Entri Populer

Jumat, 22 April 2011


Secret lover # bag kelima
Ulang tahun
                       


Sebuah kelahiran
Dengan begitu banyak cinta yang mengelilinginya
Sebuah kelahiran
Tanpa airmata dan hanya ada canda tawa
Sebuah kelahiran
Ketika cinta itu pergi,ketika airmata menggenangi hati
Yang ada hanya sebuah senyuman…senyuman getir



                        “Maafkan aku..aku tidak bisa pulang secepatnya.Mungkin dua hari lagi, kalau aku tidak salah.” 
                         Jawaban Reza dengan tanpa penjelasan diujung telephone.Anna tidak menuntutnya untuk pulang besok.Sepertinya hari ulang tahunnya tidak begitu penting bagi Reza dan Anna tidak pantas untuk mengingatkannya.Tetap saja Reza tidak bisa pulang.
                        “Baiklah..aku mengerti.Jagalah kesehatan dan jangan tidur terlalu malam.Aku khawatir bronchitismu akan kambuh lagi.”
                        Anna menutup gagang telephone dengan pasrah.Semua gairah sirna begitu saja.Terasa hambar bahkan Anna merasa ujung lidahnyapun menjadi beku.
                        Besok adalah hari ulangtahunnya.Seperti biasa Reza tidak pernah mengingatnya.Seperti tahun kemarin, dilalui Anna sendirian.Menjadi biasa meski dengan sedikit harapan.Berharap gairah itu akan bangkit kembali.Membuat hidupnya kembali berwarna meski sampai sekarang masih saja buram.
                        “Bunga ini untuk ibu…” seorang laki-laki muda berdiri didepan Anna dengan serangkaian bunga ditangannya.
                        “Siapa yang mengirimnya?apakah suamiku?”
                        “Tidak tahu bu…disini cuma ada nama dan alamat ibu.Mohon diterima..”
                        Dengan tidak begitu yakin Anna menerima bunga itu.Mungkin saja Reza ingin memberinya kejutan.Siapa yang tahu nanti malam dia akan muncul dan memberinya ucapan selamat.Sebuah senyuman mengembang disudut bibir Anna.Begitu manis…
                        Disebrang jalan sebuah bayangan menarik napas panjang setelah melihat senyuman Anna.Sepertinya dia sangat merindukan senyuman itu.Senyuman yang tetap sama meski waktu berputar lebih cepat.Tidak ada yang tahu…mungkin saja senyuman itu akan tetap sama meski dikehidupan selanjutnya.

                        Malam itu berlalu begitu saja.Reza tidak menelephone apalagi pulang seperti yang diharapkan Anna.Mungkin tidak akan begitu kecewa karena Anna sudah berencana mengajak kedua anaknya kemall untuk merayakan ulangtahunnya.Hanya saja ada sesuatu yang hilang dari hatinya.Sebuah kebahagian tidak akan lengkap bila sebagian itu tidak ada ditengah mereka.
*****
                        Anna menatap lekat kedua anaknya yang tengah bermain.Keceriaan mereka sudah mengobati hatinya yang sedikit terluka.Meski pikiran buruk itu terkadang masih menyelinap dihatinya.Bayangan wanita didalam Vcd itu berkelebat seakan ingin menikamnya dari belakang.Anna berpikir apa yang dilihat Reza darinya.Wanita itu memang cantik meski terlihat lebih manja tapi Anna bisa menebak  mereka seumuran.Penampilan modern dengan lipstik berwarna merah terang menghiasi bibirnya.Seakan dia tidak ingin menutupi siapa dirinya sebagai seorang wanita penggoda.
                        Dari dulu Reza mengenal Anna sebagai seorang wanita yang sedikit tertutup.Apalagi dengan kehilangan sebagian masalalunya.Anna seperti orang dilahirkan tanpa melewati masa kecil.Menjadikannya seorang wanita tanpa pegangan.
                        Reza mengajaknya kespikiater dan disana Anna disuruh menuliskan apa yang dirasakannya selama ini.Bahkan mencoba menebak masalalu yang telah hilang itu.Begitu juga dengan sosok laki-laki yang terkadang muncul dimimpinya.Menjadikannya menjadi seorang penulis terkenal ketika buku yang ditulisnya banyak dipuji orang.
                        Anna menerima lamaran Reza ketika tidak ada oranglain disampingnya.Hanya Reza yang selalu mendukung apapun yang dilakukan Anna untuk hidupnya.Anna sangat ingat apa yang dikatakan Reza dulu.Biarkan masalalu itu tetap hilang dan bayangan laki-laki itu adalah dirinya.Apa yang hilang akan diberikannya kembali dan membuat masalalu menjadi masa depan.
                        “Hallo…kita bertemu lagi…”
                        Anna tersentak kaget dan layar lamunannya lenyap begitu saja.Berganti sosok laki-laki yang pernah bertemu dengannya beberapa hari yang lalu.Anna tidak begitu ingat siapa namanya.Hanya saja Anna tidak mengerti mengapa laki-laki itu ada disana.
                        “Apa yang kamu lakukan disini?Kamu tidak sedang menjaga anakmu khan ?”pertanyaan Anna sedikit menyindir.Tapi laki-laki itu hanya tersenyum bahkan berani duduk disampingnya.
                        “Aku masih single…apa tampang kerenku ini terlihat seperti bapak-bapak?”
                        Anna melotot.Laki-laki itu sangat tidak tahu malu.Padahal mereka hanya bertemu satu kali dan laki-laki itu bersikap seperti sudah lama mengenalnya.
                        “Pergilah..aku tidak ingin ada wartawan yang melihat dan menulis tentang hal yang tidak-tidak tentang kita .”ucapnya pelan sambil pura-pura tidak melihat Tapi laki-laki itu malah semakin antusias.
                        “Menulis tentang apa ?pacar gelapmu?”
                        Anna kembali melotot.Ucapan laki-laki itu sangat kurang ajar dan harus mendapatkan pelajaran.Hanya saja Anna tidak ingin orang disekitarnya terganggu.Bahkan bisa membuat namanya jelek karena marah-marah didepan banyak orang.
                        “Hei…jangan buat aku marah yach.Aku bisa saja menghubungi polisi kalau kamu menggangguku terus menerus .”
                        “Oke…aku tidak akan mengganggumu dan hanya duduk manis disini .”
                        Sebenarnya Anna sangat terganggu dengan kehadiran laki-laki itu. Tapi disana adalah tempat umum dan siapapun tidak dilarang untuk duduk dimanapun termasuk disebelah Anna.Tapi sangat jarang ada laki-laki yang duduk disebelah wanita.Mereka terkadang berdiri dipinggir ruangan sambil menikmati rokoknya.Laki-laki itu jelas-jelas ingin menyulut kemarahan Anna.Meskipun Anna berusaha keras untuk menahan dirinya.
                        “Hai..mereka pasti anak-anakmu khan?” tanya laki-laki itu seraya melambaikan tangan.Anna tahu pasti kepada siapa laki-laki itu melambaikan tangan dan hal itu sangat tidak disukainya.
                        “Tolong…sekali lagi aku minta tolong.Pergilah jangan rusak suasana bahagia kami.”
                        Laki-laki itu berhenti tersenyum dan menurunkan tangannya.Menarik napas panjang seakan ada sesuatu yang menyesakan dadanya.
                        “Mereka memang sedang senang…tapi aku tidak tahu dengan suasana hatimu.Kalau kamu tidak sedang melamun pasti sudah melihat lambaian mereka dari tadi dan tidak membuat mereka kecewa.”
                        Anna tidak mengerti apa yang dimaksud laki-laki itu.Tapi kedua anaknya memang sedang melambaikan tangan dan kali ini Anna melakukannya juga.
                        “Aku tidak tahu maksud perkataanmu tapi sepertinya kamu sudah mengawasiku.”
                        “Terserah apa yang kamu pikirkan tentang aku.Tapi aku ingin suasana hati mereka tidak cepat berakhir…”
                        Anna benar-benar tidak mengerti ucapan yang keluar dari mulut laki-laki itu.Tapi sedetik kemudian dia sudah menarik tangan Anna dan membawanya memasuki arena bermain.Disana memang ada sebagian orang tua yang mendampingi anak mereka.Tapi laki-laki itu bukan siapa-siapa dan tidak berhak untuk berada disana.
                        Entah apakah Anna sudah benar-benar gila ataukah kegelisahan hidup mulai mempengaruhi keputusannya.Saat ini Anna memang sedang dilanda kebingungan tapi seharusnya tidak semudah itu membiarkan orang asing masuk kedalam hidup apalagi keluarganya.
                        Fatur…yach Faturahman namanya, Anna baru saja ingat.
                        Atau mungkin sikap laki-laki asing itu yang sangat mudah bergaul.Kedua putra Anna tidak memperdulikan siapa dia tapi bagaimana sikapnya.Mereka tertawa gembira .Seharusnya ayah merekalah yang ada disana.
                        Anna cukup mengerti keinginan kedua anaknya.Selama ini Reza jarang sekali bermain bersama mereka.Kesibukan sudah benar-benar menjadi jurang diantara mereka.Anna hanya tidak ingin membuat keriangan mereka hilang hanya karena perasaan sentimental yang sedang menyelimutinya.
                        “Ya…hore, aku mau om….”
                        Terdengar teriakan Raka setelah Fatur membisikan sesuatu ditelinganya.Dia kelihatan sangat gembira sampai berteriak sekencang itu.Anna yang sedang bermain dengan putrinya menoleh dan menemukan senyuman licik disudut bibir Fatur.
                        “Mom…aku sudah selesai.Sekarang aku mau es cream…” pintanya pasti seakan Anna mau menurutinya.
                        “Tapi sayang…kamu khan sedang …”
                        Anna mungkin akan mengingatkan anak kecil itu dengan penyakit batuknya.Tapi Raka sudah keluar arena dan berlari entah kemana.Anna sangat panic dan takut kalau putranya itu akan hilang.
                        “Sudahlah…aku akan bersamanya.Kamu menyusul saja nanti…”
                        Anna hanya terpaku melihat bayangan Fatur sudah menghilang dikerumunan orang.Dia akan menyusul Raka tapi bagaimana kalau dia malahan menculiknya.Anna tidak tinggal diam dan berharap dapat menemukan mereka secepatnya.
                        Terlihat sosok Fatur berdiri disebuah restorant ice cream sambil melambaikan tangannya kearah Anna.Raka tidak bersamanya.Ditangannya memegang Ice cone dan menyodorkannya kepada Anna meski mereka masih jauh.
                        Bayangan itu datang lagi.Sosok buram dengan sebuah senyuman tengah menyodorkan ice cone untuknya.Anna seperti menembus dinding waktu meski yang dilihatnya hanya seperti sebuah fathamorgana.Ice cone kesukaannya dengan toping strowberri diatasnya.Sekejap bayangan itu sirna.Berganti dengan seorang laki-laki tapi dengan senyuman yang hampir sama.
                      
                        “Mana anakku….dimana Raka?”
                        Fatur hanya tersenyum seakan tidak memperdulikan suasana hati Anna yang benar-benar panic.
                        “Ambilah ice cone ini dulu,sebentar lagi akan meleleh…
                        “Bagaimana kalau Raka tidak ada dan kamu sudah menghilang…Aku akan mencarimu dan membunuhmu dengan tanganku sendiri.”
                        Fatur tertawa keras seperti mendengar lelucon yang sangat lucu.Anna sendiri tanpa sadar memegang lengan Fatur dan mencengkramnya kuat-kuat.
                        “Kamu kira aku adalah seorang penculik…seperti cerita detektif saja.Apakah cerita yang sedang kamu tulis sekarang tentang cerita seperti itu.Apakah kamu menjadikan aku sebagai ide ceritamu…?”
                        Anna tersadar ketika Keisya putrinya menarik ujung bajunya.Membuat Anna harus bisa mengendalikan diri dan tidak membuat putrinya itu juga ikutan cemas.
                        “Sudahlah…jangan buat anakmu itu paranoid sepertimu.Aku tidak akan kemana-kemana dan anak laki-lakimu itu masih ada disana.Lihatlah…dari sini juga sudah kelihatan…”
                        Anna menoleh ketempat yang ditunjuk Fatur.Disana memang terlihat Raka putranya.Dia kelihatan sedang menikmati ice cream secangkir besar sehingga tidak memperdulikan keadaan disekitarnya.Membuat Anna merasa sangat bersalah.
                        “Maafkan aku…”
                        Fatur hanya tersenyum.Dengan sedikit malu Anna mengambil ice cone yang disodorkan Fatur.Anna tidak menunggu sampai sosok itu hilang.Dia bergegas menghampiri putranya dan memeluknya erat.
                        “Sudahlah mom…jangan buat aku malu .” ucapnya sambil sedikit meronta.Anna Sadar Raka sudah mulai besar.Tapi Anna tidak bisa membayangkan kalau harus kehilangannya sampai tanpa sadar memeluknya cukup erat.
                        “Hai…kata Raka ada yang ulang tahun.Jadi aku hanya bisa memberikan ini untuknya…”
                        Tak berapa lama kemudian Fatur muncul dengan kue ulangtahun kecil ditangannya.
                        “Tidak ada yang harus dirayakan disini…Aku harap bawalah kue itu karena kami akan segera pergi.”
                        “Tapi mom..kue itu kelihatan sangat enak sekali.Aku mau cerrynya mom..bolehkan?” seraut wajah mungil membuat Anna dilanda keresahan.Disatu bagian tidak ingin kehadiran Fatur lebih jauh lagi masuk kedalam keluarganya tapi dibagian lain kedua anaknya sangat mengidolakannya.
                        “Baiklah sayang…kita akan mencobanya sedikit .”
                        Akhirnya Anna mengalah.Membiarkan Fatur memandu mereka untuk menyanyikan lagu ulang tahun untuknya.Meniup lilin harapan untuk menyenangkan hati mereka.Untuk itulah Anna ada disana.Menyenangkan hati kedua putranya meski saat ini kesedihan sedang menyelimuti hatinya.
                        Anna tidak mengerti mengapa Fatur begitu mudah masuk kedalam hidupnya.Sebuah kebetulan atau hanya rekayasa.Anna tidak bisa menebaknya dengan pasti.Anna hanya berusaha mengikuti air yang mengalir.Yang akan membawanya ketempat tujuan akhir.
                        Malam itu sosok yang selalu diimpikannya kembali muncul.Laki-laki dari masa lalu seperti judul novel pertamanya.Kali ini Anna tidak terjaga dari tidurnya.Terasa begitu nyaman seperti ada sesuatu yang mengisi relung hatinya.Membiarkan sang malam membawa rintik hujan seakan ingin menina bobokannya.Sementara bulan dan bintang hanya tersenyum dibalik awan hitam.Membuatnya semakin terlelap..dan terus terlelap.

Jumat, 15 April 2011

Secret lover# bag keempat
Sebuah kecurigaan


Sebuah kecurigaan
Muncul dengan keangkuhannya
Tanpa memberi kesempatan
Menggilas setiap detik yang berlalu
Menggoda kekuatan hati
Membuatnya goyah
Mencampakannya kedalam kesunyian dan kesepian


                        Terkadang semua orang pasti pernah merasakan berada dititik puncak kegelisahan.Ketika semua yang dilakukan menjadi serba salah tanpa ada kesempatan untuk memperbaikinya.Berharap waktu akan mundur dan menghapus semua kesalahan itu tanpa jejak sedikitpun.
                        Anna merasa berada dititik nadir yang akan membuat jiwanya semakin hampa.Harus melakukan sesuatu sementara dia tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya semula.
                        Menggenggam erat vcd titipan sekertaris suaminya namun tangannya masih tetap gemetar.Bukan hanya vcd itu yang jadi persoalan melainkan kata-kata yang diucapkan Donna sekertaris suaminya itu tadi pagi.Reza memang sedang tidak ada dirumah.Kemarin sore dia berangkat keBandung untuk seminar.Mungkin dua hari lagi dia baru pulang dan Anna berharap sebelum hari ulang tahunnya tiba.
                        “Saya sudah memikirkan untuk memberikan vcd ini kepada ibu sejak seminggu yang lalu.Terasa sangat berat karena menyangkut perasaan seorang wanita.Tidak banyak yang harus saya katakan.Tapi perhatikan isi vcd ini baik-baik.Ada sesuatu…mungkin juga tidak.Semuanya tergantung ibu sendiri bagaimana menyikapinya.Saya harap semua akan baik-baik saja….”
                        Saat itu Anna tidak mengatakan apapun meski menerima vcd yang diberikan Donna.Tidak ingin kecurigaannya terbukti dan lebih berharap kalau pikiran buruknya selama ini salah.Namun Anna harus mengakhiri semua kegelisahan dihatinya.Memberanikan diri untuk melihat isi vcd itu meski dengan dada yang berdebar-debar.
                        Tidak ada yang salah dengan isi vcd itu.Hanya suasana seminar yang diikuti oleh staf kantor dimana suaminya bekerja.Tapi tidak ada Reza disana.Kemudian gambar berganti dan disanalah Anna menemukan kecurigaannya selama ini memang tidak salah.
                        Ada seorang wanita cantik disamping Reza.Mereka hanya berbicara tapi sikap wanita itu kelihatan sangat mesra.Bahkan Reza membiarkan saja ketika wanita itu memeluknya dan sebuah senyuman menghiasi sudut bibirnya.Tanpa penolakan…tanpa ingatan statusnya sebagai seorang suami dan ayah bagi anak-anaknya.
                        Anna hanya terdiam dan berusaha untuk menahan perasaannya.Seharusnya saat itu dia merasakan sebuah kemarahan yang luar biasa.Tidak ada seorang wanitapun yang kuat melihat suaminya bersama wanita lain.Mungkin saja Anna pingsan saat itu juga atau menghubungi suaminya kemudian memakinya sampai puas.Tapi Anna tidak melakukan apapun.Hanya seperti menelan pil pahit, terasa getir diujung lidahnya.
                        Ada sesuatu yang aneh pada diri Anna.Ketidakacuhan suaminya kini menular padanya.Perlakuan Reza yang tidak pernah melihatnya istimewa sebagai istri ataupun seorang ibu.Membuat Anna menjadi seorang wanita yang tidak berguna didepan suami atau siapapun.Semua itu membuat hati Anna membeku meski terkadang masih ada sedikit kekuatan untuk bisa bernapas.Anna tidak tahu mengapa bisa bertahan selama ini.Karena sedikit lagi napasnya akan terhenti dan jantungnya tidak akan berdetak lagi.
                        Tapi gambar itu tidak bisa membuktikan apapun.Masih ada sebuah keyakinan dan Reza takkan sanggup melakukan hal yang lebih buruk lagi dibelakang Anna.Kekuatan cinta mereka terlalu kuat.Bahkan godaan seberat apapun tidak akan mengoyahkan cinta mereka berdua.
                        “Mommy…..”
                        Suara itu mengagetkan Anna.Suara yang sangat dikenalnya.Putri kecilnya terjaga dan tidak menemukan Anna disampingnya.Cepat dimatikannya Vcd itu berharap Keysha tidak sempat melihatnya.Putrinya itu memang sedang melatih bicaranya.Terkadang sangat ketus dan sedikit mengesalkan.Tapi ingatannya sangat jelas dan tidak akan bisa merahasiakannya dari siapapun.
                        Untuk sementara Anna menyimpan Vcd itu tanpa sempat memikirkan kapan harus mengeluarkannya.Berharap akan lupa dan membuat benda itu menjadi debu.Tertiup angin dan menerbangkannya kenegeri antah berantah.
*****
                        Anna menghentikan mobilnya ketika merasa ada yang salah dengan bannya.Dan perkiraannya benar setelah melihat ban mobilnya itu kemps bahkan tidak ada sedikitpun angin yang tersisa didalamnya.Benar-benar kejadian yang mengesalkan apalagi  Anna tidak membawa ban serepnya.Terakhir ini pikirannya memang sangat kacau dan tidak mengingat hal yang biasa dilakukannya.Sehingga menjadi orang yang tidak berdaya dan berharap ada seseorang yang mau membantunya.
                        Sebuah mobil jip berhenti ketika Anna melambaikan tangannya ditengah jalan.Hal itu terpaksa Anna lakukan setelah beberapa mobil tidak memperdulikannya dan berlalu tanpa menoleh sedikitpun.
                        Seorang laki-laki bertubuh tegap keluar dari mobil dan langsung mendekati Anna.Melangkah pasti tanpa beban sedikitpun karena Anna telah menyita waktunya.
                        “Ada yang aku bantu ?”
                        Laki-laki itu membuka kacamatanya dan membuat Anna sedikit nyaman.Dengan memakai kacamata hitam membuat laki-laki itu terlihat sedikit sangar.Tapi setelah melihat matanya Anna kelihatan lebih santai.
                        “Aku…aku sangat bodoh karena tidak membawa ban serep.Aku berharap kamu mau menolongku menariknya sampai kebengkel terdekat…”
                        Laki-laki itu menganggukkan kepalanya.Sepertinya dia memang berniat menolong Anna.
                        “Aku akan menariknya….bocornya sangat parah.Kapan terakhir kali kamu menggantinya…sepertinya ban luarnya sudah botak dan harus diganti dengan yang baru.”
                        Anna kelihatan salah tingkah.Dia baru sadar kalau ban mobilnya itu memang sudah botak.Parahnya Anna sama sekali lupa kapan menggantinya dengan yang baru.
                        “Aku..baru pulang dari luar kota jadi tidak sempat menggantinya.Bagaimana kalau kamu tarik saja mobil ini sekarang ?”
                        Laki-laki itu mendongak seperti tahu kalau Anna sedang berbohong.Tapi kemudian dia berdiri sambil tersenyum tipis.Senyuman yang sangat manis.Anna terhenyak melihatnya seperti pernah melihat senyuman itu.Tapi sama sekali tidak ingat tempat dan waktunya.
                        “Terima kasih….”
                        Tidak lama mereka sudah berada didalam bengkel.Tapi kelihatannya laki-laki itu tidak puas dengan hanya mendapatkan ucapan terimakasih dari Anna.
                        “Baiklah…mungkin ini bisa mengganti waktumu yang sudah terbuang .”
                        Anna mengeluarkan selembar uang seratus ribu dan menyodorkannya kepada laki-laki yang sudah menolongnya.Tapi wajahnya langsung berubah seakan tidak senang dengan perlakukan Anna.
                        “Waktuku tidak bisa dihargai dengan uang itu, terlalu sedikit .”
                        Anna kelihatan sangat terkejut mendengar ucapannya.Ternyata dia matre juga atau mungkin laki2 itu pemilik bengkel dan sengaja menebarkan paku dijalan sehingga membuat ban mobilnya bocor.Bisa saja Anna berkeras kalau tidak ingin menjadi perhatian orang.Beberapa pekerja sudah memperhatikannya dari pertamakali datang.Ada yang berbisik dan teman yang satunya mengangguk.Anna yakin mereka mengenalinya sebagai seorang penulis terkenal.
                        “Tenanglah…aku hanya ingin kamu mengganti waktuku yang sudah terbuang itu dengan segelas kopi.Tentu saja harus ada kamu yang menemaniku…setidaknya sambil menunggu ban mobil selesai dipasang .”
                        “Segelas kopi yach…bukankah masih terlalu pagi untuk minum kopi lagi.Atau kamu seorang maniak kopi ?”
                        Laki-laki itu hanya tersenyum tipis.Anna baru sadar umurnya mungkin hampir sama dengannya.Dia tidak begitu muda dengan raut wajah yang sedikit berwibawa.Anak-anak muda biasanya tidak lepas dari tawa dan banyak bicara.Tapi laki-laki itu bicara seadanya dan langsung keinti masalah.
                        “Kamu tahu sendiri bagaimana seorang maniak kopi…sebagai seorang penulis bukankah kopi seperti vitamin bagimu ?”
                        Anna sudah tahu kalau laki-laki itu pasti mengenalinya sebagai seorang penulis.Didalam bukunya Anna tidak pernah menuliskan tempat tinggalnya tapi wajhnya pasti gampang dikenal.Anna selalu melalui jalan yang sama terakhir ini.Kesekolah ataupun kekantor penerbitnya.Mungkin juga beberapakali ketaman kalau idenya sedang tumpul.
                        “Namaku Faturrahman…Fatur saja juga boleh .”
                        “Nama tidak begitu penting bagiku…lagipula kita hanya bertemu sekali dan mungkin saja tidak akan bertemu lagi.Lalu…untuk apa mengingat semua nama kalau kejadian hari ini akan terlupakan .”
                        Terdengar suara desahan napas yang terasa berat.Bukan dari Anna…tapi dari laki-laki yang baru saja ditemuinya.Dia menatap Anna lekat seperti ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.
                        “Aku ingin tahu…apakah benar bukumu itu berdasarkan kisah nyata?”
                        “Aku merasa ini seperti sebuah wawancara…kamu bukan dari media manapun khan?” Anna balik bertanya.Dia mulai merasa sudah dimanfaatkan dengan alasan secangkir kopi.
                        “Tidak…bukan begitu.Aku pernah membaca bukumu tentang “laki-laki dari masa lalu ”.Cerita itu begitu nyata…tapi apakah sosok laki-laki itu benar-benar ada didalam hidupmu.Apakah kenangan itu tidak pernah kembali lagi sampai sekarang ?”
                        Anna tidak menjawab pertanyaan laki-laki yang bernama Fatur itu.Dia memilih cepat menghabiskan kopinya dan berniat untuk segera pergi.
                        “Maafkan aku…apakah kamu tidak pernah berbagi kisahmu dengan seorang fans.Anggaplah aku ini salah satu dari fansmu..apakah tidak ada jawaban satupun dari semua keingintahuanku ?”
                        Anna mendongak.Mata laki-laki itu berbinar seakan mengharapkan sesuatu yang sangat besar.Anna seperti pernah melihat cahaya itu.Hanya sebuah bayangan kabur tapi seakan begitu sangat dikenalnya.
                        “Kalau memang kamu berpikir kalau novelku itu berdasarkan sebuah kisah nyata, berarti apa yang kuharapkan menjadi kenyataan.Aku hanya sedikit mempermainkan emosi setiap pembacanya.Lagipula semua orang tidak mungkin bisa mengingat setiap detik waktu yang pernah terlewatinya.Ada sebagian yang hilang…aku rasa itu bukan masalah besar .” ucap Anna sambil menghirup kopi terakhirnya.
                        “Terimakasih atas bantuanmu dan aku sudah membalasnya.Jadi aku tidak punya hutang apapun padamu…”
                        Bayangan Anna berlalu dan laki-laki bernama Fatur masih tidak bergeming dikursinya.Jawaban yang sangat datar.Tidak menyangka gadis didalam buku novel yang ditulisnya sangat berbeda dari aslinya.Gadis itu sangat rapuh dan selalu bersimbah airmata.Sementara penulisnya seorang wanita tegar dan sedikit ketus.Kepribadian yang bertolak belakang meski Fatur yakin kalau mereka adalah orang yang sama.
*****
                        Malam semakin larut dan dingin.Anna merapatkan jaketnya ketika hawa dingin berhasil menyergapnya.Reza belum pulang juga.Sudah tiga hari berlalu.Hanya beberapakali Anna mendengar suaranya dan menanyakan keadaan kedua putra mereka.Tanpa menanyakan keadaannya sedikitpun.Anna tidak ingin bicara banyak karena bisa saja akan menanyakan soal vcd yang diterimanya kemarin.Tentang seorang wanita cantik dan berharap gadis itu tidak bersama suaminya saat ini.
                        Tapi Anna tidak bisa menyembunyikan semua kecurigaannya.Angin malam membawa pikiran buruk itu dan siap untuk meracuninya sampai mati.Tanpa terasa sebutir airmata jatuh dipipinya.Terus mengalir seperti air bah dan siap menenggelamkannya kapanpun juga.Anna merasa berada diujung tebing jurang.Kesepian sampai tebing itu juga akan menguburnya hidup-hidup.
                        Suara dering telephone memecah kesunyian.Mengembalikan Anna kedunia nyata dengan penuh harapan.Bisa saja Reza menghubunginya untuk mengucapkan selamat tidur.Berkata kalau disana dia sangat kesepian dan berharap Anna berada disampingnya.Melalui dinginnya malam sambil memeluk tubuhnya erat.Sebuah senyuman menghiasi sudut bibir Anna.Mengalahkan airmata yang tiba-tiba saja mengering.
                        Tidak ada suara apapun.Hanya dengungan seperti ada seseorang diujung telephon.Anna menunggu beberapa saat namun tetap sunyi.Anna mulai berpikir kebiasaan Reza yang selalu menghubungi hp Anna dan bukan telephone rumah.Jadi orang diujung telephone juga bukan Reza.Anna cepat menutup gagang telephone.Mungkin ada yang salah sambung tapi Anna mendengar desah napas meski sangat pelan.Orang itu tengah mendengarkan sesuatu.Suara Anna.
                        Anna jadi ingin cepat kekamar tidur dan berbaring disamping putri kecilnya.Melupakan masalah yang semakin membuat dadanya sesak.Tentang telephone misterius yang membuat suasana hatinya semakin resah.Terdengar suara telephone yang kembali berdering diruang tengah.Anna tidak perduli.Menyembunyikan dirinya dibawah selimut dan memeluk putrinya erat-erat.Berharap malam akan segera cepat berakhir.