Secret lover # 8
Jatuh cinta
Mentari kembali bersinar
Kuncup bunga pun mekar dan menebarkan aroma wangi
Membuat setiap mata yang memandangnya berbinar
Setiap hati akan dipenuhi dengan kelopak bunga
Membawa kebahagiaan setiap detiknya
Begitu indah…
Membuat tidak seorangpun mampu menolak keindahannya
Anna terbangun dengan sebuah senyuman diwajahnya.Pagi itu demikian indah dan hati Anna seperti sedang berbunga-bunga.Sesuatu yang pernah dirasakannya bertahun-tahun yang lalu.Sesuatu yang hampir terlupakan dan berharap tidak akan pernah pergi lagi dari hatinya.
Semalam sebuah sms membuat tidurnya sangat nyenyak.Kata-katanya tidak terlalu panjang.Hanya selamat malam dan semoga tidur nyenyak.Tidak ada yang istimewa dan datang bukan juga dari orang yang luar biasa.Entah mengapa Anna merasa melambung begitu melihatnya.Perhatian dari seorang laki-laki yang bukan suaminya.Tapi sosok itu mampu menenangkan hati Anna sehingga melupakan masalah yang sedang dihadapinya.
Pagi tadi ketika Anna membuka mata, SMS itu datang lagi.Selamat pagi dan semoga harimu cerah.Biasa saja, kata-kata yang sudah biasa diucapkan orang.Tapi kali ini juga membuat Anna tersenyum.Anna tidak perduli bila yang dirasakannya suatu kesalahan.Setidaknya hal itu bisa membangkitkan gairah hidupnya.
Anna menghirup udara segar dari laut yang sudah lama tidak dirasakannya.Dia sendiri hampir lupa kapan terakhir berada disana.Merasakan pasir yang menggelitik kakinya ketika sang ombak membawanya menepi.Merasakan wajahnya sedikit hangat ketika sang mentari tidak membiarkannya sendirian.Anna merasa tidak asing dengan suasana seperti itu.Mungkin dulu dia pernah memuja laut namun waktu tidak membiarkan dirinya mendengar panggilannya sedetikpun.
Tapi sekarang Anna sudah berada disana.Membiarkan sang bayu mempermainkan tubuhnya yang sesekali basah tertimpa ombak yang mengajaknya untuk bermain.
“Hai….”
Fatur muncul dari kejauhan sambil melambaikan tangannya.Tidak sampai setengah jam dari terakhir mereka bicara ditelephon.Kini laki-laki itu muncul sambil membawa senyumnya yang mengembang.Anna menyambut lambaian itu.Mungkin Fatur benar-benar seorang penolong dengan sayap yang tidak terlihat.Membuatnya bisa pergi kemanapun dalam waktu singkat.Anna tersenyum dengan pikirannya sendiri.Sifat kekanakannya muncul.Membayangkan sesuatu yang tidak pernah ada didalam dunia nyata.
“Aku tahu kamu pasti menungguku khan…aku lihat kamu tidak berhenti tersenyum begitu melihatku…”
Seperti biasa.Fatur dengan kecongkakannya.
“Aku tidak seperti itu…jangan gee r dulu…”
“Aku membawakanmu kopi…tidak hangat,setidaknya bisa menemani kita…”
“Aku tidak menyuruhmu kesini…”
Fatur hanya tersenyum dengan sikap Anna yang selalu jual mahal.Mungkin itulah sebabnya dia berada disana.Menghilangkan rasa penasaran yang membuatnya tidak bisa tidur.
“Bagaimana dengan cerita novelmu yang baru…apa sudah dapat temanya?”
Anna hanya diam.Masih terus menyusuri sisi pantai dan tidak berniat untuk berhenti.Entah apa yang sedang berkecamuk didalam pikirannya.Wanita tegar itu hanya merasakannya saja.Membuat Fatur sedikit terpengaruh dengan sikap tidak perduli Anna.Membuat darahnya berdesir dan bisa saja melakukan sesuatu yang bodoh.
“Ayolah..kita kebawah pohon kelapa yang lumayan rindang itu…”
Fatur menarik tangan Anna tanpa menunggu persetujuannya.Anna sedikit tersentak tanpa bisa menolak keinginan Fatur.
“Panas semakin terik..apa tidak mengganggumu sama sekali?”
“Aku selalu bersahabat dengan mentari dan tidak pernah merasa terganggu karenanya.Mentarilah yang membuatku terus hidup…jadi tinggallah kalau kamu tidak menyukainya.”
Anna kembali melangkah tanpa berharap Fatur akan mengikutinya.
“Jangan pergi…jangan tinggalkan aku…”
Langkah Anna terhenti.Suara itu…bayangan itu.Pandangan Anna mulai kabur lagi.”Jangan pergi…jangan tinggalkan aku..” Anna pernah mendengar seseorang mengatakan hal itu padanya.Tubuhnya mulai bergetar dan perlahan berbalik arah.Berhadapan dengan bayangan yang selama ini mengganggunya.Bayangan laki-laki yang pernah tinggal dimasa lalunya.Sedetik kemudian bayangan itu bersinar terang.Disana hanya sosok Fatur yang berdiri dengan penuh cemas.Karena beberapa saat kemudian tubuh Anna limbung dan terjatuh diatas pasir.Samar Anna melihat bayangan Fatur berlari sambil memanggil namanya.Kemudian semua menjadi gelap.
“ Kamu harus membicarakannya Anna…semua hanya membuatmu semakin menderita.Jangan biarkan masalah yang sedang kamu hadapi menyiksa batin dan jiwamu.Bicaralah…aku akan selalu disini .”
Anna siuman dan menemukan Fatur masih ada disisinya.Mungkin yang dikatakan Fatur benar.Tapi Anna sangat malu menceritakan tentang masalah yang ada didalam rumahtangganya.Masalah dengan suaminya yang perlahan melupakan cintanya yang dulu begitu besar.
“Yang aku tulis dinovel pertamaku dulu memang cerita nyata.Aku memang kehilangan sebagian masalaluku.Aku tidak mengerti mengapa semua itu terjadi padaku.Aku tidak pernah mengalami kecelakaan yang bisa membuat amnesia.Aku tidak ingat sama sekali awal pertama ketika aku kehilangan ingatan itu.Aku hanya bangun dari tidur dan tidak mengingatnya sama sekali.Seperti ada penghapus waktu yang membuatnya hilang tanpa jejak sedikitpun…”
Anna mendesah pelan.Menghirup minuman yang diberikan Fatur dan membuat tubuhnya sedikit segar.
“Masalalu itu…mungkin bisa kamu dapatkan lagi bila kembali kekota dimana kamu tinggal sebelumnya.Maksudku…masalalu itu pasti ada disana.Ditempat-tempat yang pernah kamu singgahi…dengan orang-orang yang pernah ada didalamnya.Aku akan membantumu untuk menemukan mereka…kalau kamu ijinkan tentunya.”
Anna mendongak dan menatap wajah Fatur lekat.Berharap menemukan kebenaran dari kata-kata yang diucapkannya.Anna memang tidak perlu ragu meski terkadang merasa pernah mengenal sosok Fatur sebelumnya.Mungkin saja dia memang pernah menjadi bagian dari masalalunya.
“Terima kasih…aku sangat menghargai bantuanmu.Hanya saja sekarang hal itu malah menggangguku…aku bahkan berharap tidak akan mengingat masalalu itu.”
“Tidak…jangan lakukan itu.Maksudku…hal itu tidak akan membuatnya menjadi seimbang.Tuhan menciptakan siang dan malam…menciptakan mentari dan bulan untuk menemani mereka.Begitu juga dengan manusia…selalu ada masalalu dan masa depan didalam takdir mereka.Aku malah berharap bisa kembali kemasalalu itu agar bisa memperbaiki masa depan.Berharap bisa berada disaat kamu kehilangan masalalu itu dan membuatnya tetap ada….”
Anna tercengang mendengar ucapan Fatur yang sangat dalam sekali.Mereka belum lama saling mengenal tapi apa yang dikatakan Fatur seakan mereka sudah berteman sangat lama.
“Baiklah…kalau memang hal itu bisa kamu lakukan.Aku akan menunggu apa yang diucapkanmu itu menjadi sebuah kenyataan…”
“Meski pada akhirnya mungkin saja kalau kita bisa menjadi sepasang kekasih…”
Kali ini Anna terdiam.Fatur masih sama seriusnya dengan sebelumnya.Dia kelihatan tidak sedang bercanda.Hal itu membuat Anna kehilangan kata-kata.
“Sudahlah…aku hanya bercanda.Akhirnya kamu kena juga…aku sangat senang sekali bisa mengerjai seorang penulis yang selalu bisa membaca pikiran orang.Sebaiknya kita makan siang…semua ini membuatku jadi kelaparan .”
Anna masih terpaku mendengar ucapan Fatur yang ternyata sedang mengerjainya.Sedikit kesal karena laki-laki itu sudah mempermainkan pikirannya dan sesaat Anna benar-benar terlena.
“Ayolah…atau aku akan menggendongmu…”
Anna segera beranjak dari tempat duduknya dan sedikit berlari menjauhi Fatur.Anna memang sedang kesal tapi tidak bisa berbohong ada sesuatu yang menggelitik dihatinya.Merasa seperti anak tujuh belas tahun dengan pacar pertamanya.Terkadang sifat manjanya terlihat dan Anna tidak mampu menyembunyikannya.
“Ayolah…berikan sedikit petunjuk tentang novel barumu.Satu kalimat juga tidak apa-apa…”
Fatur memang sangat antusias dengan novel baru Anna.Bahkan ketika sedang menyantap makanan pikirannya tidak pernah jauh darinya.Anna tak mampu menahan senyumnya.Bukan karena keinginan yang diutarakan Fatur tapi karena ada makanan yang tersisa disudut bibirnya.
“Ada apa?apa pertanyaanku salah…?”
Anna hanya menggeleng pelan seraya mengambil kertas tissue yang ada didepannya.Fatur baru mengerti ketika Anna menyodorkan tissue itu padanya.Tapi dia hanya mengangkat tangannya seakan memberitahukan kalau tangannya sedang sibuk.
“Jangan memaksaku…aku bukan pacarmu jadi lakukan saja sendiri…”
“Jadi kita harus pacaran dulu agar kamu mau menghapus sisa makanan dimulutku…”
Anna melotot mendengar perkataan Fatur yang sangat tidak pantas.Apalagi laki-laki itu sangat tahu kalau Anna sudah menikah tapi selalu memperlakukannya seperti anak belasan tahun.
Anak belasan tahun…perasaan itu datang lagi.Samar…Anna pernah merasakan perlakuan seperti itu.Perasaan tenang karena ada seseorang yang selalu memperhatikannya setiap waktu.
“Maafkan aku…”
Fatur merasa bersalah ketika melihat raut wajah Anna yang berubah.Apalagi ketika Anna menutup wajahnya dengan telapak tangan seakan ada sesuatu yang sangat mengganggunya.
“bayangan itu datang lagi…sepertinya semakin lama semakin intens dan mulai menggangguku.Kepalaku jadi pusing…”
“Tunggu aku…”
Anna mendongak setelah sadar kalau bayangan Fatur sudah menghilang.Tapi sedetik kemudian muncul lagi dengan membawa sesuatu ditangannya.
“Minumlah…obat ini akan meringankan sakit kepalamu.”
Anna hanya diam terpaku melihat Fatur menyodorkan obat itu kepadanya.Tapi ada tanda tanya besar yang merasuk kedalam pikiran Anna.Perhatian laki-laki itu sangat besar bahkan tidak sebanding dengan perhatian suaminya sendiri.
“Terima kasih…atas perhatianmu.Aku sangat menghargainya…”
Fatur hanya tersenyum seraya kembali duduk dikursinya.Kembali menyantap makanannya meski Anna tahu kalau laki-laki itu berusaha menutupi kecemasannya.
“Novel baruku…menceritakan tentang cinta sejati yang tidak pernah mati.Meski pada akhirnya menyerah ketika sang maut menjemputnya.Penuh airmata…tapi aku ingin menuliskan perasaan manusia yang selalu mengatasnamakan cinta meski badai menerjang hidup mereka.Berbeda dengan novelku yang lain,yang selalu mengutamakan ketegaran.Kali ini hanya ada kepasrahan pada takdir yang dituliskan tuhan…”
Fatur mendongak.Melihat mata Anna berkaca-kaca ketika menceritakan tentang novel barunya.Seakan Anna sedang menceritakan apa yang sedang dirasakannya saat ini.
“ Apa tidak mempergaruhi emosi pembaca novelmu nanti…selama ini mereka, termasuk aku sangat terpesona dengan tulisanmu yang selalu memotivasi setiap manusia untuk bangkit dan melawan takdirnya.Memberi semangat untuk melangkah tanpa harus memikirkan apa yang akan terjadi nanti…Aku sangat kecewa bila novel itu diteruskan tanpa ada semangat hidup didalamnya .”
Anna tertegun mendengar penjelasan Fatur.Tanpa semangat hidup..mungkin seperti itulah Anna saat ini.Terpuruk dan tidak berniat untuk mencari pegangan agar bisa bangkit kembali.
“Mungkin aku memang sudah berubah…setiap jiwa pasti akan goncang bila terlalu banyak beban yang ditanggungnya.Mungkin juga selama ini aku sudah salah…tidak apa-apa kalau menyerah pada takdir.Tuhan tidak memberikan kebahagiaan kepada setiap jiwa yang diciptakannya.Sebagian mereka pasti akan mengalami kesedihan dan kehilangan.Dunia masih terus berputar meski sebagian manusia dibanjiri dengan airmata….”
Anna mendesah diakhir kalimatnya.Fatur tidak ingin memaksanya lagi untuk terlalu keras berpikir.Kehilangan sebagian masalalu adalah sesuatu yang sudah sangat berat apalagi bila harus kehilangan masa depannya.
“Baiklah…kalau kamu berpikiran seperti itu.Seperti juga dengan hujan diluar sana…tidak ada yang ditakuti darinya.Jadi bagaimana kalau kita keluar dan menyambutnya…”
Anna menoleh keluar jendela dan baru sadar kalau diluar sedang hujan.Tapi tidak berarti Anna akan mengikuti kemauan Fatur.Pasti banyak orang yang memperhatikan mereka dan akhirnya pasti ada seseorang yang mengambil gambar.Gambar itu akan terbit dimajalah pagi-pagi sekali dan semua orang pasti goncang.
Tapi Fatur tidak akan diam saja dan menyeret Anna untuk keluar ruangan.Anna tidak mengerti mengapa begitu lemah bila sedang berada dihadapannya.Kekerasan hatinya seakan luntur berganti dengan sifat kekanakan yang ingin selalu dimanja.Mungkin saat ini Anna memang sedang haus kasih sayang.Sesuatu yang seharusnya didapat dari Reza, suaminya.
Fatur mengajak Anna berlarian mengitari taman dan membiarkan badannya kebasahan.Sementara Anna juga terlarut didalamnya dan membiarkan Fatur terus menggenggam jemari tangannya.Mereka berjingkrakan seperti dua anak kecil yang tidak pernah merasakan air hujan.Anna tersenyum lebar dan sejenak melupakan siapa dirinya.Melupakan kalau orang-orang tengah memperhatikan mereka.Melupakan kalau kejadian kecil seperti itu bisa menjadi scandal yang menghebohkan.Hanya lupa seperti masalalu yang hilang dari memori otaknya.
Ditengah guyuran hujan..bayangan samar itu muncul.Anna sangat memuja hujan..membiarkan dirinya kebasahan.Tapi dia tidak sendirian…ada seseorang disampingnya.Sebuah bayangan gelap…laki-laki dari masa lalu itu.
Anna hanya membiarkan sesuatu tumbuh disetiap relung jiwanya,menjalar disetiap nadinya.Membiarkan jantungnya berdebar kencang dan semakin kencang seakan sedang berpacu melawan waktu yang akan menggerusnya sebentar lagi.Waktu yang tidak akan memberikan kesempatan kepadanya untuk meraih apa yang diinginkan.Anna hanya terlena dalam permainan cinta.Terhanyut dan mungkin akan menenggelamkannya.Anna tidak perduli.Anna hanya jatuh cinta…tidak ada yang salah dengan hal itu.