang Anna tidak merasakannya.Bahkan dia sedikit bersyukur dengan semua itu.
                        “Baguslah…jadi aku tidak perlu menjelaskan bagaimana rasanya bermain api dibelakang pasanganmu.Setidaknya aku bukan orang yang munafik sepertimu !”
                        Plakk…Anna berusaha untuk tetap sadar.Sebuah tangan melayang kepipinya.Reza telah menamparnya.
                        “Aku bukan orang hina sepertimu !”
                        Anna tersenyum tipis tanpa merasakan sakit dipipinya.Hatinya jauh lebih sakit meski tamparan Reza cukup keras.
                        “Bukan? Tunggulah, aku akan membawakan cermin agar kamu bisa melihat seperti apa dirimu sebenarnya…”
                        Setengah berlari Anna meninggalkan Reza yang kelihatan  terkejut dengan apa yang sudah dilakukannya.Merasa bersalah karena kemarahan itu hanya tertuju untuk dirinya sendiri.
                        Anna kembali dengan kedua mata yang sudah bersimbah dengan airmata.Ditangannya sudah ada vcd yang pernah dilihatnya tempo hari.Berusaha untuk melupakannya tapi benda itu malah membuat hatinya semakin sakit.Saatnya telah tiba.Anna berusaha menahan napasnya.
                        “Lihatlah… kamu tahu, kamulah yang hina!Laki-laki paling bejad diseluruh dunia .”
                        Kali ini Anna yang melemparkan benda itu kehadapan Reza.Tapi Anna tidak ingin berada disana lebih lama lagi.Mengambil tas dan melangkah pergi tanpa mobilnya.Pergi sejauh-jauhnya dan berharap dibagian dunia lain mau menerimanya.Berlari sekencang-kencangnya menembus kegelapan.Tidak perduli beberapa pasang mata mengawasinya dari jauh.Entah apakah mereka punya pikiran buruk tentangnya.Anna benar-benar tidak perduli.
                        Reza menghempaskan tubuhnya disofa setelah hampir limabelas menit melihat vcd yang diberikan Anna.Merasa seperti ada batu besar menimpa kepalanya, membuatnya remuk meski sebelumnya sudah hancur.Rasa bersalah membuatnya kesulitan untuk bernapas.Mungkin sebentar lagi tidak satu hembusan napaspun yang keluar dari hidungnya.
                        Kehadiran Sarah memang sudah membuat perubahan didalam hidup Reza.Bukan sesuatu yang bisa dikatakan baik meski didalamnya hanya ada keindahan.Bukan juga sesuatu yang buruk karena Reza sempat menikmatinya.Keindahan yang hanya sebuah fathamorgana.Menghilang secepat dia datang.Berusaha menangkap bayangannya namun yang diraih hanya angin.
                        Bayangan Anna memang sudah tidak terlihat sama sekali.Reza segera bangkit setelah baru menyadari kepergiannya.Meraih hape dan menghubungi rumah ibunya Anna.Mungkin Anna sudah ada disana.Tapi yang dikiranya salah.Anna tidak pulang.Ibunya Anna sempat terdengar panic.Reza tidak tahu harus berbuat apa.Cepat meraih kunci mobil dan mencarinya.Berharap masih ada setitik harapan yang bisa membuat Anna mau memaafkannya.
                        Anna tidak tahu harus pergi kemana.Hampir satu jam berada didalam taksi tanpa tujuan.Membuat sopir taksi yang membawanya enggan untuk menanyakan kemana tujuannya.Sampai akhirnya Fatur muncul didalam benak Anna.Merayu Anna agar menghubunginya.Bahkan didalam pikiran Annapun laki-laki itu tidak berhenti menebar pesona.
                        “Tunggulah…aku akan segera kesana.Ingat jangan bergeser satu jengkalpun dari tempatmu sekarang!”teriak Fatur dari ujung telephone.
                        Anna memang tidak berniat kemana-mana.Lagipula pikirannya benar-benar kosong.Seperti kertas putih tanpa setetes tinta sedikitpun.Mungkin seperti itulah saat pertama kali kehilangan ingatan tentang masalalunya.Tiba-tiba semua hilang tanpa bekas.Anna masih merasa beruntung karena masih mengingat Fatur.Tidak bisa membayangkan kalau menjadi orang asing bagi dirinya sendiri.Seseorang yang tanpa ingatan sama sekali.Sampai akhirnya hidup menggelandang dijalanan.
                        Kekhawatiran Anna menghilang ketika melihat mobil yang dikendarai Fatur mendekatinya.Sosok laki-laki itu muncul dengan wajah yang tidak kalah cemasnya.Langsung memeluk Anna erat tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.Anna merasakan kehangatan pelukan itu.Membuatnya merasa nyaman disaat hatinya benar-benar telah hancur.
                        Fatur menyeka sisa airmata yang masih menggenang disudut mata Anna.Sementara Anna hanya membiarkannya saja.
                        “Kita kerumahku saja…setidaknya sampai pagi datang.Aku janji tidak akan melakukan hal yang macam-macam terhadapmu…”
                        Anna melihat ketulusan dimata laki-laki itu.Tidak ada alasan untuk mempercayainya.Apalagi saat ini Anna tidak punya siapapun disampingnya.
                        “Kamu tidak menanyakan apa yang membuatku menangis…apa kamu tidak ingin tahu?” tanya Anna menghilangkan penasaran yang tiba-tiba muncul dihatinya.
                        Fatur hanya tersenyum.Senyum yang sudah tidak asing lagi.
                        “Aku tidak ingin beban itu membuatmu tidak nyaman… kita bisa bicara setelah hatimu tenang atau esok pagi.Untuk sekarang ini kita harus pergi dari tempat ini…lihatlah mereka.Apa kamu tidak sadar kalau ada orang lain yang memperhatikanmu dari tadi?”
                        Anna menoleh kearah yang ditunjuk Fatur.Disana memang ada beberapa orang laki-laki yang sedang berkumpul.Tampang mereka lumayan seram dan Anna  baru menyadarinya.
                        Lokasi rumah Fatur ternyata tidak begitu jauh dari rumah Anna.Hanya saja disana kelihatan agak menyeramkan dengan pepohonan yang tumbuh besar dipinggir jalan.
                        “Kalau siang tempat ini sangat indah dan nyaman… besok pagi kamu pasti akan melihatnya.”
                        Fatur melihat ekspresi Anna yang berubah begitu melewati jalan itu.Laki-laki itu menebak kalau Anna sedikit takut karenanya.
                        “Dibalik pepohonan itu juga ada setu yang tidak begitu besar.Tapi setiap hari libur lumayan ramai dengan para pemancing.Mungkin suatu saat kita bisa memancing disana…”
                        “Mungkin…” jawab Anna sedikit pesimis kalau rencana itu bisa dilakukan.Saat ini Anna tidak bisa memikirkan sesuatu yang menyenangkan.
                        “ Angkutan umum yang melewati jalan ini juga tidak pernah berhenti.Biasanya para pedagang yang membawa sayur mayur kepasar.Kalau kita lebih jauh lain kamu akan melihat ada perkebunan sayur disana.Sayang…kita harus berhenti disini .”
                        Mobil Fatur berbelok kesebuah jalan yang tidak begitu besar dan hanya muat dengan mobilnya saja.Tidak sampai lima menit mobilnya berhenti sebuah rumah kayu yang bergaya modern.
                        “Ini rumahmu?”
                        Anna memang tidak bisa melihat jelas karena gelap.Tapi dia masih bisa melihat keindahan bentuk rumah Fatur yang sangat etnik.
                        “Aku suka dengan semua yang berbau natural.Pemilik lamanya pindah kesumatra dan tidak ada yang mengurusnya.Jadi aku membelinya..dengan harga yang lumayan murah ,” jawab Fatur sambil membuka pintu mobil.
                        Seperti itulah Fatur.Anna selalu merasa tersanjung bila berada didekatnya.Semua perhatian dan perlakuan laki-laki itu akan membuat setiap wanita bertekuk lutut, begitu juga Anna.Melupakan masalah yang sedang dialaminya dan menjadi seorang wanita yang berbeda.
                        “Aku akan membuatkanmu teh hangat…kamu istirahat saja .”
                        “Baiklah…tapi aku ingin kekamar mandi dulu.Boleh tahu dimana tempatnya?”
                        Fatur hanya tersenyum melihat sikap Anna yang kelihatan sedikit canggung.Mungkin karena disana hanya ada mereka berdua.
                        “Diatas…disamping kamarku.”
                        Anna melemparkan senyuman sebelum beranjak pergi.Membuat hati Fatur berdebar-debar bak genderang disebuah peperangan.Menatapnya dengan tajam ketika Anna menaiki tangga satu demi satu.Ada sesuatu yang hinggap dipikirannya.Sebuah rasa takut.Takut kalau tidak bisa menahan perasaan dan melakukan kesalahan.Disana hanya ada mereka berdua.Tidak seorangpun yang tahu apa yang terjadi dirumah itu.Fatur hanya bisa menahan napas.Berharap kesalahan itu tidak dilakukannya.
                        Dibasuh wajahnya dengan air dingin.Anna merasakan kesegaran meski bayangan Reza masih membayanginya.Menatap lekat yang menyembul dicermin.Anna sangat tahu kalau sudah tidak muda lagi.Tanda-tanda kerutan diwajahnya sudah mulai kelihatan.Menyadari alasan mengapa suaminya berpaling kepada wanita lain.Tapi wanita itu juga tidak begitu muda.Mungkin Reza mencari sesuatu yang beda dari dirinya.Anna sudah tidak begitu memikirkannya.Semua cerita pasti ada akhirnya.Sama seperti novel yang pernah ditulisnya.Meski hampir semuanya kejadian nyata tapi cerita akhirnya hanya fiksi saja.Sampai sekarangpun Anna tidak pernah tahu bagaimana akhir cerita dari hidupnya sendiri.
                        Perlahan Anna menutup pintu kamar mandi.Membayangkan teh hangat yang akan disajikan Fatur untuknya.Pasti akan membuat tubuhnya menjadi hangat dan menghilangkan ketegangan disetiap urat nadinya.Namun belum lagi beranjak,mata Anna tertuju kekamar tidur Fatur.Pintu kamarnya terbuka sedikit membuatnya Anna semakin penasaran.
                        Tidak ada salahnya mengintip sedikit dan melihat apa yang ada didalam ruangan itu.Bila melakukannya tidak seorangpun yang akan mengecap Anna sebagai seorang penjahat.Anna hanya tersenyum sendiri menganggap dirinya sudah menjadi gila.Saat ini Anna memang sudah gila karena masalah yang sedang dihadapinya.Tapi dengan sedikit mengintip tidak akan membuatnya bertambah gila.
                        Anna tidak ingin lebih lama lagi berkutat dengan pikirannya yang tidak pernah selesai.Membiarkan kakinya melangkah mendekati kamar Fatur.Mendorong pintunya perlahan berharap tidak mengeluarkan suara yang bisa didengar Fatur.Wajahnya dipenuhi senyuman, membayangkan sesuatu yang indah akan muncul sebentar lagi.
                        Tapi wajah Anna malahan berubah pucat.Sesuatu yang indah itu tidak nampak.Yang terlihat hanya puluhan foto terpampang didinding.Jelas yang ada disana hanya foto Anna dan anak-anaknya.Tapi yang pasti Fatur sudah mengambil gambarnya dengan cara sembunyi-sembunyi seperti seorang psikopat.
                        Tubuh Anna bergetar kencang menyadari kalau dirinya berada ditempat yang salah.Seharusnya Anna sudah tahu kemunculan Fatur yang tiba-tiba dan sikapnya yang terlalu percaya diri.Seakan Anna mau menerimanya dan ternyata Anna sudah masuk kedalam jebakannya.Anna merasa sangat bodoh sehingga tidak bisa menebak maksud jahat laki-laki itu.Apapun alasannya mengambil foto seseorang tanpa ijin bukan sesuatu yang normal.Anna harus melakukan sesuatu sebelum semuanya menjadi terlambat.
                        Fatur sedikit menyesal karena harus memasak air dulu untuk membuat teh.Membuat Anna menunggu padahal dia mungkin sedang kedinginan.Tapi Anna tidak tidak muncul juga padahal hampir satu jam berlalu.Sesaat Fatur mencari apa penyebab Anna belum turun juga.Tapi kemudian tubuhnya seperti tersengat listrik.
                        Pintu kamarnya lupa dikunci.Fatur baru sadar kalau tadi pergi terburu-buru dan lupa menguncinya.Mungkin saja Anna mengetahui sesuatu.Sebuah rahasia.Yang mungkin sebentar lagi akan terungkap.
                        Yang dikiranya ternyata benar.Pintu kamarnya terbuka lebar dan Anna tidak ada dikamar mandi.Dipandanginya semua foto yang sengaja dipajang didinding.Foto yang diambilnya diam-diam.Dan Anna pasti sudah melihatnya.Secepat kilat Fatur berusaha menuruni tangga dan berlari keluar.Memanggil Anna kencang-kencang mengira kalau sudah terjadi kesalahfahaman karena foto-foto itu.Tapi yang ada hanya desir angin yang berhasil menampar wajahnya.Fatur menyesali kesalahannya.Kesalahan yang  telah berulang kali dilakukan.
                        Anna tidak perduli dengan kegelapan yang bisa saja membawanya kedunia lain.Terus menerobos jalan kecil yang ditumbuhi ilalang dipinggirnya.Mengira kalau ilalang itu akan menjelma menjadi ratusan prajurit yang akan mengangkap dan mengulitinya hidup-hidup.Yang ditakutkan adalah kalau Fatur ada dibelakangnya.Laki-laki psikopat itu pasti akan melakukan sesuatu yang lebih buruk lagi setelah Anna mengetahuinya perbuatannya.Bisa saja dia sudah melakukannya bila tidak mengetahui rahasia yang selama ini ditutupi dengan sangat rapi.
                       Setelah bersusah payah melewati jalan kecil yang gelap dan becek,Anna berhasil sampai kejalan utama.Beruntung sebuah angkutan umum muncul dari kegelapan dan Anna segera menghentikannya.Para penumpang memperhatikan sikap Anna yang seperti habis dikejar-kejar.Begitu juga dengan kakinya yang dikotori lumpur karena Anna sudah mencopot sepatunya.Anna sudah tidak memperdulikan tatapan mereka.Sedikit tenang karena sudah melewati bahaya.Dan tidak seorangpun yang mengetahuinya.
                      Anna masih gemetar meski sudah cukup lama meninggalkan rumah Fatur.Berharap tidak bertemu dengan laki-laki itu.Anna sangat jelas melihat setiap foto yang terpampang didinding kamar Fatur.Semua adalah gambar dirinya dari berbagai tempat.Ada sebuah foto yang paling besar berada ditengah-tengah.Sebuah foto yang tidak pernah dilihatnya.Anna kelihatan masih muda meski garis wajahnya masih tetap sama.Mulai mengingat dimana foto itu dibuat.Tapi Anna tidak mengingatnya sama sekali.Kepalanya seperti tertimpa batu yang sangat besar.Terasa sakit demikian sangat setap kali mencoba memaksa untuk mengingatnya.
                        Nyonya Annisa sangat terkejut melihat putrinya muncul dari balik pintu.Keadaan Anna sangat mengenaskan.Belum lagi sepatah keluar dari mulutnya, Anna jatuh terjelembab diatas lantai.Wanita setengah tua itu berteriak kencang sehingga membangunkan putri bungsu dan anak-anak Anna yang tengah tertidur.Anna memang tidak bisa menahan sakit dikepalanya lagi.Belum lagi baru saja melewati malam yang sangat melelahkan jiwa dan raganya.Anna hanya ingin istirahat.

Rabu, 01 Juni 2011


Secret lover #9
Scandal



Cinta itu telah datang…
Entah sebuah keajaiban atau fathamorgana
Mengiringi sebuah skandal yang pasti akan banyak dilihat orang
Tidak ada yang perduli
Terlanjur terlena dan tenggelam didalamnya



                        Anna sudah tahu kalau sesuatu yang besar akan terjadi.Dia sudah memikirkannya baik-baik dan tidak bisa menghindar.Berusaha bersikap jantan dan menghadapi akibat yang bisa saja terjadi.
                        Maminya menyodorkan sebuah majalah bergambar dirinya dihalaman paling depan.Wajahnya kelihatan sangat pucat.Anna sudah siap tapi orang yang berada didekatnya belum tahu apa yang baru saja Anna lakukan.Termasuk ibunya.
                        “Apa yang terjadi? Mami benar-benar tidak mengerti…itulah sebabnya mengapa kamu dan anak-anak sering menginap disini?apa karena laki-laki ini ?”
                        “Fatur tidak ada hubungannya dengan semua ini…dia hanya berada ditempat yang bukan seharusnya.Menjadi kambing hitam…tapi dia juga tidak bisa dibandingkan dengan hal itu…”
                        “Fatur….”
                        Desah wanita setengah baya itu sambil duduk dikursi yang ada didekatnya.Tubuhnya terasa lemas apalagi mendengar nama Fatur yang diucapkan Anna barusan.
                        “Apa dia juga yang mengantarkanmu pulang beberapa hari yang lalu?”
                        Anna mengangguk pelan.Berusaha senormal mungkin.
                        “Badut yang ada diacara peluncuran buku Anna waktu itu juga dia…”
                        Tubuh maminya Anna semakin gemetar.Sepertinya ada sesuatu yang membuatnya syok.Tidak seorangpun ibu yang bisa tenang melihat putrinya sedang bersama dengan laki-laki lain selain suaminya.
                        “Reza…apakah sudah tahu ?”
                        “Dia sibuk mam…sibuk melayani wanita lain.”
                        “Anna…”
                        Anna mendongak dan melihat kecemasan diwajah maminya yang kelihatan sudah mulai tua.Ada sedikit rasa bersalah tapi Anna sudah yakin dengan jalan yang akan ditempuhnya.
                        “Mam…biarkan Anna menyelesaikan masalah ini.Anna tidak mau terkungkung dalam penjara yang penuh dengan penderitaan.Anna ingin hidup anak-anak tidak seperti yang Anna rasakan.Mami lihat bagaimana mereka terakhir ini?Fatur sudah mengambil hati mereka dan menyayangi mereka lebih dari ayahnya sendiri…”
                        “Tapi Fatur…apakah kamu tidak melihat hal yang aneh dengannya?berapalama kalian bertemu? Apakah semudah itu masuk kedalam hidupmu dan anak-anakmu…apakah dia tidak punya maksud jahat sama sekali?”
                        Anna terdiam.Yang dikuatirkan ibunya bukan hanya masalah rumah tangganya yang berantakan.Tapi kehadiran Fatur yang memang sedikit istimewa.
                        “Tidak…Anna tidak pernah memikirkannya.Fatur adalah laki-laki yang baik.Kami memang belum lama kenal tapi Anna merasa sudah mengenalnya cukup lama sehingga mau mempercayainya.Lagipula anak-anak juga suka padanya.Hari ini kami akan pergi bersama…mami bisa saja ikut kalau mau dan mengenalnya dengan lebih baik.”
                        “Anna…bukan seperti itu sayang…seandainya kamu tahu…”
                        Anna mencium kening ibunya sebelum pergi menuju kamar anak-anaknya.Hari ini mereka akan pergi liburan bersama Fatur.Tidak ada lagi keraguan dihati Anna.Tidak perduli cacian yang akan diterimanya dari penggemar ataupun orang lain.Anna hanya ingin bahagia.Tak seorangpun yang bisa mengubah pendiriannya.Tak seorangpun.
                        Maminya Anna hanya melepaskan napas panjang melepaskan kepergian putrinya itu.Bahkan ketika Fatur muncul dan sikapnya tidak mencurigakan sama sekali.Wanita setengah baya itu yakin ada sesuatu yang sedang direncanakan laki-laki itu.Tapi kekerasan hati Anna tidak bisa membuatnya berubah.Hanya berharap tidak terjadi hal buruk terhadap putri dan cucu-cucunya.
                        “Apakah mamimu tidak mau ikut bersama kita ?”
                        Anna menggeleng pelan.
                        “Yang penting anak-anak ikut…aku harap tempat yang kamu ceritakan itu akan membuat mereka senang.Sudah lama mereka tidak pergi liburan…apalagi keluarkota .”
                        Fatur tersenyum.Setidaknya orang-orang yang diharapkannya sudah ada disampingnya.Meski sedikit menyesal karena maminya Anna tidak jadi ikut padahal ada sesuatu yang ingin dibicarakan dengannya.
                        Anak-anak kelihatan sangat senang dan tidak berhenti berceloteh disepanjang jalan.Untuk menghilangkan kejenuhan Fatur memasang tape mobilnya dan ikut bernyanyi.Suaranya lumayan bagus sehingga anak-anak mengikutinya.Sangat menyenangkan meski baru beberapa menit berlalu.Anna tidak berhenti tersenyum.Seakan berada didalam cerita novel yang ditulisnya sendiri.Cerita bahagia dengan suami dan anak-anak yang sangat menyanyanginya.Suami…suami yang terlena dipelukan wanita lain.
                        Anna mendesah.Membuang pandangannya keluar jendela.Meninggalkan keluh kesah disetiap jalan yang dilaluinya.Anna mungkin seorang wanita yang tegar.Tapi kenyataan membuatnya menjadi lemah.Mencoba membangun kembali semangatnya namun bayangan itu selalu menempel dibenaknya.
                        Fatur sedikit cemas melihat sikap Anna yang tiba-tiba berubah.Dia sudah melihat gambar mereka disebuah majalah.Saat itu Anna kelihatan sangat senang seakan tidak ada masalah sedikitpun.Tapi disaat yang lain awan hitam menyelubungi matanya.Membuatnya berkaca-kaca dan sebutir airmata menggenang disudutnya.
                        “Maafkan aku…”
                        Fatur mendekati Anna yang memilih duduk ditepi pantai.Sementara anak-anaknya tengah bermain pasir dan Fatur menemani mereka.
                        “Kenapa begitu…apa yang harus dimaafkan?”
                        “Kehadiranku…seperinya malah menambah masalahmu.Soal kejadian kemarin..sebuah scandal yang seharus tidak terjad.”
                        Anna mendongak.Setiap apapun yang terjadi Anna tidak pernah menyesalinya.Begitu juga dengan kehadiran Fatur yang bahkan membuat suasana hatinya sedikit berwarna.
                        “Scandal…aku sudah tidak perduli orang lain berkata apa tentang diriku.Kenyataannya mereka tidak tahu yang aku rasakan…”
                        “Suamimu pasti marah sekali…”
                        “Pulang saja tidak…dia sudah betah diBandung.Mungkin sedang bersama wanita itu…”
                        Mata Anna sedikit berkaca-kaca.Berusaha agar tidak menangis didepan Fatur terlebih ada anak-anaknya disana.
                        “Aku tidak tahu kalau…”
                        “Mungkin memang tidak ada yang namanya cinta sejati….semua kata-kata manis itu hanyalah fathamorgana yang akan terkikis oleh waktu.Aku berusaha tidak menyalahkan siapapun…bahkan mungkin akulah yang menyebabkan semua itu terjadi.”
                        “Jangan katakan itu…akan selalu ada cinta sejati disetiap hati insan yang benar-benar merasakan cinta.Cinta sejati tidak akan luntur meski dipisahkan ruang dan waktu.Mungkin akan ada kesedihan dan airmata tapi percayalah suatu saat kita akan menemukan cinta sejati itu.”
                        Anna hanya tersenyum tipis tanpa mengalihkan pandangan kearah anak-anaknya.Hanya mereka yang bisa mengobati hatinya yang terlanjur terluka.Cinta sejati itu memang ada tapi hanya antara ibu dan anak-anaknya.Cinta yang tidak akan pupus ditelan waktu yang memisahkan mereka.
                        “Aku memang sudah menemukan cinta sejati itu…lihatlah.Cinta merekalah yang membuatku terus hidup…”
                        Fatur menoleh kearah yang ditunjukan Anna.Kedua anak-anaknya ada disana.Bergelut dengan canda dan tawa.Hanya saja mereka tidak tahu kalau hati ibunya kini sedang menangis.Fatur berharap bisa mengobati luka itu.Tapi tangannya tidak mampu menjangkau dalamnya hati Anna yang dilapisi dinding tebal.
                        “Baiklah…semua kesedihan ini harus diakhiri.Sekarang saatnya bersuka ria…”
                        Fatur menarik tangan Anna dan menggendongnya menuju kepantai.Anna berteriak kencang dan berusaha untuk melepaskan diri.Tapi Fatur tak akan membiarkannya terlarut dalam kesedihan lagi.Terus memeluknya erat tanpa berniat untuk melepaskannya.Membawanya ketengah laut dan baru melemparkannya keair.Sedangkan kedua anak Anna bukannya menolongnya tapi malahan menyurakinya.
                        Sesaat tubuh Anna tenggelam didasar air.Samar Anna melihat sesuatu dihadapannya.Sebuah bayangan.Dirinya berada didalam air.Melihat dasar laut yang sangat indah dengan batu karang dan ikan-ikan kecil yang mengelilingi tubuhnya.Ada seseorang mendekatinya.Semakin dekat wajahnya semakin terlihat jelas.Bayangan seorang laki-laki.Dia adalah Fatur.                       
                        “Om…ada yang harus kami katakana.Mama..mama tidak bisa berenang.”
                        Fatur merasa ada sebuah petir yang menyambar tubuhnya.Pantas saja tubuh Anna tidak terlihat lagi.Dia sama sekali tidak tahu kalau Anna tidak bisa berenang.Dan apa yang dilakukan Fatur barusan hampir membuatnya mati.
                        Laki-laki itu langsung menceburkan dirinya kedalam air dan mencari Anna yang hampir tidak bisa bernapas.Tubuhnya tenggelam hampir kedasar laut.Samar Anna melihat bayangan Fatur tidak jauh darinya.Laki-laki itu tidak segera membawanya keatas tapi malah memberinya isyarat untuk menggerakan tangan dan kakinya.
                        Anna benar-benar berada didalam situasi yang sangat menegangkan dalam hidupnya.Seperti berada didasar jurang yang sangat dalam dan berusaha untuk mencari akar yang bisa menarik tubuhnya.
                        Mungkin sebentar lagi nyawa Anna akan melayang sementara Fatur tidak juga menolongnya.Dia terus memberi isyarat agar Anna terus bergerak.Tanpa sadar Anna mulai mengikuti apa yang dilakukan Fatur.Menggerakan tangan dan kakinya sehingga tubuhnya mulai terangkat sedikit demi sedikit.
                        Fatur mengangkat jempolnya.Seakan memberikan semangat kepada Anna agar tidak berhenti.Sampai akhirnya Anna sampai kepermukaan Air dan menghirup udara segar dari hidungnya.Fatur memeluk tubuh Anna dan segera membawanya kebibir pantai.Anna memang sudah sangat lemas tapi dia baru saja melalui kejadian yang sangat luar biasa dalam hidupnya.Sesuatu yang membuat semangatnya tumbuh dan keluar dari jarring kesedihan yang hampir saja menenggelamkannya.
                        “Kenapa kamu tidak menolongku didalam air tadi…?”
                        Anna masih terengah-engah.Tapi rasa ingin tahunya tidak bisa ditahan.Anna sangat tahu kalau dia tidak bisa berenang.Semangat yang diberikan fatur tidak akan membuatnya bisa berenang dalam sekejap.Sepertinya dia sangat tahu kalau Anna bisa melakukannya.
                        Fatur hanya tersenyum sambil menyodorkan handuk kepada Anna.Anna mulai bosan dengan senyuman itu tapi tidak bisa membuatnya untuk berpaling.Terkadang Anna merasa sangat merindukannya.
                        “Aku hanya tidak percaya kalau kamu tidak bisa berenang…”
                        “Bagaimana kalau memang aku tidak bisa berenang? Selama ini aku selalu menjauhi laut bukan karena tidak ingin basah tapi karena alasan yang sangat jelas.”
                        “Aku rasa ada alasan lain…mungkin kamu takut teringat masalalumu.Aku mulai mengerti kalau sebenarnya masalalumu itu masih sangat jelas tersimpan dipikiranmu.Hanya saja kamu sendiri yang sudah menguncinya…”
                        Anna menatap Fatur lekat.Perkataannya seperti seorang dokter yang sangat jauh penyakit yang sedang dideritanya.Hanya saja Anna tidak merasakan alasan yang tepat kenapa harus mengunci memori pikirannya sendiri.
                        “Kamu salah…”
                        “Tidak…aku sangat benar.Sudahlah..hari sudah menjelang senja.Sebaiknya kita istirahat dulu divilla…nanti kita ketemu lagi saat makan malam.Ayo anak-anak…bawalah mamamu.Atau dia akan menceburkan dirinya kelaut lagi dan mengharapkan pertolonganku…”
                        Anna sedikit kesal dengan perkataan Fatur yang sudah merendahkannya.Tapi bukan saatnya untuk berdebat.Setidaknya apa yang dilakukan laki-laki itu ada benarnya.Sekarang Anna merasakan sebuah kekuatan yang lebih besar mengisi jiwanya.Sebuah kekuatan yang membuatnya lebih keras kerjuang untuk meraih impiannya.
                        Malam kian larut.Kedua anak Anna sudah tertidur karena kelelahan.Hanya saja Anna yang sama sekali tidak bisa memejamkan matanya.Bayangan ketika berada didasar laut mengganggu pikirannya.Bayangan fatur dan dirinya.Tapi Fatur kelihatan lebih muda meski senyuman itu masih tetap sama.
                        “Malam yang cerah khan?sayang untuk dilewati…”                  
                        Anna tersentak kaget mendengar suara fatur .Mengira dirinya hanya sendirian dan berharap sang rembulan yang menemaninya menghabiskan malam.
                        Fatur berdiri disana dengan tegap.Memandangi langit yang dipenuhi bintang-bintang.Wajahnya bercahaya dibawah rembulan yang bersinar terang.Anna merasakan dadanya berderup kencang.Membuat tubuhnya sedikit gemetar dengan langkah yang terseret.
                        “Ada apa ? bukanlah kamu kesini karena mencariku ?”
                        Anna menghentikan langkahnya.Kebiasaan Fatur muncul lagi.Terlalu percaya diri seakan Anna sangat tergila-gila padanya.
                        “Tunggu….”
                        Fatur meraih tangannya ketika Anna berniat untuk pergi.Saat itu Anna hanya membiarkannya tanpa merasa marah sedikitpun.Hanya ada debar jantung yang berdetak lebih cepat.
                        “Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini terbuang percuma.Aku selalu bermimpi berada dibawah rembulan yang bersinar terang bersama dengan seorang gadis yang sangat aku cintai.Aku rasa saat ini waktu yang tepat untuk mengungkapkan isi hatiku.Aku…walau sudah banyak yang  terjadi tapi sejujurnya aku…aku rasa aku sudah jatuh cinta padamu..”
                        Anna terpaku tak bergeming.Angin laut berusaha menyadarkannya tapi Anna masih berdiri seperti patung.Tidak menyangka kata-kata itu keluar dari seorang laki-laki yang belum lama dikenalnya.Seorang laki-laki yang bukan suaminya.
                        “Aku…tidak secepat ini.Aku butuh waktu lebih banyak lagi…”
                        “Tidak apa-apa…aku akan selalu menunggumu.Aku sangat tahu apa yang sedang aku rasakan saat ini.Aku tidak bisa membohongi hatiku sendiri..aku benar-benar sudah jatuh cinta padamu.Aku harap kamu mau mempercayaiku…”
                        Anna mendesah dan berusaha melepaskan genggaman tangan Fatur.Tapi laki-laki itu malah semakin erat menggenggamnya.Menariknya kedalam pelukan dan merasakan detak jantungnya yang berdebar semakin cepat.Anna hanya diam saja dan tidak berusaha untuk meronta.Merasakan kehangatan menjalar keseluruh tubuhnya.Merasakan sebuah ciuman yang tiba-tiba sudah mendarat dibibirnya.Membuat Anna tersentak dan berusaha untuk sadar.Anna sudah melakukan sebuah kesalahan dan tidak mampu untuk memperlihatkan wajahnya.
                        Fatur hanya diam saja ketika bayangan Anna berlari meninggalkannya.Dia tidak tahu mengapa ciuman itu harus terjadi.Semua mengalir apa adanya.Laki-laki itu hanya menatap rembulan yang tidak melakukan apapun ketika hal itu terjadi.Apa yang dibayangkannya memang sudah menjadi nyata.Tapi ada yang dirisaukan Fatur.Anna tidak mengatakan apapun.Berharap masih bisa melihat wajah lembutnya esok pagi.
                        Tapi yang muncul hanya kebisuan.Disepanjang perjalanan pulang tidak sepatah katapun keluar dari mulut Anna.Wajahnya tanpa ekspresi meski kedua matanya sedikit bengkak.Semalaman Anna memang sudah menangis meski hanya dibawah bantal.Merasa berada dipersimpangan dan tidak tahu harus memilih jalan yang mana.Merasa menjadi pengkhianat yang paling kejam bagi kedua anak dan perkawinannya.Sementara ada bagian lain yang tumbuh semakin besar.Terus berkembang dan membuatnya sedikit takut.
                        Fatur langsung pergi begitu Anna dan anak-anaknya turun dari mobil.Sebenarnya dia ingin lebih lama lagi berada ditengah mereka.Tapi ada sesuatu yang terjadi dan Anna kelihatan belum siap menerimanya.Fatur hanya butuh waktu sedikit lagi dan tidak ingin kehilangan kebahagiaannya.Sedikit risau jika Anna berubah pikiran setelah ciuman itu.Namun Fatur sangat yakin semua akan berbeda jika mereka bertemu lagi.
                        Anak-anak sudah terlelap setelah kelelahan bermain.Anna sendiri tidak bisa memejamkan matanya.Apa yang sudah terjadi diantara dirinya dengan Fatur tidak bisa terhapus begitu saja.Hatinya menolak mengingat semua itu tapi sebagian merasakan sebuah kenikmatan.Anna tidak bisa berpaling begitu saja karena cepat atau lambat pasti akan terjadi.Fatur memang seorang laki-laki yang special.Kehadirannya tidak pernah terpikirkan sedikitpun oleh Anna.Selama ini Anna berusaha untuk tetap setia sementara hatinya semakin rapuh.Tidak salah karena mencintai laki-laki lain selain suaminya sendiri.Semua wanita juga merasakannya.Tapi Anna merasa ada yang salah dengan hal itu.Namun Anna masih berusaha untuk menutupi perasaannya.Sementara ada pertentangan didalam batinnya dan membuatnya berada dipinggir jurang yang siap melemparkannya kedasar yang paling dalam.
                        Malam semakin larut.Anna berdiri didepan fhoto keluarganya yang ada disudut ruang keluarga.Saat fhoto itu dibuat Anna belum menikah dan ayahnya masih kelihatan sehat.pigur seorang laki-laki yang paling gagah diantara wanita-wanita cantik.
                        Anna tersenyum.Kemudian mendesah panjang.Teringat ketika ekonomi keluarga mereka baru menanjak.Ada peristiwa yang tiba-tiba muncul didalam ingatannya.Seperti mata air ditengah padang yang tandus hanya saja yang keluar adalah airmata.Airmata ibunya.
                        “Ada apa Anna? Kenapa belum tidur?”
                        Anna berjingkat kaget.Sosok sang ibu sudah ada disampingnya.
                        “Tidak…tidak ada apa-apa mom.Aku hanya ingin mengambil air minum.Rasanya tengorokanku jadi sangat kering…”
                        Sang ibu hanya tersenyum tipis.Sifat Anna tidak pernah berubah bila sudah berada didepannya.Seperti anak remaja yang menyembunyikan kekasih dihadapan ibunya.Nyonya Anissa tidak pernah lupa saat itu.Tapi Anna tidak pernah mengingatnya sama sekali.
                        “Mom…aku ingat sesuatu.Waktu itu papi pernah melakukan kesalahan…sebelum Kirana lahir.Maafkan aku kalau mengungkitnya lagi.Tapi mungkin situasinya hampir sama seperti yang terjadi padaku.Maksudku…bagaimana bisa Mami memaafkan seseorang yang sudah berpaling kelain hati?”
                        Anna merasa tidak enak karena menanyakan sesuatu yang dulu pernah membuat hati ibunya sakit.Tapi Anna harus melakukannya.Sementara Nyonya Annisa bisa mengerti dengan keinginan putrinya itu.
                        Wanita setengah baya itu menyentuh ujung figur lembut.Menatap lekat gambar sosok suaminya yang pergi lebih dulu menghadap yang maha kuasa.Menyatukan beberapa kenangan yang dulu enggan diingatnya.Hanya saja kenangan itu kini akan berguna untuk putrinya sendiri.
                        “Apa yang bilang apa yang terjadi dengan kita akan terjadi pula dengan keturunan kita.Untuk itulah mami terus bertahan.Bukan karena takut hidup sendirian tapi untuk kamu.Mami tidak ingin kamu mengikuti jejak mami bila kami berpisah.Mami hanya yakin papimu akan kembali suatu saat nanti.Kamu ingat cerita selanjutnya…Papimu kembali, dan mami menerimanya dengan sejuta maaf.”
                        “Sayang…Anna tidak punya hati setegar mami.Mungkin Anna harus berhenti sekarang mom…”
                        Hati memang tidak bisa dipaksakan.Sekarang tidak bisa disamakan dengan jaman dulu.Sekarang banyak istri yang lebih mandiri tanpa mengandalkan suami.Mungkin itulah sebabnya mengapa wanita sekarang bisa memberontak bila disakiti oleh suaminya.Nyonya Anna juga tidak bisa menyuruh Anna untuk tetap bertahan.Karena dia sangat tahu bagaimana rasanya kesepian.
                        “Kalau kamu ingin tinggal lama disini, mami tidak akan melarang.Tapi luangkan sedikit waktu untuk melihat barang-barangmu ketika remaja.Semuanya ada digudang belakang.Mami tidak membuangnya karena suatu saat akan berguna untukmu…”
                        Nyonya Annisa mencium kening putrinya itu sebelum melangkah pergi.Anna sendiri masih berdiri tak bergeming ditempatnya semula.Mengingat perkataan maminya barusan.Barang-barangnya ketika masih remaja masih ada.Dulu Anna sangat takut melihatnya tapi juga tidak ingin membuangnya.Mungkin saja semua barang-barang itu akan membuat ingatannya kembali.Itulah hal yang paling ditakutkannya.