Entri Populer

Minggu, 20 Maret 2011

                                                         secret lover # bagian 3
Sang pengintai


Sang pengintai mulai beraksi
Mencari sesuatu yang telah hilang dari hidupnya
Mencari sesuatu yang pernah singgah dihatinya
Berharap menemukan rembulan yang selalu bersinar
Berharap menemukan mentari dengan cahaya yang tidak pernah padam
Bermimpi menjadi bintang, bermimpi menjadi awan

                        Hari sudah mulai beranjak siang.Sang mentari tanpa malu mengeluarkan semua kekuatannya.Membuat udara yang panas bertambah panas seperti berada didalam kepungan api.
                        Untung saja sang pengintai berada didalam mobil sehingga panas mentari tidak begitu mempengaruhinya.Apalagi dengan bantuan teknologi ac membuatnya seperti berada dipinggir danau es. Kecuali pandangannya sedikit silau ketika sebagian cahaya berhasil menembus kaca mobilnya.
                        Hampir satu jam sang pengintai berada disana.Didepan sebuah rumah yang tidak diketahui pasti siapa penghuninya.Mencoba menghilangkan rasa penasaran yang membuatnya tidak bisa tidur nyenyak.Mencoba menghilangkan rasa ingintahunya tentang seseorang yang dicarinya selama ini.Seseorang yang dulu pernah singgah dihidupnya kemudian menghilang tanpa jejak.
                        Digenggamnya novel itu erat “laki-laki dari masa lalu” judul novel itu.Pengarangnya Rowena Anastasia,seorang ibu rumahtangga yang benar-benar kehilangan sebagian ingatan tentang masa lalunya.Sebuah kisah nyata namun tetap mengganggapnya seperti sebuah mimpi.Sang pengintai membalik novel yang dipegangnya sehingga bisa melihat wajah pengarangnya disana.Seraut wajah yang sangat dirindukannya selama ini.Seraut wajah yang tidak akan bisa dilupakannya meski waktu menggerus kenangan yang pernah tercipta diantara mereka.
                        Sang pengintai sedikit tersentak ketika pintu gerbang terbuka.Sebuah mobil berwarna biru muda keluar dari dalamnya.Biru muda, warna kesukaan Anna.Apa yang diperkirakan sosok itu ternyata memang benar.Anna ada didalam mobil itu bersama dengan dua anak kecil.Anak laki-laki sepertinya yang paling tua dan sedang memakai seragam sekolahnya.Mungkin Anna akan mengantarnya kesekolah.
                        Tidak sedikitpun waktu sia-sia dan sang pengintai tidak mau kehilangan kesempatan itu begitu saja.Memegang erat kameranya dan mengambil gambar sepuasnya.Sampai mobil yang membawa Anna menghilang disebuah tikungan.Sang pengintai hanya bisa mengutuk waktu yang berjalan sangat cepat.Tidak memberinya kesempatan lebih lama lagi dan menebus semua kerinduan yang selama ini dirasakannya.
                        Yang tertinggal hanya derup jantung yang berdetak kencang dan napas yang tersengal-sengal.Bisa saja Sang pengintai mengejar mobil Anna dan menghentikannya.Muncul dihadapannya dan berkata bahwa dialah laki-laki yang ada dimasa lalunya.Laki-laki yang tidak bisa dingatnya namun selalu muncul disetiap mimpinya meski hanya berbentuk bayang samar-samar.
                        Tapi tidak,waktunya belum tepat.Sang pengintai baru saja melakukan aksi pertamanya.Masih banyak waktu dan tidak berniat mengejutkan Anna dengan kehadirannya yang tiba-tiba.Kalaupun waktunya telah tiba,sang pengintai ingin semua berjalan senatural mungkin.Berharap Anna tidak curiga dengan kehadirannya dan menganggap semua hanya kebetulan saja.
                        Sang pengintai hanya mengingat hari-harinya berlalu dengan sangat membosankan.Mengharapkan masa lalu akan kembali dan menghampirinya tanpa usaha sendikitpun.Bertahun-tahun menunggu dan hanya sia-sia belaka.Sesuatu yang sangat diharapkannya itu tidak pernah datang.Sebuah kebahagiaan yang pergi begitu saja tanpa sebab.Mencarinya pada sosok yang berbeda namun rasa itu tidak pernah sama.
                        Tapi hari itu sudah membuatnya sendikit tenang.Seseorang yang pernah memberinya kebahagiaan itu sudah nampak didepan matanya.Kebahagiaan yang pernah hilang dan akan dimilikinya lagi dalam waktu yang tidak begitu lama.
                        Sang pengintai langsung duduk didepan meja computer begitu sampai dirumahnya.Memasukan gambar yang baru diambilnya dan menyimpannya kedalam memori.Membuatnya lebih besar sehingga bisa lebih puas memandangi wajah wanita yang selalu ada didalam hatinya itu.
                        Kemudian perasaan itu kembali singgah direlung hati sang pengintai.Merasakan dadanya berderup kencang dan semakin kencang.Menyentuh lembut wajah yang muncul dilayar monitor dengan ujung jarinya.Seakan waktu yang telah memisahkan mereka tidak lagi menjadi halangan.Menyatukan mereka untuk selamanya dan tidak sedetikpun berniat untuk memisahkan mereka lagi.
                        Raut wajah Anna memang sedikit berbeda dengan beberapa guratan disekitar mata dan keningnya.Waktu memang sudah memberikan tanda itu mengira tidak seorangpun yang akan mengenalinya lagi.Tapi tidak bagi sang pengintai.Yang ada dihadapannya masih sama ketika mereka pertama kali bertemu dulu.Seorang gadis kecil yang sedikit tomboy dengan rambut yang selalu dipotong pendek.Muncul dengan segala keluguan dan ketulusan hatinya.Merasakan benih-benih cinta tumbuh perlahan-lahan seperti mata air yang membelah permukaan bumi.Mengikis bebatuan dan memberikan kesejukan disetiap tetes airnya.Namun ketika benih cinta itu mulai mekar, sang waktu telah membawanya pergi.Menghilang kembali kedalam perut bumi tanpa bisa dilacak keberadaannya.Meninggalkan sang pengintai dengan semua rasa yang terlanjur mengalir disetiap titik nadi ditubuhnya.
                        Hari esok menyambut sang pengintai dengan penuh senyuman.Kembali berada ditempatnya kemarin.Menyembunyikan mobilnya dibawah pohon yang sedikit rindang.Mengambil beberapa gambar sekitar rumah dan menunggu sampai Anna muncul dengan mobil birunya.Kali ini Sang pengintai tidak tinggal diam.Mengikuti mobil yang dikendarai Anna dengan perlahan agar tidak dicurigai.Menutupi sebagian wajahnya dengan topi yang sedikit lebar meski tidak yakin kalau Anna bisa mengenalinya.
                        Didalam buku novel karangannya Anna menulis masalalunya hilang sama sekali tak berbekas.Tak ada satupun sosok yang ada didalam ingatannya.Sosok orang-orang yang pasti pernah berada didekatnya.Sepertinya Anna pernah mengalami kecelakaan fatal dan mengindap penyakit Amnesia tapi peristiwa itu tidak pernah terjadi.Bayangan itu hanya gelap seperti berada didalam bawah tanah tanpa sedikitpun cahaya yang berhasil menembusnya.Yang dirasakannya hanya sebuah kesedihan tanpa sebab.Yang membuatnya terjaga ditengah malam dengan bersimbah airmata.
                        Sang pengintai sangat tahu mengapa airmata itu mengalir dipipi Anna meski tanpa tahu apa penyebabnya.Ada sebuah kisah dimasa lalunya yang hilang itu.Dimana ada sosok sang pengintai dan memberikan semua kesedihan itu.Sang pengintai sangat menyesal mengapa yang ada didalam masa lalu itu hanya kesedihan dan airmata.Padahal saat-saat pertama dulu selalu ada canda tawa dan senyuman mengembang disudut bibir Anna.Senyuman yang selalu menemani sang pengintai sebelum tertidur.Senyuman tulus yang tidak seorangpun bisa memilikinya selain seorang gadis bernama Rowena Anastasia…
                        Mobil yang dikemudikan Anna berhenti didepan sebuah gedung sekolah yang tidak begitu besar.Bersamanya juga banyak anak-anak kecil yang juga diantar orangtuanya.Kali ini mereka hanya berdua tanpa kehadiran gadis kecil seperti hari kemarin.Penampilan Anna juga sedikit rapi seakan ingin pergi kesebuah tempat.Sang pengintai tidak ingin ketinggalan dan terus membuntutinya.Tak ingin terlewat satu detikpun karena akan membuatnya mundur kembali ketahun-tahun sebelumnya.Tahun dimana penuh penantian panjang tanpa akhir.
                        Anna menghentikan mobilnya disebuah taman yang tidak begitu jauh dari sekolah putranya.Sang pengintai berusaha menyembunyikan kepalanya dibawah setir mobil berharap Anna tidak menyadari kehadirannya.Anna memang tidak curiga sama sekali dengan keadaan disekitarnya.Wanita itu terus berjalan dengan langkah ringan sambil menjinjing tas laptopnya.
                        Kini sang pengintai yang tidak mampu mengendalikan hatinya.Melihat kilauan riak air dari danau yang berada ditengah taman.Ingatannya kembali ketempat dimana mereka bertemu dulu.Waktu itu memang bukan sebuah danau tapi hanya kolam kecil.Bola yang sedang mereka mainkan tercebur kedalam kolam itu.Tanpa takut sedikitpun Anna masuk kedalam kolam dan mengambil bolanya.Pakaiannya basah kuyup namun Anna tidak memperdulikannya.Dia hanya tersenyum seraya memberikan bola itu kepada sang pengintai.Sebuah senyuman yang tercipta diatas penderitaan karena setelah itu Anna jatuh sakit.
                        Anna memilih duduk bersimpuh diatas rumput padahal ada sebuah bangku taman tidak jauh darinya.Hanya saja disana memang agak panas dan tempatnya sekarang cukup rindang.Langsung membuka laptopnya dan beberapa detik kemudian sudah tenggelam didalam jalan cerita yang sedang dibuatnya.Anna kelihatan sangat serius seperti tidak berada ditempat itu.Membiarkan sang bayu mempermainkan rambutnya dan beberapa daun kering jatuh tepat diatas kepalanya.
                        Sang pengintai mulai memainkan kameranya.Menyadari daun kering  menghiasi rambut Anna.Berharap berada disampingnya dan membuang daun kering itu.Tapi kenyataannya dia masih berdiri disana.Diam tanpa bergerak sedikitpun meski angin berusaha mendorong tubuhnya.Hanya bisa menahan napas dan membuangnya sekaligus berharap keberanian itu datang.Merasa menjadi seorang pengecut dan tidak berhak berada disampingnya.
                        Sang pengintai membiarkan  mobil Anna bergerak meninggalkan taman.Terdiam tanpa hembusan napas sedikitpun sambil memejamkan mata.Mengira matanya tidak terbuka lagi, mengira tidak bisa merasakan hembusan napas keluar dari hidungnya.Terkadang kenangan itu sangat menyiksanya.Menyadari kenangan itu tidak bisa kembali dan hanyalah bagian dari masa lalu.Masalalu yang akan dilupakan siapapun yang pernah mengalaminya meski mereka tidak berada dalam kondisi seperti Anna.Melupakan sesuatu yang tanpa sengaja dilakukannya, melupakan keadaan yang juga dipenuhi dengan cinta dan bukan hanya kepahitan.