Secret lover # bag kelima
Ulang tahun
Sebuah kelahiran
Dengan begitu banyak cinta yang mengelilinginya
Sebuah kelahiran
Tanpa airmata dan hanya ada canda tawa
Sebuah kelahiran
Ketika cinta itu pergi,ketika airmata menggenangi hati
Yang ada hanya sebuah senyuman…senyuman getir
“Maafkan aku..aku tidak bisa pulang secepatnya.Mungkin dua hari lagi, kalau aku tidak salah.”
Jawaban Reza dengan tanpa penjelasan diujung telephone.Anna tidak menuntutnya untuk pulang besok.Sepertinya hari ulang tahunnya tidak begitu penting bagi Reza dan Anna tidak pantas untuk mengingatkannya.Tetap saja Reza tidak bisa pulang.
“Baiklah..aku mengerti.Jagalah kesehatan dan jangan tidur terlalu malam.Aku khawatir bronchitismu akan kambuh lagi.”
Anna menutup gagang telephone dengan pasrah.Semua gairah sirna begitu saja.Terasa hambar bahkan Anna merasa ujung lidahnyapun menjadi beku.
Besok adalah hari ulangtahunnya.Seperti biasa Reza tidak pernah mengingatnya.Seperti tahun kemarin, dilalui Anna sendirian.Menjadi biasa meski dengan sedikit harapan.Berharap gairah itu akan bangkit kembali.Membuat hidupnya kembali berwarna meski sampai sekarang masih saja buram.
“Bunga ini untuk ibu…” seorang laki-laki muda berdiri didepan Anna dengan serangkaian bunga ditangannya.
“Siapa yang mengirimnya?apakah suamiku?”
“Tidak tahu bu…disini cuma ada nama dan alamat ibu.Mohon diterima..”
Dengan tidak begitu yakin Anna menerima bunga itu.Mungkin saja Reza ingin memberinya kejutan.Siapa yang tahu nanti malam dia akan muncul dan memberinya ucapan selamat.Sebuah senyuman mengembang disudut bibir Anna.Begitu manis…
Disebrang jalan sebuah bayangan menarik napas panjang setelah melihat senyuman Anna.Sepertinya dia sangat merindukan senyuman itu.Senyuman yang tetap sama meski waktu berputar lebih cepat.Tidak ada yang tahu…mungkin saja senyuman itu akan tetap sama meski dikehidupan selanjutnya.
Malam itu berlalu begitu saja.Reza tidak menelephone apalagi pulang seperti yang diharapkan Anna.Mungkin tidak akan begitu kecewa karena Anna sudah berencana mengajak kedua anaknya kemall untuk merayakan ulangtahunnya.Hanya saja ada sesuatu yang hilang dari hatinya.Sebuah kebahagian tidak akan lengkap bila sebagian itu tidak ada ditengah mereka.
*****
Anna menatap lekat kedua anaknya yang tengah bermain.Keceriaan mereka sudah mengobati hatinya yang sedikit terluka.Meski pikiran buruk itu terkadang masih menyelinap dihatinya.Bayangan wanita didalam Vcd itu berkelebat seakan ingin menikamnya dari belakang.Anna berpikir apa yang dilihat Reza darinya.Wanita itu memang cantik meski terlihat lebih manja tapi Anna bisa menebak mereka seumuran.Penampilan modern dengan lipstik berwarna merah terang menghiasi bibirnya.Seakan dia tidak ingin menutupi siapa dirinya sebagai seorang wanita penggoda.
Dari dulu Reza mengenal Anna sebagai seorang wanita yang sedikit tertutup.Apalagi dengan kehilangan sebagian masalalunya.Anna seperti orang dilahirkan tanpa melewati masa kecil.Menjadikannya seorang wanita tanpa pegangan.
Reza mengajaknya kespikiater dan disana Anna disuruh menuliskan apa yang dirasakannya selama ini.Bahkan mencoba menebak masalalu yang telah hilang itu.Begitu juga dengan sosok laki-laki yang terkadang muncul dimimpinya.Menjadikannya menjadi seorang penulis terkenal ketika buku yang ditulisnya banyak dipuji orang.
Anna menerima lamaran Reza ketika tidak ada oranglain disampingnya.Hanya Reza yang selalu mendukung apapun yang dilakukan Anna untuk hidupnya.Anna sangat ingat apa yang dikatakan Reza dulu.Biarkan masalalu itu tetap hilang dan bayangan laki-laki itu adalah dirinya.Apa yang hilang akan diberikannya kembali dan membuat masalalu menjadi masa depan.
“Hallo…kita bertemu lagi…”
Anna tersentak kaget dan layar lamunannya lenyap begitu saja.Berganti sosok laki-laki yang pernah bertemu dengannya beberapa hari yang lalu.Anna tidak begitu ingat siapa namanya.Hanya saja Anna tidak mengerti mengapa laki-laki itu ada disana.
“Apa yang kamu lakukan disini?Kamu tidak sedang menjaga anakmu khan ?”pertanyaan Anna sedikit menyindir.Tapi laki-laki itu hanya tersenyum bahkan berani duduk disampingnya.
“Aku masih single…apa tampang kerenku ini terlihat seperti bapak-bapak?”
Anna melotot.Laki-laki itu sangat tidak tahu malu.Padahal mereka hanya bertemu satu kali dan laki-laki itu bersikap seperti sudah lama mengenalnya.
“Pergilah..aku tidak ingin ada wartawan yang melihat dan menulis tentang hal yang tidak-tidak tentang kita .”ucapnya pelan sambil pura-pura tidak melihat Tapi laki-laki itu malah semakin antusias.
“Menulis tentang apa ?pacar gelapmu?”
Anna kembali melotot.Ucapan laki-laki itu sangat kurang ajar dan harus mendapatkan pelajaran.Hanya saja Anna tidak ingin orang disekitarnya terganggu.Bahkan bisa membuat namanya jelek karena marah-marah didepan banyak orang.
“Hei…jangan buat aku marah yach.Aku bisa saja menghubungi polisi kalau kamu menggangguku terus menerus .”
“Oke…aku tidak akan mengganggumu dan hanya duduk manis disini .”
Sebenarnya Anna sangat terganggu dengan kehadiran laki-laki itu. Tapi disana adalah tempat umum dan siapapun tidak dilarang untuk duduk dimanapun termasuk disebelah Anna.Tapi sangat jarang ada laki-laki yang duduk disebelah wanita.Mereka terkadang berdiri dipinggir ruangan sambil menikmati rokoknya.Laki-laki itu jelas-jelas ingin menyulut kemarahan Anna.Meskipun Anna berusaha keras untuk menahan dirinya.
“Hai..mereka pasti anak-anakmu khan?” tanya laki-laki itu seraya melambaikan tangan.Anna tahu pasti kepada siapa laki-laki itu melambaikan tangan dan hal itu sangat tidak disukainya.
“Tolong…sekali lagi aku minta tolong.Pergilah jangan rusak suasana bahagia kami.”
Laki-laki itu berhenti tersenyum dan menurunkan tangannya.Menarik napas panjang seakan ada sesuatu yang menyesakan dadanya.
“Mereka memang sedang senang…tapi aku tidak tahu dengan suasana hatimu.Kalau kamu tidak sedang melamun pasti sudah melihat lambaian mereka dari tadi dan tidak membuat mereka kecewa.”
Anna tidak mengerti apa yang dimaksud laki-laki itu.Tapi kedua anaknya memang sedang melambaikan tangan dan kali ini Anna melakukannya juga.
“Aku tidak tahu maksud perkataanmu tapi sepertinya kamu sudah mengawasiku.”
“Terserah apa yang kamu pikirkan tentang aku.Tapi aku ingin suasana hati mereka tidak cepat berakhir…”
Anna benar-benar tidak mengerti ucapan yang keluar dari mulut laki-laki itu.Tapi sedetik kemudian dia sudah menarik tangan Anna dan membawanya memasuki arena bermain.Disana memang ada sebagian orang tua yang mendampingi anak mereka.Tapi laki-laki itu bukan siapa-siapa dan tidak berhak untuk berada disana.
Entah apakah Anna sudah benar-benar gila ataukah kegelisahan hidup mulai mempengaruhi keputusannya.Saat ini Anna memang sedang dilanda kebingungan tapi seharusnya tidak semudah itu membiarkan orang asing masuk kedalam hidup apalagi keluarganya.
Fatur…yach Faturahman namanya, Anna baru saja ingat.
Atau mungkin sikap laki-laki asing itu yang sangat mudah bergaul.Kedua putra Anna tidak memperdulikan siapa dia tapi bagaimana sikapnya.Mereka tertawa gembira .Seharusnya ayah merekalah yang ada disana.
Anna cukup mengerti keinginan kedua anaknya.Selama ini Reza jarang sekali bermain bersama mereka.Kesibukan sudah benar-benar menjadi jurang diantara mereka.Anna hanya tidak ingin membuat keriangan mereka hilang hanya karena perasaan sentimental yang sedang menyelimutinya.
“Ya…hore, aku mau om….”
Terdengar teriakan Raka setelah Fatur membisikan sesuatu ditelinganya.Dia kelihatan sangat gembira sampai berteriak sekencang itu.Anna yang sedang bermain dengan putrinya menoleh dan menemukan senyuman licik disudut bibir Fatur.
“Mom…aku sudah selesai.Sekarang aku mau es cream…” pintanya pasti seakan Anna mau menurutinya.
“Tapi sayang…kamu khan sedang …”
Anna mungkin akan mengingatkan anak kecil itu dengan penyakit batuknya.Tapi Raka sudah keluar arena dan berlari entah kemana.Anna sangat panic dan takut kalau putranya itu akan hilang.
“Sudahlah…aku akan bersamanya.Kamu menyusul saja nanti…”
Anna hanya terpaku melihat bayangan Fatur sudah menghilang dikerumunan orang.Dia akan menyusul Raka tapi bagaimana kalau dia malahan menculiknya.Anna tidak tinggal diam dan berharap dapat menemukan mereka secepatnya.
Terlihat sosok Fatur berdiri disebuah restorant ice cream sambil melambaikan tangannya kearah Anna.Raka tidak bersamanya.Ditangannya memegang Ice cone dan menyodorkannya kepada Anna meski mereka masih jauh.
Bayangan itu datang lagi.Sosok buram dengan sebuah senyuman tengah menyodorkan ice cone untuknya.Anna seperti menembus dinding waktu meski yang dilihatnya hanya seperti sebuah fathamorgana.Ice cone kesukaannya dengan toping strowberri diatasnya.Sekejap bayangan itu sirna.Berganti dengan seorang laki-laki tapi dengan senyuman yang hampir sama.
“Mana anakku….dimana Raka?”
Fatur hanya tersenyum seakan tidak memperdulikan suasana hati Anna yang benar-benar panic.
“Ambilah ice cone ini dulu,sebentar lagi akan meleleh…
“Bagaimana kalau Raka tidak ada dan kamu sudah menghilang…Aku akan mencarimu dan membunuhmu dengan tanganku sendiri.”
Fatur tertawa keras seperti mendengar lelucon yang sangat lucu.Anna sendiri tanpa sadar memegang lengan Fatur dan mencengkramnya kuat-kuat.
“Kamu kira aku adalah seorang penculik…seperti cerita detektif saja.Apakah cerita yang sedang kamu tulis sekarang tentang cerita seperti itu.Apakah kamu menjadikan aku sebagai ide ceritamu…?”
Anna tersadar ketika Keisya putrinya menarik ujung bajunya.Membuat Anna harus bisa mengendalikan diri dan tidak membuat putrinya itu juga ikutan cemas.
“Sudahlah…jangan buat anakmu itu paranoid sepertimu.Aku tidak akan kemana-kemana dan anak laki-lakimu itu masih ada disana.Lihatlah…dari sini juga sudah kelihatan…”
Anna menoleh ketempat yang ditunjuk Fatur.Disana memang terlihat Raka putranya.Dia kelihatan sedang menikmati ice cream secangkir besar sehingga tidak memperdulikan keadaan disekitarnya.Membuat Anna merasa sangat bersalah.
“Maafkan aku…”
Fatur hanya tersenyum.Dengan sedikit malu Anna mengambil ice cone yang disodorkan Fatur.Anna tidak menunggu sampai sosok itu hilang.Dia bergegas menghampiri putranya dan memeluknya erat.
“Sudahlah mom…jangan buat aku malu .” ucapnya sambil sedikit meronta.Anna Sadar Raka sudah mulai besar.Tapi Anna tidak bisa membayangkan kalau harus kehilangannya sampai tanpa sadar memeluknya cukup erat.
“Hai…kata Raka ada yang ulang tahun.Jadi aku hanya bisa memberikan ini untuknya…”
Tak berapa lama kemudian Fatur muncul dengan kue ulangtahun kecil ditangannya.
“Tidak ada yang harus dirayakan disini…Aku harap bawalah kue itu karena kami akan segera pergi.”
“Tapi mom..kue itu kelihatan sangat enak sekali.Aku mau cerrynya mom..bolehkan?” seraut wajah mungil membuat Anna dilanda keresahan.Disatu bagian tidak ingin kehadiran Fatur lebih jauh lagi masuk kedalam keluarganya tapi dibagian lain kedua anaknya sangat mengidolakannya.
“Baiklah sayang…kita akan mencobanya sedikit .”
Akhirnya Anna mengalah.Membiarkan Fatur memandu mereka untuk menyanyikan lagu ulang tahun untuknya.Meniup lilin harapan untuk menyenangkan hati mereka.Untuk itulah Anna ada disana.Menyenangkan hati kedua putranya meski saat ini kesedihan sedang menyelimuti hatinya.
Anna tidak mengerti mengapa Fatur begitu mudah masuk kedalam hidupnya.Sebuah kebetulan atau hanya rekayasa.Anna tidak bisa menebaknya dengan pasti.Anna hanya berusaha mengikuti air yang mengalir.Yang akan membawanya ketempat tujuan akhir.
Malam itu sosok yang selalu diimpikannya kembali muncul.Laki-laki dari masa lalu seperti judul novel pertamanya.Kali ini Anna tidak terjaga dari tidurnya.Terasa begitu nyaman seperti ada sesuatu yang mengisi relung hatinya.Membiarkan sang malam membawa rintik hujan seakan ingin menina bobokannya.Sementara bulan dan bintang hanya tersenyum dibalik awan hitam.Membuatnya semakin terlelap..dan terus terlelap.