Entri Populer

Sabtu, 17 Desember 2011

NOVEL " SECRET LOVER"

Secret lover # 12
Penculikan


Ada yang kembali
Ada juga yang hilang
Tidak ada yang menyenangkan
Karena semuanya hanya mendatangkan kesedihan



                         Perjalanan menuju rumah Anna seperti lorong menuju ujung waktu.Mencari setitik cahaya yang bersembunyi didalam kegelapan.Kembalinya ingatan tentang masalalu tidak membuat Anna tenang.Bahkan dirinya merasa seperti dikejar oleh sesuatu yang tak tampak oleh mata.Terkadang berpikir kalau Fatur tidak akan membiarkan dirinya pergi begitu saja.Mengira kalau dia membuntutinya dibelakang.Anna menoleh.Tidak puas melihat kaca spion mobil.Tapi jalan dibelakangnya sepi.
                        Digarasi sudah terparkir mobil yang dipakai Reza.Anna menahan napas berusaha mengumpulkan semua kekuatan agar bisa mengendalikan hatinya.Berusaha mengubur amarah yang sempat menjerumuskan dirinya kedalam jurang paling dalam.Membuang kebencian dan menggantinya dengan kearifan yang baru saja dimilikinya.
                        Reza masih duduk dikursi meja makan.Tidak berusaha untuk bangkit ketika mendengar suara mobil Anna.Berusaha untuk tetap tenang berharap tidak melakukan kesalahan lagi.Bayangan Anna muncul dari balik pintu.Tidak bergeming juga ketika Anna berdiri tegak dihadapannya.
                        “Aku akan mengambil baju sekolah anak-anak…untuk sementara kami tinggal dirumah mama.Aku harap kamu jangan menanyakan apapun karena keputusanku sudah bulat!”
                        Bayangan Anna berlalu.Tiba-tiba hati Reza terasa sangat kosong.Merasa kehilangan sesuatu.Sesuatu yang pernah dilupakan beberapa saat yang lalu.Reza bangkit dan membiarkan kopi yang baru saja dibuatnya membeku.
                        Anna merasa aneh dengan sikap diam Reza.Sangat berbeda dengan saat terakhir mereka bertemu.Ternyata bukan hanya dirinya yang berubah,Reza juga melakukannya.
                        “Laki-laki itu…apa kamu mencintainya?”
                        Anna hampir saja berjingkat ketika mendengar suara Reza.Ternyata dia sudah berada disana untuk beberapa saat.Memperhatikan Anna tanpa mengeluarkan suara bahkan sambil menahan napasnya.
                        Anna berusaha untuk tenang meski hatinya dipenuhi berbagai rasa.
                        “ Aku baru tahu kalau dia adalah bagian dari masalaluku.Cepat atau lambat dia juga akan muncul didalam hidupku.”
                        Reza mengerutkan keningnya.Jawaban Anna cukup penting meski tidak bisa memenuhi keingintahuan tentang hatinya.Ada sesuatu yang aneh dari kalimat yang diucapkan istrinya.Bahkan Anna tidak menyebutkan nama yang dimaksud Reza.
                        “Apakah dulu dia sangat dekat..apakah kalian sepasang kekasih?”
                        Anna terdiam.Sebenarnya Anna tidak ingin mengingat tentang Fatur.Apalagi setelah peristiwa semalam.Tapi hal itu tidak akan diceritakan kepada Reza yang mungkin akan menertawainya.
                        “Aku tidak ingin membicarakannya… saat ini aku hanya ingin ketenangan.”
                        Untuk beberapa saat keheningan hadir diantara mereka.Menjadi jembatan yang memisahkan dua hati yang saat ini tidak bisa menyatu.Tapi Reza masih ada ditempatnya semula.Membuat Anna menjadi sedikit risih, berharap kalau angin membawanya pergi.Sementara anginpun enggan menyusup dan membiarkan hening menjadi raja.
                        “Permisi…aku harus pergi.”
                        Sebuah ucapan yang sangat formal.Anna memang sudah merasa sangat asing berada didekat suaminya.Tapi Reza hanya diam saja bahkan menarik lengan Anna meski tak disengaja .
                        “Kita harus bicara…”
                        Anna menarik napas panjang.Menyesal dengan apapun yang pernah terjadi diantara mereka.Bukan karena sempat merasakan kebahagiaan tapi karena harus kehilangan semuanya.Hatinya benar-benar hancur.Tak kuat menahan beban yang sebentar lagi akan meremukan tubuhnya.Sebutir airmata menetes jatuh tepat diujung kaki Anna.Begitu juga beberapa tetes sesudahnya.
                        Reza ingin sekali memeluk tubuh istrinya dan membawanya kedalam pelukan.Membiarkan Anna mengeluarkan semua kemarahan terhadapnya.Meleburnya kedalam kubangan cinta yang mungkin saja masih tersisa.
                        “Minumlah….”
                        Berikutnya Reza sudah menyodorkan kopi yang sengaja dibuat untuk Anna.Dulu Reza sempat membenci aromanya tapi kini seakan tidak asing lagi.
                        “Setahuk kamu tidak suka minum kopi…”
                        Anna melirik segelas kopi yang ada diatas meja makan.Dia sangat tahu kalau Reza tidak suka minum kopi.Sedangkan bagi Anna, kopi adalah sahabat setianya.Yang selalu menemaninya ketika kepalanya dipenuhi inspirasi.
                        “ Entahlah…terakhir ini aku mulai menyukainya.Apalagi kalau didalam rumah hanya ada kesunyian dan aku merasa kesepian.”
                        Anna terdiam.Baru kali ini Reza mengutarakan perasaannya.Terasa mendalam dengan raut muka yang menampakan kesedihan.Terlambat.Anna tidak merasakan apapun ketika melihatnya.Mungkin sedikit kasihan.
                        “Apa kamu sudah yakin untuk keluar dari rumah kita? Bagaimana dengan anak-anak.?
                        Cepat atau lambat Reza pasti akan menyinggung soal keputusannya untuk pergi.Hanya saja mungkin kali ini Anna bisa menjawab dengan hati yang lebih tenang.Anna menyeruput kopi yang masih sedikit panas.Anna tidak ingin menyia-nyiakan rasa nikmat ketika meminumnya pertama kali.Karena sesudahnya hanya biasa saja.
                        “Kita sudah sama-sama dewasa…aku sendiri berharap bisa menghadapi masalah kita dengan membuang sifat kekanakan.Mungkin suatu kesalahan karena mencoba pindah kelain hati karena dasar Frustasi.Tapi itulah kenyataanya, disamping kisah masalalu yang perlahan kembali kedalam ingatanku..”
                        Anna mendongak.Mendapati tatapan suaminya yang menyorot tajam kearahnya.Anna tidak perduli.Rasa takut itu sudah hilang.
                        “Kita hanya perlu jujur… Kenyataannya cinta itu sudah lenyap tak tersisa.Membuat pernikahan kita seperti sayur tanpa garam.Aku sudah berhenti mencoba untuk mencari jalan keluar.Aku benar-benar sudah menyerah…maafkan aku.”
                        Sesaat ruangan itu kembali sunyi.Kesunyian yang sudah mengisi rumah itu semenjak lama.Anna kembali menyeruput kopinya.Kali ini Anna tidak menyisakan sama sekali.Menatap cangkir yang sudah kosong.Berharap ada mukzizat yang membuat cangkit itu kembali terisi penuh.                                              
                        “Setidaknya …biarkan aku mencobanya…”
                        Reza seperti mendapatkan kekuatan begitu menghabiskan kopinya.Berharap Anna memberikan kesempatan untuk menebus semua dosa-dosanya.Anna hanya bisa menelan air ludah.Merasakan kekeringan dibatang tenggorokannya.Kalimat yang baru saja diucapkan Reza sudah tidak terdengar indah.Meskipun dulu Anna selalu mengharapkannya.
                        Dering telephone memecah kesunyian.Reza agak kesal karena menunggu reaksi Anna atas ucapannya.Sikap Anna hanya biasa saja.Seakan sudah menebak siapa yang sudah membuat telephone itu berdering.
                        Reza akhirnya bangkit dari kursi.Dengan langkah berat mendekati telephon disudut ruangan.Wajahnya berubah ketika mendengar suara diujung telephone.Menatap Anna dengan pandangan aneh seperti mendengar sesuatu yang sangat mengejutkan.
                        “Ada apa ?” tanya Anna menyadari sikap Reza pasti ada penyebabnya.
                        “Dari adikmu…. Raka menghilang !”
                        Sebuat petir berhasil menyusup diam-diam.Membuat segenap jiwa Anna hangus terbakar meski hatinya masih utuh.Diapun segera merebut telephone dari genggaman Reza.Memastikan kalau yang dikatakan Reza bukan sebuah kebohongan.
                        “ Ada apa? Apa yang terjadi dengan Raka?”
                        Terdengar suara tangis dari sebrang.Tangis adiknya juga tangis keisya putrinya.
                        “Maafkan aku ka… barusan Raka ada disini.Tidak lebih dari lima menit dia sudah hilang…” ucap Rima disela tangisnya.
                        “Tunggulah..aku akan segera kesana.”
                        Anna segera menutup gagang telephone dan berlari keluar.Melupakan beberapa pak pakaian kedua anaknya yang sudah disiapkan.Reza tidak mau diam begitu saja.Berlari menyusul istrinya.Kali ini gap diantara mereka sesaat sirna.Putra mereka menjadi taruhannya.
                        Reza melihat tangan Anna bergetar ketika memegang kemudi mobilnya.Tidak ingin sesuatu yang buruk juga terjadi kepadanya.Anna memang wanita yang tegar tapi bila berhubungan dengan anak-anaknya dia berubah menjadi sangat lemah.
                        “Biarkan aku yang menyetir mobilnya…”
                        Anna hanya terdiam.Bukan hanya tangannya yang gemetaran.Hatinya juga galau dan tidak bisa tenang.Mungkin lebih baik kalau Reza yang menyetir mobil.Tapi ada sebagian harga diri yang membuatnya angkuh.
                        “Anna…Raka juga anakku… ijinkan aku yang membawanya!”
                        Ada ketegasan dari ucapan Reza.Sedetik kemudian Anna langsung pindah kekursi disebelahnya.Membiarkan Reza menjadi seorang pemimpin.
                        Perjalanan itu seperti melalu tebing yang terjal tanpa tahu jalan didepannya.Berharap tidak menemukan sebongkah batu yang bisa menenggelamkan mereka kedasar jurang yang paling dalam.Tapi Reza kelihatan lebih tenang.Membuatnya yakin bisa melewati jalan itu tanpaSementara airmata tak berhenti menetes dikedua pipi Anna.Tidak mengijinkannya untuk menarik napas meski hanya satu hela.Membuat dadanya menjadi sesak.Kekuatannya hilang.Kembali menjadi wanita lemah tanpa kemampuan apapun untuk bangkit.
                        “Astagfirullah… bukan ini yang hamba minta ya Allah.Lindungilah nak hamba ya Allah…” ucap Anna disela tangisnya.
                        Reza menoleh.Mendengar permohonan istrinya meski hanya berbisik.Menyadarkannya kepada yang satu.Tuhan yang selama ini dilupakannya.Tenggelam dalam nikmatnya kehidupan duniawi.Terjebak dalah indahnya cinta yang hanya fathamorgana.Kenyataannya cinta sejati itu hanya kepada sang pencipta dan kepada keluarganya.
                        Didalam Mall sudah terlihat kerumunan.Dua orang polisi dan beberapa security mall ada diantara mereka.Anna segera berlari ketika melihat Rima yang menggendong keisya.Putri kecil itu langsung histeris dan memeluk mamanya erat.Rima sendiri tidak bisa berkata apapun kecuali wajahnya yang terlihat pucat.
                        “ Bagaimana Raka? Apa sudah ketemu?”tanya Anna sambil menenangkan putrinya.
                        Rima hanya menggeleng.Merasa sangat bersalah padahal sudah berjanji untuk menjaga kedua keponakannya.
                        “Maafkan aku ka…tadi sempat minta es cream tapi Keisya sedang makan.Aku bilang tunggu sebentar tapi….”
                        Anna baru sadar kalau mereka berada ditempat yang sama dengan peluncuran bukunya tempo hari.Raka mengenal tempat itu meski baru beberapakali kesana.Bahkan sebelumnya sempat menikmati es cream yang diberikan Fatur.
                        “Tidak…bukan dia!”
                        Anna berteriak kencang ketika menyadari suatu hal.
                        “Ada apa? Apa kamu tahu sesuatu? Katakanlah?”
                        Reza mencoba mencari tahu apa yang dipikirkan istrinya.Meski Anna hanya diam meski wajahnya semakin pucat.
                        “Carilah diconter es cream yang ada diujung lorong.Kalau tidak ada juga, dia pasti sudah membawanya!”
                        Reza tidak tahu apa yang dimaksud Anna.Tapi dia tidak mau membuang waktu dan menuruti perkataannya.Berlari kearah yang ditunjuk Anna.Beberapa polisi dan security juga mengikutinya.
                        Anna menunggu dengan cemas.Memeluk putrinya yang langsung tertidur ketika sudah berada didalam pelukannya.Anna sudah tahu siapa yang ada dibalik menghilangnya Raka.Tapi masih berharap kalau yang dikiranya salah.Raka hanya menginginkan es cream kesukaannya.Sebentar lagi putra kesayangannya itu juga akan kembali.Tapi waktu berjalan sangat lambat.Membuat kecemasan semakin mewabah.Menjadi virus mematikan yang bisa membuat orang menjadi gila.Anna memang bisa seperti itu.Kalau putranya benar-benar hilang.
                        “Bagaimana? Raka ada ?”
                        Anna sudah tahu kalau Raka belum ditemukan.Reza kembali dengan langkah gontai.Membuat Anna semakin yakin dengan kecurigaannya.
                        “Ada sesuatu yang belum aku ceritakan.Malam itu aku sempat bertemu dengan Fatur dan pergi kerumahnya.Aku sedang kalut..tidak tahu harus pergi kemana lagi.Kepalaku sangat sakit dan hampir pingsan.”
                        Reza baru tahu nama laki-laki itu adalah Fatur.Tapi ada sesuatu yang lain dari gaya bicara Anna.Matanya tidak berbinar.Tidak seperti orang yang sedang jatuh cinta kepada orang yang sedang dibicarakannya.
                        “Dia seorang psikopat… dia sudah mengambil gambarku diam-diam.Menempelnya didinding kamar.Aku melihatnya…sangat menakutkan.Dia berubah menjadi ambisius karena aku pernah meninggalkannya.Aku takut dia membawa Raka..”
                        Anna tidak mampu menahan tangisnya lagi.Tidak perduli kalau keisya terjaga karena mendengar suaranya.Reza memeluk istrinya erat.Kisah yang dialami Anna sangat tragis.Tidak seperti yang pernah sengaja dilakukannya.Terjebak dalam cinta palsu.         
*****
                        Malam itu juga Anna pergi kerumah Fatur.Beberapa polisi bersamanya.Anna tidak akan memaafkan Fatur kalau putranya benar-benar bersamanya.Tidak perduli kalau dia adalah cinta yang ada dimasalalu Anna.Apa yang dilakukan Fatur sangat tidak masuk akal.Apakah mungkin cinta bisa membuat orang menjadi gila.Anna tidak tidak habis pikir.Selama ini tidak pernah menyangka obsesi akan cinta bisa membuat seseorang menjadi psikopat.
                        Reza masih diam dan tidak mengeluarkan sepatah katapun.Serius mengemudikan mobil tanpa berusaha untuk menanyakan lebih lanjut perihal Fatur.Anna menangkap bayangan Reza yang terpantul dikaca mobil.Menahan napas berharap kalo masih ada sesuatu yang menggelitik hatinya.Sesuatu yang pernah dirasakan dulu.Tapi yang ada hanya kecemasan.Keadaan Raka putranya lebih menguasai pikirannya.
                        Mereka melewati jalan yang sama ketika pertama dan terakhir Anna kesana.Jalan gelap dan lengang.Masih ada sebuah mobil angkutan umum yang melaju tepat didepan Anna.Teringat bagaimana rasanya berada ditengah peluh para pedagang.Meski sedikit terobati dengan wangi sayuran yang baru saja dipetik.Teringat tatapan aneh mereka begitu melihat kaki Anna yang dipenuhi Lumpur.Saat itu Anna memang sengaja melepas sepatunya agar bisa lebih cepat berlari.
                        Hanya saja yang sangat disayangkan Anna harus kembali kesana karena alasan yang lebih mengerikan.Anna yakin Fatur sudah menculik Raka.Mungkin ingin melampiaskan semua dendam karena Anna pernah meninggalkannya.Anna menunggu dengan harap-harap cemas.Mengharapkan kalau perkiraannya salah.Cemas kalau Fatur benar-benar menculik putranya.
                        Mereka sampai dijalan kecil menuju rumah Fatur.Masih becek apalagi semalam diguyur hujan.Ban mobil setara sedan pasti sedikit tergelincir.Reza kelihatan kesulitan mengemudikan mobilnya.Meski saat ini pikirannya sangat focus untuk menemukan putranya.
                        Mobil jeep Fatur terparkir didepan rumahnya.Anna berharap Fatur tidak melakukan hal buruk terhadap putranya.Merubah pikiran akan memaafkannya bila keadaan Raka baik-baik saja.Meski disana ada polisi tapi Anna tidak akan mempersulitnya.
                        Tidak lama begitu mesin mobil berhenti, seseorang muncul dari balik pintu.Anna sangat mengenal bayangan itu.Tanpa menunggu lama Anna berlari menuju Fatur dan Reza menyusulnya.
                        “Dimana Raka? Dimana anakku?”
                        Teriaknya memecah kesunyian.Fatur kelihatan kebingungan melihat sikap Anna yang histeris.Lebih bingung lagi ketika melihat suami Anna dan beberapa orang polisi ada dihadapannya.
                        Reza tidak menunggu lama untuk melayangkan sebuah tinju kewajah Fatur.Anna kelihatan sangat terkejut.Meski tidak melarangnya sama sekali.
                        “Aku tahu kamu yang membawa anakku…sekarang kembalikan Raka!”
                        Fatur masih diam.Tidak tahu harus berkata apa karena tidak melakukan hal yang dituduhkan Anna padanya.
                        “Pak polisi..periksa saja kedalam rumahnya.Disana banyak foto saya dan anak-anak saya.Dia sudah lama mengintai kami.Saya yakin dia juga yang terlah menculik anak kami ,” ucap Anna ketika teringat foto-foto yang dilihat dikamar Fatur.
                        Dua orang polisi masuk kedalam rumah.Fatur tidak bisa melarangnya.Yang dikatakan Anna soal foto-foto itu memang masih ada.Fatur tidak menyembunyikan karena tidak berniat buruk pada Anna dan keluarganya.
                        “Tidak…kamu salah sangka.Aku tidak pernah berniat buruk padamu.Anna…aku sangat mencintaimu.Aku tidak akan tega menyakitimu dan anak-anakmu!” teriak Fatur berusaha meyakinkan Anna.
                        Anna tidak perduli dan tidak ingin mendengar pa yang dikatakan Fatur barusan.Dua orang polisi yang masuk kedalam sudah kelihatan lagi.Konsentrasi Anna terganggu karena Raka tidak ada bersama mereka.
                        “Kami tidak menemukan putra ibu…tapi soal foto itu benar.Sebaiknya kamu ikut kami kekantor sekarang juga!”
                        Seorang polisi mengeluarkan borgol dan memasukannya ketangan Fatur.Dia hanya diam saja.Mungkin sudah tahu kalau pembelaannya hanya sia-sia.Fatur hanya ingin membuktikan kalau tuduhan Anna tidak benar.Menyesal karena akhir cerita tidaklah seperti yang dibayangkan.Kenyataannya saat ini Anna berada dalam situasi yang sangat sulit.Kehilangan putra yang sangat dikasihinya.Fatur hanya berharap polisi akan segera melepasnya.Membantu Anna untuk menemukan putranya karena dia sendiri tidak akan mampu melakukan hal yang akan menyakiti wanita yang sangat dicintainya itu.
                        Anna diam terpaku ketika mobil polisi yang membawa fatur menghilang diantara kerimbunan pohon.Hatinya belum lagi tenang karena sosok Raka belum ditemukan.Tapi Anna yakin polisi akan menginterogasi Fatur dengan lebih leluasa dikantor polisi.Berharap kalau kabar putranya segera Anna terima.
                        Reza tidak ada disampingnya begitu Anna menoleh.Seorang polisi masih menghubungi teman-temannya  sementara polisi yang lain mungkin sedang berada didalam rumah Fatur.Reza bisa saja bersama polisi itu.Mencari pentunjuk yang tidak dilihat polisi sebelumnya.
                        Akhirnya Anna menemukan suaminya.Berdiri tegak didepan foto-foto yang terpampang didinding kamar tidur Fatur.Memandanginya tanpa berkedip sama sekali.Foto-foto itu tersusun rapi seakan menandakan kalau pemiliknya tidak punya niat buruk sedikitpun.
                        “Aku tidak yakin kalau laki-laki yang bernama Fatur itu yang menculik Raka.Kelihatannya dia sangat mencintaimu… bahkan semua foto-fotomu dipasang dengan sangat rapi.Bukan seperti seorang psikopat.”
                        Anna memang setuju dengan komentar suaminya.Tapi orang baik-baik tidak akan mengintai seseorang tanpa tujuan apapun.
                        “ Dia sudah tahu siapa aku sebelumnya tapi tidak mengatakan apapun… Sepertinya sudah mengatur rencana dengan sangat rapi.Aku memang sudah mencurigainya dari semenjak awal… sampai Raka menghilang.Semuanya memang salahku..”
                        Kabut mendung kembali menggerayut dikelopak mata Anna.Menghasilkan airmata yang menetes seperti airbah.Reza tidak tega melihatnya.Memeluk istrinya itu erat berharap bisa mengubah suasana hatinya.Pelukan yang sudah lama tidak diberikan namun sayang kini rasanya menjadi hambar.
                        Raka belum ditemukan juga.Polisi bahkan tidak menemukan bukti kalau Fatur adalah penculiknya.Anna semakin tidak tenang.Kehilangan waktu percuma karena ditempat lain mungkin putranya itu sedang menderita.
                        Tapi tidak ada yang bisa dilakukan lagi kecuali menunggu.Membuat detik yang berlalu seperti dineraka.Tidak ada seorangpun yang sanggup melewatinya.Tidak juga anak laki-laki yang terkurung disebuah ruangan sempit.Tangan dan kakinya terikat kencang.Begitu juga mulutnya yang disumpal kain agar tidak bersuara.Hanya matanya saja yang terbelalak menyiratkan  ketakutan.Raka ada disuatu tempat.Sendirian.


Senin, 13 Juni 2011

Secret lover # 11
Rahasia dari masalalu



Semua rahasia sudah terkuak
Mengembalikan ingatan tentang masalalu
Kisah tentang cinta yang terlupakan
Tapi cinta itu tidak akan pernah kembali lagi
Terus menjadi bagian hati..selamanya


                        Anna memilih tetap berada didalam kamar meski mentari sudah beranjak tinggi.Mengintip anak-anaknya yang bermain disamping kamarnya dari balik tirai.Sebuah rasa bersalah hadir direlung kalbunya.Mungkin Anna harus mengubur apa yang dirasakannya selama ini.Demi kedua buah hatinya itu.Membiarkan suaminya mengembara jauh dan tidak ingin tahu apa yang dilakukannya ditempat lain.Tidak perduli ada wanita lain disamping suaminya itu.Tapi Anna tidak bisa melakukannya.Hatinya terlanjur sakit.Meski pernah mencoba berpindah kelain hati.Tapi tidak akan bisa membuatnya merasakan kebahagiaan.
                        Fatur.Bayangan laki-laki itu muncul meski sesaat.Anna memukul kepalanya berharap bayangannya hilang.Setelah mengetahui apa yang dilakukannya,Anna merasa sangat bodoh karena masih mengingat psikopat itu.Tapi ada sesuatu yang lain.Sesuatu yang muncul diluar batas kemampuan manusia biasa seperti Anna.Tanpa disadari Anna tidak akan mudah membuatnya menghilang dari hidupnya dalam sekejap.
                        “Kamu tidak makan sarapanmu?”
                        Nyonya Annisa muncul dari balik pintu dan membuat Anna sedikit terkejut.
                        “Belum lapar mom…” jawab Anna sambil kembali melepas pandangan kepada anak-anaknya.Kemudian Anna baru mengingat sesuatu dan membuatnya beralir kepada ibunya lagi.
                        “Mom..soal Fatur…”
                        “Sudahlah…mama mengerti.Sudah seharusnya dia muncul kembali dihatimu.Ingatan boleh saja hilang tapi soal hati tidak akan mudah menghilang meski dipaksakan.Pergilah kegudang kalau hatimu sudah tenang…disana pertanyaanmu itu akan terjawab.Reza telephone lagi….bicaralah padanya .”
                        Nyonya Annisa mengambil nampan berisi bubur ayam yang tidak dicolek oleh Anna sedikitpun.Mengusap kening putrinya itu sebentar kemudian melangkah pergi.
                        Kali ini Anna yang tidak menyangka mamanya akan bicara setenang itu.Sepertinya dia pernah mengenal Fatur dan tidak menyiratkan kemarahan sama sekali.Anna memegang kepalanya ketika rasa sakit itu datang lagi.
                        Bayangan gelap itu sirna sedikit demi sedikit.Anna seperti melihat sebuah video yang diputar mundur.Kemudian berhenti disebuah taman dengan danau kecil ditengahnya.Disana ada sepasang kekasih yang saling berpelukan.Kelihatannya mereka masih sangat muda.Mungkin usianya sekitar duapuluhan.Keduanya berputar sehingga wajahnya lebih kelihatan.Saat itu juga Anna terjaga.Keduanya adalah orang yang sangat dikenal Anna.Mereka adalah dirinya dan…Fatur. 
                        Anna baru menyadari kalau Fatur adalah bagian dari masalalunya.Tapi dia tidak bisa mengerti apa maksud Fatur menyembunyikan jati dirinya.Mungkin akan lebih mudah menerima kenyataan kalau mereka pernah bersama.Namun pasti ada maksud lain.Anna yakin ada rencana buruk yang disembunyikan Fatur.Anna tidak ingin kecolongan lagi.
*****
                        Seperti yang dikatakan oleh mamanya.Kini Anna sudah berada didalam sebuah ruangan yang hanya ada barang-barang tua.Mencari sesuatu yang mungkin dikenalnya.Sampai akhirnya berhenti pada sebuah kotak kayu berwarna keemasan.Anna belum bisa ingat kapan pertama kali memilikinya.Yang dia tahu kotak itu tidak begitu asing lagi.
                        Anna sedikit batuk-batuk ketika mengusap atas kotak itu dengan tangannya.Padahal tidak begitu keras tapi debunya berhasil masuk kedalam hidungnya.Perlahan membuka tutupnya berharap apa yang ada didalam kotak itu bisa membuat ingatannya kembali.Sebenarnya mamanya sudah lama mengatakan tentang gudang itu.Tapi entah mengapa Anna tidak berani masuk kesana.Mungkin karena tidak siap mengingat apa yang selama ini menghilang dari kepalanya.
                        Sebuah buku diary, sebuah saputangan dan beberapa lembar foto muncul dari balik tutup kayu.Tiba-tiba Anna merasa jantungnya berdebar kencang.Sebuah bayangan berkelebat dipelupuk matanya.Bayangan yang juga ada disalah satu foto itu.Itu adalah foto Fatur!
                        Tangan Anna gemetar hebat.Membuat kotak kayu yang kecil itu seperti bongkahan batu disungai.Terasa sangat berat sampai akhirnya jatuh tepat dikaki Anna.Menebarkan foto yang tadi tersusun rapi.Disana ada dirinya berdua dengan Fatur disebuah taman.Berdua dengannya lagi ketika sedang makan es cream yang lewat didepan rumahnya.Berdua dengannya lagi ketika memanjat gunung.Berdua lagi..Anna tidak kuat melihatnya.Membiarkan tubuhnya terduduk lemas diatas lantai.
                        Beberapa menit berlalu.Anna masih menyembunyikan wajahnya diantara kedua tangan.Membiarkan airmata jatuh menetes dan membasahi lantai.Mengusir debu yang masih enggan untuk pergi.Sampai airmata itu menjadi air bah mungkin saja debu-debu itu akan menyerah.
                        Bayangan gelap itu perlahan sirna.Menjadi awan putih dengan pelangi disisinya.Tapi itu tidak bisa membuat Anna tenang.Kepalanya juga tidak lagi merasakan sakit setiap kali bayangan itu datang.Hal itu juga tidak membuat Anna berada diatas angin.Ada sesuatu yang ditakutkannya.Kehadiran Fatur didalam hidupnya.Entah sekarang ataupun masalalu.
                        Tapi tidak ada salahnya menguak masalalu yang selalu diimpikannya.Semua itu berada didalam buku kecil yang ditemukannya didalam gudang.sebuah buku dengan sampul berwarna merah muda.Bahkan buku itupun Fatur yang sudah memberikannya.
                        Anna sedikit mengingat saat itu.Setahun perkenalan mereka.Fatur memberikan buku itu dan berharap Anna mengisinya dengan cerita indah yang sudah mereka rasakan.Anna baru sadar dari mana kemampuan menulis yang dimilikinya.Mengingat setiap kata yang ditulisnya dengan sepenuh perasaan.Sebuah kalimat pertama yang diukirnya dilembar diary itu.
                        Namun buku kecil itu masih ada diatas meja yang ada disudut kamarnya.Tak disentuhnya sama sekali sementara foto-foto dan saputangan sudah diamankan didalam laci.Sebenarnya rasa takut itu hampir hilang.Namun ada kekhawatiran lain yang menyusup kerelung hatinya.Anna merasa akan terjadi sesuatu yang lebih menakutkan.Masalalu yang baru saja kembali akan menjadi duri dalam daging baginya.Mungkin karena sering menulis sesuatu yang belum terjadi, perasaan Anna menjadi lebih peka.
                        Tidak ada salahnya untuk membaca buku diary itu.Tentu tidak akan berubah menjadi bom waktu begitu Anna membukanya.Sebuah pikiran yang sangat bodoh.Anna bukan lagi anak kemarin sore .Tapi disaat seperti itu dia merasa kembali menjadi gadis kecil yang mempunyai banyak khayalan.
                        Akhir Desember ; Sebentar lagi tahun baru.Aku berharap bisa menghabiskan malam terakhir bersama Fatur.Menunggu fajar menyingsing dan mentari memberikan cahaya pertamanya.Tapi hal itu tidak akan terjadi.Sarah selalu berada diantara kami…
                        1 januari ;  Rencanaku berantakan…. Sarah benar-benar mengutarakan  cintanya kepada Fatur.Aku terlambat satu langkah!!
                        Entah mengapa Anna membaca bagian itu.Karena saat itulah mulai retaknya persahabatan dengan Sarah.Anna menyesal tidak mengatakan perasaannya kepada Fatur lebih dulu.Padahal Fatur selalu menyinggung tentang apa yang dirasakan terhadapnya.Saat itu Anna merasa sangat egois.Menginginkan agar Fatur juga mengetahui perasaannya.Tapi semua berjalan tidak sempurna.Ada suatu waktu Anna melihat kemesraan Fatur bersama Sarah.Membuatnya berpikir ulang tentang hatinya.Takut patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan.
                        Anna menutup buku itu ketika kedua anaknya muncul dari balik pintu.Menyembunyikannya  baik-baik dibawah bantal.
                        “Mom… besok kami mau makan siang kemall sama tante rima.Boleh yach mom..” rayu sikecil sambil memeluk Anna.
                        “Tapi mama tidak bisa pergi sayang…mungkin lain waktu”
                        Terlihat wajah kecewa diwajah putri kecilnya.Anna merasa sedikit bersalah.
                        “Sebentar saja koq ka…aku akan menjaga mereka baik-baik.Boleh khan?” Rima muncul sambil berceloteh.Anna tidak sempat memberi kode agar Rima tidak membela mereka.Tapi adiknya itu terlanjur membuka mulutnya.
                        “Seharusnya kita mengambil pakaian sekolahmu dirumah…tapi mama bisa melakukannya sendiri.Baiklah…tapi ingat jangan berpencar dan selalu bersama.Mama tidak ingin ada hal buruk terjadi kepada kalian..”
                        Kedua anaknya itu tersenyum lega.Sebenarnya Anna tidak akan melepas mereka begitu saja.Dia berniat untuk menyusul setelah mengambil barang-barang dari rumahnya.Anna hanya tidak ingin melihat kekecewaan diwajah keduanya.Kembali kepada buku kecil yang disembunyikan dibawah bantal ketika ruangan menjadi senyap.
                        Awal juli ; Pesta perpisahan sekolahku.Malam ini aku memakai gaun! Sesuatu yang tidak pernah kulakukan bahkan ketika hari ulangtahunku.Setidaknya aku masih bisa memilih warna kesukaanku.Biru muda!
                        Juli kelabu!!! Aku menyebutnya.Sarah terang-terangan memintaku untuk menjauhi Fatur.Dia sangat mencintainya.Sarah menangis.Hampir saja bersimpuh dikakiku kalau saja aku tidak melarangnya.Aku pasrah.
                        Anna menutup buku kecil itu ketika ada sesuatu menggelitik hatinya.Matanya terasa panas .Seperti ada awan panas mengerayut dikelopak matanya.Anna tidak begitu ingat bagaimana pesta itu.Hanya ada dua orang berdansa yang dinobatkan menjadi raja dan ratu pesta.Mereka adalah dirinya dan Fatur.Sementara disudut ruangan Sarah menatapnya tanpa berkedip.Bahkan tidak satu aplauspun yang diberikannya untuk Anna.Sebelum pulang Sarah menemuinya.Memintanya untuk menjauhi Fatur karena mereka sudah jadian.Anna berkeras tidak akan mengganggu hubungan mereka.Tapi Sarah tidak mau dengar.Kemauannya masih tetap sama.Anna harus menjauhi Fatur!
                        Ternyata semuanya berjalan dengan tidak begitu mudah.Meski saat itu Anna berusaha untuk menjauh.Bahkan Anna tidak mengatakan universitas mana yang akan dimasukinya.Tapi Fatur tidak mau melepaskannya.Anna tidak mengira kalau Fatur kuliah ditempat yang sama.Entah suatu kesengajaan ataupun karena sebuah persamaan yang mereka miliki.
                        Sarah sangat marah begitu tahu kalau Anna kuliah ditempat yang sama dengan Fatur.Bahkan dia pindah hanya agar Anna tidak berada didekat Fatur.Anna merasa ada hal aneh dari sikap orang yang sudah lama menjadi sahabatnya itu.Sarah benar-benar berubah.Seakan fatur sudah menajadi obsesinya.Tidak membiarkan ada gadis lain yang ada didekat Fatur .Tidak juga Anna.
                        Selama ini Anna tidak pernah tahu perasaan Fatur sebenarnya.Mungkin itulah sebabnya Anna memilih untuk mengalah.Merasa dirinya menjadi seorang pengkhianat karena berniat merebut kekasih sahabatnya sendiri.
                        Akhir desember ; satu tahun yang sangat melelahkan.Aku seperti seorang buronan yang bersembunyi dari kejaran polisi.Disetiap kesempatan aku berusaha menjauhi Fatur meski bayangannya saja yang baru terlihat.Akhirnya Fatur tahu apa yang terjadi.Akhirnya dia mengatakan perasaannya terhadapku.Ternyata dia juga mencintaiku!!!
                        Anna menahan napas.Mencoba mengingat bagaimana perasaannya saat itu.Bahagiakah? atau yang ada hanya rasa takut.Anna hanya ingat ada airmata tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.Saputangan itu!. Anna beralih kepada kotak kecil dimana masih ada foto-foto dan sebuah saputangan.Sebuah saputangan pemberian Fatur.Sebuah perpisahan.Mungkin bisa diartikan seperti itu.
                        Januari ; Pengecut? Penakut?.Aku memilih untuk pergi.Malam ini aku dan Fatur berjanji untuk bertemu ditaman.Kulihat Sarah berdiri tepat didepan rumahku.Sepertinya dia tahu soal rencana kami.Tidak ada jalan lain.Aku akan mengajak Sarah menemui Fatur!
                        Januari ; Semalam Fatur sangat terkejut ketika melihat Sarah datang bersamaku.Dia kelihatan sangat gugup.Sementara aku berusaha untuk tetap tenang.Aku menawarkan diri untuk membeli makanan kecil dan minuman.Sarah kelihatan sangat senang sekali.Ekspresi Fatur? Aku ingat tatapan matanya.Aku tidak tega.Tapi aku harus pergi dan aku tidak akan melihat mereka lagi….    
                        Anna membalik halaman berikutnya.Kosong sampai halaman terakhir.Kembali memejamkan matanya.Mengulur waktu dan mencoba mengingat kejadian selanjutnya.Tidak ada catatan.Ingatan Anna menjadi buram.Atau…mungkin setelahnya Anna sudah kehilangan ingatan.
*****
                        Malam kembali datang.Anna melihat kedua anaknya sudah tertidur pulas.Sebenarnya tadi Anna juga sempat terlelap.Tapi terjaga ketika mendengar seseorang memanggil namanya.Suara itu…suara Fatur.
                        Anna tidak mengerti mengapa masih memikirkan Fatur.Mendengar suaranya bahkan ketika sedang terlelap.Apakah dulu Fatur sangat berarti.Atau sampai sekarangpun sebenarnya Anna masih menyimpan rasa cinta padanya.Yang diinginkannya adalah semua kembali normal.Bukan kembali kepada masalalu dan memilih Fatur.Tapi tidak juga melupakan pengkhianatan Reza dan kembali bersamanya.Luka itu terlanjur menggores hati.Tidak akan mudah sembuh dan menjadi hati yang utuh.
                        Hampir jam dua malam.Anna meneguk segelas airputih untuk menghilangkan sedikit kegelisahannya.Sebelum matanya menangkap sebuah bayangan putih didalam kamar ibunya.Anna berhenti.Sudah lama dia tidak melaksanakan sholat tahajud.Sementara ibunya terus melakukan sampai sekarang.Padahal sebelum pergi Anna sempat melakukannya.
                        Anna jadi ingat apa yang dimintanya ketika melaksanakan sholat tahajud malam itu.Berharap sang pencipta menghapus kenangan yang menyakitkannya.Berharap dua sosok yang melukai hatinya ikut menghilang dan tidak pernah mengingatnya lagi.Kenyataannya hal yang dimintanya benar-benar terjadi.
                        Malam itu juga Anna pergi keJakarta.Menemui salah satu kerabat dari ayahnya.Anna meminta agar ibunya tidak mengatakan dimana tempat tinggalnya kepada siapapun.Tidak Sarah apalagi Fatur.
                        Pagi-pagi ketika Anna terbangun.Dia merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya.Ingatan tentang masalalu.Anna tidak perduli meski terakhir bayangan itu datang silih berganti.Membuat kepalanya terasa sangat sakit bahkan membuatnya pingsan.
                        “Masuklah…”
                        Anna baru sadar kalau ibunya sudah tahu tentang kehadirannya.Anna meletakan gelas kosong diatas meja.Melangkah pelan menuju wanita yang sangat dikasihinya.
                        “ Kamu tidak bisa tidur?”
                        Anna mengangguk.Sedikit kaku ketika ibunya menyodorkan mukena yang baru saja dipakainya.
                        “ Dulu kamu sering melaksanakan sholat tahajud…mama melihat sekarang kamu sedikit melupakannya bahkan sholat wajibnya juga.”
                        Anna mengangguk.Dia tidak akan bisa berbohong didepan ibunya sendiri.
                        “ Sekarang mulailah dari awal… Allah SWT akan selalu menerima hambanya yang ingin dekat dengan beliau.Keluarkanlah semua unek-unekmu.Insyaallah besok pagi hatimu lebih plong…”
                        Anna mengambil mukena yang disodorkan ibunya.Menyadari kalau terakhir ini melupakan kewajibannya.Semua masalah yang dihadapi sudah membuat Anna lupa menghadap sang kholik.Berharap hatinya kembali tenang dan memilih jalan terbaik dalam hidupnya.
                        Malam akhirnya berakhir.Anna merasa hatinya menjadi lebih fress.Yang dikatakan mamanya benar.Sholat tahajud telah membuat hatinya tenang.Rahasia masalalunya telah terungkap. Sebuah kisah dimana ada cinta dan airmata.Dimana Anna tidak berani untuk mengingat semuanya .Namun sang waktu telah membawanya kembali.Kali ini Anna tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.Tidak ada salahnya mengingat kisah masalalu meski sangat menyakitkan.Karena kenanganlah yang membuat masa depan lebih berarti.

Sabtu, 04 Juni 2011


Secret lover # 10
Terungkap


Hati tlah mendua
Cinta tlah terbagi
Adakah kesempatan tuk kembali bersama?
Karena sebuah rahasia tlah terungkap


                        Anna sangat sadar kalau ada sebagian hatinya yang ingin melihat sosok Fatur lagi.Mengira kalau dirinya benar-benar gila oleh cinta yang masih terlarang untuk mereka.Membiarkan dirinya terlelap dalam buaian cinta.Melupakan novel yang sedang dibuatnya.
                        Wanita itu tersentak teringat novel barunya.Disaat seperti itu Anna ingin kembali menulis.Mengukir kalimat dalam sebuah kisah yang memilukan.Catatan terakhir sang primadona.
                         Kisah memilukan tentang perjalanan seorang gadis yang ingin menggapai cita-citanya sebagai seorang penyanyi.Tentang keluarganya yang berasal dari kalangan berada dan tidak menyetujui keinginannya itu.Keinginannya begitu kuat apalagi ketika orangtuanya berniat menjodohkan dirinya dengan seorang laki-laki yang pantas menjadi ayahnya.
                        Gadis itu berontak dan memilih kabur dari rumahnya.Lebih memilukan ketika seorang laki-laki yang sangat dipercaya olehnya melakukan sesuatu yang sangat bejat.Gadis itu kehilangan kegadisannya tanpa disadarinya sama sekali.Terpuruk kedalam jurang yang paling dalam.Mencoba bangkit ketika laki-laki lain muncul.Laki-laki yang berbeda.Laki-laki yang akan menemaninya sampai maut menjemput.
                        Sebenarnya Anna sangat iri dengan gadis yang ada didalam tulisannya.Ada seorang laki-laki yang menyayanginya sepenuh hati sampai mati.Meski banyak kisah memilukan sebelumnya.Tapi pada dasarnya tidak ada cinta sejati seperti itu.Waktu akan membutakan mereka.Cinta bukan lagi hal utama karena telah tergantikan dengan obsesi tanpa akhir.
                        Malam itu Anna berniat kembali kerumahnya.Meneruskan apa yang sudah dimulainya.Mengira kalau yang ada didalam ruamahnya hanya ada kesunyian yang keras kali menemaninya.Tapi dia ada disana, tepat didepan pintu.Reza, dia sudah kembali.
                        “Mana anak-anak?”
                        Anna hanya tersenyum tipis dan melewatinya tanpa sepatah katapun.Muak dengan keangkuhan Reza yang sudah mendarah daging ditubuhnya.
                        “Anna ! apa kamu tidak dengar? Dimana anak-anak?apa kamu sibuk mengurusi laki-laki itu daripada anak-anakmu sendiri?”
                        Anna berhenti.Terdiam sesaat meski hatinya dipenuhi dengan api yang siap membakarnya hidup-hidup.
                        “Apa kamu tidak malu dilihat semua orang seperti ini? Seperti perempuan murahan!”
                        Reza melemparkan sebuah majalah dan jatuh tepat dikaki Anna.Sekilas Anna melihatnya.Sudah tahu skandal itu akan tersebar sampai kehadapan Reza.Menyesal..?sayang Anna tidak merasakannya.Bahkan dia sedikit bersyukur dengan semua itu.
                        “Baguslah…jadi aku tidak perlu menjelaskan bagaimana rasanya bermain api dibelakang pasanganmu.Setidaknya aku bukan orang yang munafik sepertimu !”
                        Plakk…Anna berusaha untuk tetap sadar.Sebuah tangan melayang kepipinya.Reza telah menamparnya.
                        “Aku bukan orang hina sepertimu !”
                        Anna tersenyum tipis tanpa merasakan sakit dipipinya.Hatinya jauh lebih sakit meski tamparan Reza cukup keras.
                        “Bukan? Tunggulah, aku akan membawakan cermin agar kamu bisa melihat seperti apa dirimu sebenarnya…”
                        Setengah berlari Anna meninggalkan Reza yang kelihatan  terkejut dengan apa yang sudah dilakukannya.Merasa bersalah karena kemarahan itu hanya tertuju untuk dirinya sendiri.
                        Anna kembali dengan kedua mata yang sudah bersimbah dengan airmata.Ditangannya sudah ada vcd yang pernah dilihatnya tempo hari.Berusaha untuk melupakannya tapi benda itu malah membuat hatinya semakin sakit.Saatnya telah tiba.Anna berusaha menahan napasnya.
                        “Lihatlah… kamu tahu, kamulah yang hina!Laki-laki paling bejad diseluruh dunia .”
                        Kali ini Anna yang melemparkan benda itu kehadapan Reza.Tapi Anna tidak ingin berada disana lebih lama lagi.Mengambil tas dan melangkah pergi tanpa mobilnya.Pergi sejauh-jauhnya dan berharap dibagian dunia lain mau menerimanya.Berlari sekencang-kencangnya menembus kegelapan.Tidak perduli beberapa pasang mata mengawasinya dari jauh.Entah apakah mereka punya pikiran buruk tentangnya.Anna benar-benar tidak perduli.
                        Reza menghempaskan tubuhnya disofa setelah hampir limabelas menit melihat vcd yang diberikan Anna.Merasa seperti ada batu besar menimpa kepalanya, membuatnya remuk meski sebelumnya sudah hancur.Rasa bersalah membuatnya kesulitan untuk bernapas.Mungkin sebentar lagi tidak satu hembusan napaspun yang keluar dari hidungnya.
                        Kehadiran Sarah memang sudah membuat perubahan didalam hidup Reza.Bukan sesuatu yang bisa dikatakan baik meski didalamnya hanya ada keindahan.Bukan juga sesuatu yang buruk karena Reza sempat menikmatinya.Keindahan yang hanya sebuah fathamorgana.Menghilang secepat dia datang.Berusaha menangkap bayangannya namun yang diraih hanya angin.
                        Bayangan Anna memang sudah tidak terlihat sama sekali.Reza segera bangkit setelah baru menyadari kepergiannya.Meraih hape dan menghubungi rumah ibunya Anna.Mungkin Anna sudah ada disana.Tapi yang dikiranya salah.Anna tidak pulang.Ibunya Anna sempat terdengar panic.Reza tidak tahu harus berbuat apa.Cepat meraih kunci mobil dan mencarinya.Berharap masih ada setitik harapan yang bisa membuat Anna mau memaafkannya.
                        Anna tidak tahu harus pergi kemana.Hampir satu jam berada didalam taksi tanpa tujuan.Membuat sopir taksi yang membawanya enggan untuk menanyakan kemana tujuannya.Sampai akhirnya Fatur muncul didalam benak Anna.Merayu Anna agar menghubunginya.Bahkan didalam pikiran Annapun laki-laki itu tidak berhenti menebar pesona.
                        “Tunggulah…aku akan segera kesana.Ingat jangan bergeser satu jengkalpun dari tempatmu sekarang!”teriak Fatur dari ujung telephone.
                        Anna memang tidak berniat kemana-mana.Lagipula pikirannya benar-benar kosong.Seperti kertas putih tanpa setetes tinta sedikitpun.Mungkin seperti itulah saat pertama kali kehilangan ingatan tentang masalalunya.Tiba-tiba semua hilang tanpa bekas.Anna masih merasa beruntung karena masih mengingat Fatur.Tidak bisa membayangkan kalau menjadi orang asing bagi dirinya sendiri.Seseorang yang tanpa ingatan sama sekali.Sampai akhirnya hidup menggelandang dijalanan.
                        Kekhawatiran Anna menghilang ketika melihat mobil yang dikendarai Fatur mendekatinya.Sosok laki-laki itu muncul dengan wajah yang tidak kalah cemasnya.Langsung memeluk Anna erat tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.Anna merasakan kehangatan pelukan itu.Membuatnya merasa nyaman disaat hatinya benar-benar telah hancur.
                        Fatur menyeka sisa airmata yang masih menggenang disudut mata Anna.Sementara Anna hanya membiarkannya saja.
                        “Kita kerumahku saja…setidaknya sampai pagi datang.Aku janji tidak akan melakukan hal yang macam-macam terhadapmu…”
                        Anna melihat ketulusan dimata laki-laki itu.Tidak ada alasan untuk mempercayainya.Apalagi saat ini Anna tidak punya siapapun disampingnya.
                        “Kamu tidak menanyakan apa yang membuatku menangis…apa kamu tidak ingin tahu?” tanya Anna menghilangkan penasaran yang tiba-tiba muncul dihatinya.
                        Fatur hanya tersenyum.Senyum yang sudah tidak asing lagi.
                        “Aku tidak ingin beban itu membuatmu tidak nyaman… kita bisa bicara setelah hatimu tenang atau esok pagi.Untuk sekarang ini kita harus pergi dari tempat ini…lihatlah mereka.Apa kamu tidak sadar kalau ada orang lain yang memperhatikanmu dari tadi?”
                        Anna menoleh kearah yang ditunjuk Fatur.Disana memang ada beberapa orang laki-laki yang sedang berkumpul.Tampang mereka lumayan seram dan Anna  baru menyadarinya.
                        Lokasi rumah Fatur ternyata tidak begitu jauh dari rumah Anna.Hanya saja disana kelihatan agak menyeramkan dengan pepohonan yang tumbuh besar dipinggir jalan.
                        “Kalau siang tempat ini sangat indah dan nyaman… besok pagi kamu pasti akan melihatnya.”
                        Fatur melihat ekspresi Anna yang berubah begitu melewati jalan itu.Laki-laki itu menebak kalau Anna sedikit takut karenanya.
                        “Dibalik pepohonan itu juga ada setu yang tidak begitu besar.Tapi setiap hari libur lumayan ramai dengan para pemancing.Mungkin suatu saat kita bisa memancing disana…”
                        “Mungkin…” jawab Anna sedikit pesimis kalau rencana itu bisa dilakukan.Saat ini Anna tidak bisa memikirkan sesuatu yang menyenangkan.
                        “ Angkutan umum yang melewati jalan ini juga tidak pernah berhenti.Biasanya para pedagang yang membawa sayur mayur kepasar.Kalau kita lebih jauh lain kamu akan melihat ada perkebunan sayur disana.Sayang…kita harus berhenti disini .”
                        Mobil Fatur berbelok kesebuah jalan yang tidak begitu besar dan hanya muat dengan mobilnya saja.Tidak sampai lima menit mobilnya berhenti sebuah rumah kayu yang bergaya modern.
                        “Ini rumahmu?”
                        Anna memang tidak bisa melihat jelas karena gelap.Tapi dia masih bisa melihat keindahan bentuk rumah Fatur yang sangat etnik.
                        “Aku suka dengan semua yang berbau natural.Pemilik lamanya pindah kesumatra dan tidak ada yang mengurusnya.Jadi aku membelinya..dengan harga yang lumayan murah ,” jawab Fatur sambil membuka pintu mobil.
                        Seperti itulah Fatur.Anna selalu merasa tersanjung bila berada didekatnya.Semua perhatian dan perlakuan laki-laki itu akan membuat setiap wanita bertekuk lutut, begitu juga Anna.Melupakan masalah yang sedang dialaminya dan menjadi seorang wanita yang berbeda.
                        “Aku akan membuatkanmu teh hangat…kamu istirahat saja .”
                        “Baiklah…tapi aku ingin kekamar mandi dulu.Boleh tahu dimana tempatnya?”
                        Fatur hanya tersenyum melihat sikap Anna yang kelihatan sedikit canggung.Mungkin karena disana hanya ada mereka berdua.
                        “Diatas…disamping kamarku.”
                        Anna melemparkan senyuman sebelum beranjak pergi.Membuat hati Fatur berdebar-debar bak genderang disebuah peperangan.Menatapnya dengan tajam ketika Anna menaiki tangga satu demi satu.Ada sesuatu yang hinggap dipikirannya.Sebuah rasa takut.Takut kalau tidak bisa menahan perasaan dan melakukan kesalahan.Disana hanya ada mereka berdua.Tidak seorangpun yang tahu apa yang terjadi dirumah itu.Fatur hanya bisa menahan napas.Berharap kesalahan itu tidak dilakukannya.
                        Dibasuh wajahnya dengan air dingin.Anna merasakan kesegaran meski bayangan Reza masih membayanginya.Menatap lekat yang menyembul dicermin.Anna sangat tahu kalau sudah tidak muda lagi.Tanda-tanda kerutan diwajahnya sudah mulai kelihatan.Menyadari alasan mengapa suaminya berpaling kepada wanita lain.Tapi wanita itu juga tidak begitu muda.Mungkin Reza mencari sesuatu yang beda dari dirinya.Anna sudah tidak begitu memikirkannya.Semua cerita pasti ada akhirnya.Sama seperti novel yang pernah ditulisnya.Meski hampir semuanya kejadian nyata tapi cerita akhirnya hanya fiksi saja.Sampai sekarangpun Anna tidak pernah tahu bagaimana akhir cerita dari hidupnya sendiri.
                        Perlahan Anna menutup pintu kamar mandi.Membayangkan teh hangat yang akan disajikan Fatur untuknya.Pasti akan membuat tubuhnya menjadi hangat dan menghilangkan ketegangan disetiap urat nadinya.Namun belum lagi beranjak,mata Anna tertuju kekamar tidur Fatur.Pintu kamarnya terbuka sedikit membuatnya Anna semakin penasaran.
                        Tidak ada salahnya mengintip sedikit dan melihat apa yang ada didalam ruangan itu.Bila melakukannya tidak seorangpun yang akan mengecap Anna sebagai seorang penjahat.Anna hanya tersenyum sendiri menganggap dirinya sudah menjadi gila.Saat ini Anna memang sudah gila karena masalah yang sedang dihadapinya.Tapi dengan sedikit mengintip tidak akan membuatnya bertambah gila.
                        Anna tidak ingin lebih lama lagi berkutat dengan pikirannya yang tidak pernah selesai.Membiarkan kakinya melangkah mendekati kamar Fatur.Mendorong pintunya perlahan berharap tidak mengeluarkan suara yang bisa didengar Fatur.Wajahnya dipenuhi senyuman, membayangkan sesuatu yang indah akan muncul sebentar lagi.
                        Tapi wajah Anna malahan berubah pucat.Sesuatu yang indah itu tidak nampak.Yang terlihat hanya puluhan foto terpampang didinding.Jelas yang ada disana hanya foto Anna dan anak-anaknya.Tapi yang pasti Fatur sudah mengambil gambarnya dengan cara sembunyi-sembunyi seperti seorang psikopat.
                        Tubuh Anna bergetar kencang menyadari kalau dirinya berada ditempat yang salah.Seharusnya Anna sudah tahu kemunculan Fatur yang tiba-tiba dan sikapnya yang terlalu percaya diri.Seakan Anna mau menerimanya dan ternyata Anna sudah masuk kedalam jebakannya.Anna merasa sangat bodoh sehingga tidak bisa menebak maksud jahat laki-laki itu.Apapun alasannya mengambil foto seseorang tanpa ijin bukan sesuatu yang normal.Anna harus melakukan sesuatu sebelum semuanya menjadi terlambat.
                        Fatur sedikit menyesal karena harus memasak air dulu untuk membuat teh.Membuat Anna menunggu padahal dia mungkin sedang kedinginan.Tapi Anna tidak tidak muncul juga padahal hampir satu jam berlalu.Sesaat Fatur mencari apa penyebab Anna belum turun juga.Tapi kemudian tubuhnya seperti tersengat listrik.
                        Pintu kamarnya lupa dikunci.Fatur baru sadar kalau tadi pergi terburu-buru dan lupa menguncinya.Mungkin saja Anna mengetahui sesuatu.Sebuah rahasia.Yang mungkin sebentar lagi akan terungkap.
                        Yang dikiranya ternyata benar.Pintu kamarnya terbuka lebar dan Anna tidak ada dikamar mandi.Dipandanginya semua foto yang sengaja dipajang didinding.Foto yang diambilnya diam-diam.Dan Anna pasti sudah melihatnya.Secepat kilat Fatur berusaha menuruni tangga dan berlari keluar.Memanggil Anna kencang-kencang mengira kalau sudah terjadi kesalahfahaman karena foto-foto itu.Tapi yang ada hanya desir angin yang berhasil menampar wajahnya.Fatur menyesali kesalahannya.Kesalahan yang  telah berulang kali dilakukan.
                        Anna tidak perduli dengan kegelapan yang bisa saja membawanya kedunia lain.Terus menerobos jalan kecil yang ditumbuhi ilalang dipinggirnya.Mengira kalau ilalang itu akan menjelma menjadi ratusan prajurit yang akan mengangkap dan mengulitinya hidup-hidup.Yang ditakutkan adalah kalau Fatur ada dibelakangnya.Laki-laki psikopat itu pasti akan melakukan sesuatu yang lebih buruk lagi setelah Anna mengetahuinya perbuatannya.Bisa saja dia sudah melakukannya bila tidak mengetahui rahasia yang selama ini ditutupi dengan sangat rapi.
                       Setelah bersusah payah melewati jalan kecil yang gelap dan becek,Anna berhasil sampai kejalan utama.Beruntung sebuah angkutan umum muncul dari kegelapan dan Anna segera menghentikannya.Para penumpang memperhatikan sikap Anna yang seperti habis dikejar-kejar.Begitu juga dengan kakinya yang dikotori lumpur karena Anna sudah mencopot sepatunya.Anna sudah tidak memperdulikan tatapan mereka.Sedikit tenang karena sudah melewati bahaya.Dan tidak seorangpun yang mengetahuinya.
                      Anna masih gemetar meski sudah cukup lama meninggalkan rumah Fatur.Berharap tidak bertemu dengan laki-laki itu.Anna sangat jelas melihat setiap foto yang terpampang didinding kamar Fatur.Semua adalah gambar dirinya dari berbagai tempat.Ada sebuah foto yang paling besar berada ditengah-tengah.Sebuah foto yang tidak pernah dilihatnya.Anna kelihatan masih muda meski garis wajahnya masih tetap sama.Mulai mengingat dimana foto itu dibuat.Tapi Anna tidak mengingatnya sama sekali.Kepalanya seperti tertimpa batu yang sangat besar.Terasa sakit demikian sangat setap kali mencoba memaksa untuk mengingatnya.
                        Nyonya Annisa sangat terkejut melihat putrinya muncul dari balik pintu.Keadaan Anna sangat mengenaskan.Belum lagi sepatah keluar dari mulutnya, Anna jatuh terjelembab diatas lantai.Wanita setengah tua itu berteriak kencang sehingga membangunkan putri bungsu dan anak-anak Anna yang tengah tertidur.Anna memang tidak bisa menahan sakit dikepalanya lagi.Belum lagi baru saja melewati malam yang sangat melelahkan jiwa dan raganya.Anna hanya ingin istirahat.