SECRET LOVER
KEKASIH SIMPANAN YANG HANYA MEMBAWA MALAPETAKA
Seorang kekasih simpanan….Rowena Anastasia sempat memikirkannya beberapakali ketikarumahtangganya diterpa badai.Perubahan suaminya yang signifikan terhadap dirinya juga anak-anaknya membuatnya galau.Sepertinya cinta yang mereka pupuk dari semenjak lama hilang begitu saja tanpa bekas sedikitpun.
Anna memang seorang penulis namun tak satu kalimatpun tercipta yang bisa mengungkapkan isi hatinya.Semua kegundahan…kehampaan dan kesepian….
Kehadiran Fatur sedikit membuat Anna melupakan masalahnya.Namun mereka malah terjebak didalam kisah masalalu.Kisah dimana mereka sangat dekat…kisah yang pernah Anna coba lupakan meski memerlukan waktu yang sangat lama.
Sesaat Anna terlena…diujung kegalauan…
Kekasih simpanan…harus berakhir atau terus dilanjutkan…
Bagian pertama
Sebuah kisah dari masa lalu
Dua puluh lima tahun yang lalu
Sebuah kisah dari masa lalu
Awal yang terukir begitu manis
Bak mentari yang mengintip diujung senja
Malu tuk keluar dan memancarkan sinarnya
Bak kelopak bunga yang terbungkus kedinginan
Takut kehilangan pelukan sang embun
Dimana sebuah kisah akan berawal
Seperti awalnya sebuah kehidupan dengan begitu banyak cinta didalamnya
Anna baru saja pindah kerumah barunya disebuah komplek perumahan yang lebih bergengsi dari rumah lamanya dipinggiran kota.Usianya saat itu baru sepuluh tahun dan tidak mengerti arti sebuah gengsi.Keadaan keuangan keluarganya memang sedang menanjak dan semuanya harus mengalami perubahan begitu juga dirinya.Hanya saja bagi seorang anak sepuluh tahun yang ada didalam pikirannya adalah orang-orang yang selama ini dekat dengannya dan lingkungan yang dilihatnya dari pertama membuka mata.
Tak seorangpun yang mau mendengar suara anak sepuluh tahun yang tidak tahu apa-apa.Orangtua Anna hanya menganggapnya gadis kecil yang tidak pantas untuk berkomentar.Tinggallah Anna terkurung dengan pendapatnya sendiri disebuah kamar bernuansa biru muda yang akan menemaninya melewati waktu.
Liburan musim panas yang sangat membosankan bagi Anna yang memilih untuk diam didalam kamarnya sepanjang hari.Mengintip lewat tirai jendela kamarnya berharap ada sesuatu yang akan menarik perhatiannya.Tapi tidak,yang ada hanya kesunyian dan angin panas yang sesekali menampar wajahnya.
Kemudian muncul sosok gadis seusianya yang sengaja bersembunyi dirumah Anna.Membuat hari itu sedikit berwarna meski kehadirannya membuat Anna sedikit risih.
“Siapa kamu…?”
Gadis itu tidak menjawab.Hanya menunjukkan jari telunjuk diatas mulutnya.Membuat Anna mengikuti instruksinya untuk tidak bicara.
Anna sedikit terpesona melihat sosok gadis yang baru pernah dilihatnya itu.Rambutnya terurai panjang menutupi bahunya,kulitnya putih bersih bak awan diatas langit.Tanpa sadar Anna meraba rambutnya yang selalu dipotong pendek oleh mamanya.Begitu juga dengan kulitnya yang berwarna kecoklatan karena seringkali bermain dibawah panas matahari ketika masih tinggal dirumahnya yang lama.
“Kamu baru pindah khan? aku melihatmu beberapa hari yang lalu…”
Anna tidak menyangka ada gadis seusianya didekat rumahnya.Selama ini Anna tidak melihatnya sama sekali.
“Siapa namamu…?”
kedua kalinya Anna menanyakan hal yang sama dan gadis itu sepertinya masih tidak berniat untuk menjawab pertanyaannya.
“Kita keluar yuk…mamamu sepertinya masih sibuk didapur.Itulah kenapa mamamu tidak tahu kalau aku masuk kerumahmu tanpa ijin .”
Anna baru saja berniat untuk menolak ajakan gadis yang baru saja dikenalnya itu.Tapi gadis itu sudah menarik tangannya kencang dan Anna terpaksa mengikutinya.
“Aku tahu tempat yang asyik didekat sini…disana ada taman bermain dan danau kecil .”
Anna tak kuasa untuk menolak keinginan gadis yang memiliki personality sangat kuat itu.Garis wajahnya sangat jelas terlihat diwajah lembutnya.Anna menyadari tak seorangpun yang bisa menolak keinginan gadis yang sepertinya berasal dari keluarga kaya.
Dengan mudah mereka melewati mamanya Anna yang masih sibuk dengan pekerjaan rumahtangganya.Sepertinya gadis itu sudah sering melakukannya dan kini tanpa sadar Anna mengikuti jejaknya.
Gadis itu terus menarik tangan Anna dan baru berhenti setelah melewati beberapa blok.Ternyata yang diucapkannya memang benar.Dihadapan mereka kini terhampar taman bermain yang cukup luas.Disana ada beberapa permainan yang belum pernah dilihat Anna selama ini.
“Masih panas…sebaiknya kita berteduh dirumah Barbie dulu .”
Untuk kesekian kalinya gadis itu menarik tangan Anna yang baru ingin mengatur napasnya.Mereka berjalan mengitari taman dan berhenti disebuah rumah mungil dibawah pohon yang lumayan rindang.Anna terpana melihat apa yang yang ada dihadapannya.Rumah mungil itu sangat cantik dengan aneka bunga tumbuh disekitarnya.Seperti yang pernah diimpikannya selama ini dan bunga adalah kesukaan Anna.
“Ayo kita masuk…”
Kali ini gadis itu tak perlu menarik tangan Anna yang tanpa sadar mengikutinya.Rumah mungil itu memang tidak begitu besar tapi cukup untuk mereka berdua.Setidaknya sampai matahari bersembunyi dan mereka baru bisa bermain.
“Namaku Sarah…namamu Anna khan.”?
Anna sedikit terkejut menyadari gadis itu tahu namanya padahal mereka baru saja berjumpa.
“Jangan heran kenapa aku tahu namamu…beberapa kali aku berada dihalaman belakangmu tanpa seorangpun tahu.Aku mendengar mereka memanggil namamu…”
“Kamu…maksudku Sarah.Sudah lama kamu tinggal disini…sepertinya kamu mengenal tempat ini dengan baik.”
Sarah tersenyum tipis dan menampakan lesung pipit dikedua pipinya.Membuat Anna semakin terpesona melihat kecantikannya.
“Sejak lahir aku sudah tinggal disini…dulu semua nampak menyenangkan.Setiap sore mama membawaku kesini sambil membawakan aku makanan.Menunggu papa muncul dan kami pulang sama-sama.Tapi kini tidak sama lagi…semuanya nampak membosankan.”
Anna mendengar suara desah napas Sarah cukup keras karena mereka berdekatan.Ternyata gadis itu juga tidak lebih baik dari Anna meski Sarah lebih dulu tinggal disana.
“Aku harus pulang..nanti mama mencariku .”
“Tunggu…sebentar lagi dia muncul .”Sarah menarik tangan Anna sepertinya dia ingin menunjukan sesuatu.
Belum lagi Anna menanyakan maksudnya ketika terdengar sesuatu dari luar.Sepertinya ada seseorang yang datang dan dia sepertinya tengah bermain bola.
“Lihatlah…dia sangat tampan khan ?”
Seorang anak laki-laki muncul bersama bolanya.Anna tidak tahu apakah anak laki-laki itu tampan seperti yang dikatakan Sarah.Dia sama saja seperti anak-anak yang dilihat Anna dirumahnya yang dulu.Hanya saja dia kelihatan lebih serius dengan bolanya dan wajahnya nampak berbinar diterpa sinar mentari.
“Aku ingin dia jadi suamiku nanti…”
Anna terpana dengan ucapan Sarah yang terdengar seperti orang dewasa.Saat itu mereka baru berumur sepuluh tahun dan Sarah sudah memikirkan siapa yang akan menjadi suaminya nanti.
“Aku harus pergi…”
Anna tidak mau menunggu persetujuan Sarah lagi dan keluar dari rumah mungil itu.Anak laki-laki itu sedikit terkejut melihat Anna meski berusaha untuk menutupinya.
“Tunggu…”
Sarah terpaksa keluar dari tempat persembunyiannya.Tidak ingin sendiran dengan semua khayalan dibenaknya.
“Mainlah denganku…”
Anna melihat bola itu sudah berada didekat kakinya.Itulah sebabnya anak laki-laki itu mengajaknya untuk bermain.Biasanya Anna selalu merebut bola yang dimainkan teman laki-lakinya dulu.Tapi kali ini bola itu yang mendekatinya dan Anna tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu.
“Hei…nanti kakimu memar “
Anna tidak mendengar teriakan Sarah dan mendekati anak laki-laki itu sambil menggiring bola dengan kakinya.Anna memang tidak canggung memainkan bola itu karena sering memainkannya dulu.Anak laki-laki itu kelihatan terkejut melihat respon Anna.Tapi tidak lama kemudian mereka sudah asyik dengan bola itu.Saling merebut dan menendang bola menjauhi satu sama lain.Sementara itu Sarah melihat mereka dengan pandangan yang aneh.Tatapan matanya tajam seperti elang yang siap menyantap mangsanya.Berharap sang mangsa tidak pernah lepas dari cengkramannya meski waktu akan menghanyutkannya keujung dunia.
Bagian kedua
Sebuah kegelisahan
Saat ini,dua puluh lima tahun kemudian
Sebuah kegelisahan
Dengan masalalu yang terlihat buram
Dengan masa depan yang terlihat samar
Gelisah menanti hari esok
Dengan cinta yang mulai goyah
Dengan hati yang hampir patah
Gelisah menunggu sesuatu yang akan terjadi…entah apapun itu
Kini Anna sudah memiliki keluarganya sendiri dengan rumah mungil dipinggiran kota Jakarta.Anna memutuskan untuk menjadi seorang novelist setelah menikah.Dengan begitu dia bisa menyalurkan hasrat menulisnya tanpa meninggalkan tugasnya sebagai seorang istri dan ibu.Apalagi dengan dua buah hati yang ikut mengisi relung jiwanya.Membuat tak ada tempat lagi untuk memikirkan hal lain daripada menjadi seorang ibu seutuhnya.
Sebenarnya rumahtangga Anna tergolong bahagia.Pertamanya Reza mengerti dengan kebiasaannya bangun ditengah malam ketika inspirasi menulisnya muncul.Atau kesibukannya sebagai seorang ibu yang lebih memperhatikan kedua anaknya daripada suaminya sendiri.Dulu Reza adalah seorang laki-laki yang mandiri dan tidak pernah menyusahkan Anna ketika sudah ada dirumah.Namun terakhir ini sikap Reza sedikit berubah.Tidak…banyak berubah atau berubah 100 % dari yang dikenalnya.
Kegelisahan…Anna mulai tidak bisa mengontrol jalan pikirannya.Sebagai seorang penulis banyak kata-kata yang tersimpan dibenaknya.Tapi bila memikirkan tentang Reza semua kata-kata itu hilang begitu saja.Berubah menjadi butiran airmata yang menetes tanpa bisa dicegah.
Kini Reza menjadi seorang yang pemarah.Selalu menilai apa yang dilakukan Anna salah.Kritikan demi kritikan keluar dari mulutnya setiap waktu.Sementara Anna hanya bisa menahan tangisnya dan berharap airmata itu tidak sempat dilihat kedua anaknya.
Anna menghempaskan tubuhnya dikursi ketika mobil yang ditumpangi suaminya itu menghilang disisi jalan.Hatinya baru merasa lega setelah kepergian suaminya.Namun kepedihan hatinya tidak juga mau hilang.Memilih berlari kekamar mandi dan menumpahkan semua tangisnya disana.Membuka kran air kencang sehingga tidak ada yang mendengar suara tangisnya.
Pertemuannya dengan Reza pertama kali masih melekat erat didalam ingatan Anna.Meski ada sebagian ingatannya yang menghilang dan tak pernah ingin ditemukannya.Hatinya pernah terluka dengan sesuatu yang tidak pernah bisa diingatnya.Kehadiran Reza mampu mengisi bagian yang hilang itu dan membuatnya lebih berarti.
Reza memang kelihatan lebih dewasa dari umurnya.Semua pemikirannya tentang masa depan membuat Anna bertekuk lutut dikakinya tanpa berpikir panjang lagi.Saat itu Anna memang tidak ingin mengingat masa lalunya dan memilih untuk memikirkan masa depan yang akan dihadapinya nanti.Mempunyai sebuah keluarga kecil dengan dua anak mungil ditengahnya.
Kini Anna memang memiliki apa yang dibayangkan mereka dulu.Hanya saja kebahagiaannya sedikit luntur.Tanpa tahu harus bagaimana membuat kebahagiannya itu kembali seperti semula.Tanpa tahu terkadang kebahagian itu harus dibagi dengan orang lain.Tidak…Anna tidak mau memikirkan hal yang buruk tentang pernikahannya.Sebentar lagi sepuluh tahun pernikahan mereka dan Anna ingin melewatinya bahkan sampai sepuluh tahun kedepan dan kedepannya lagi sampai menutup mata.
Kegelisahan…rasa itu masih tidak mau pergi dari pikirannya.Anna harus melakukan sesuatu setidaknya membuat hatinya tenang tanpa berpikiran buruk sedikitpun.Yang diperlukannya adalah seorang teman sebagai tempat untuk menceritakan apa yang sedang dialaminya. Kemudian dia akan memberikan solusi yang terbaik dan Anna akan mengikuti semua anjurannya.
Hanya saja saat ini Anna tidak memiliki teman dekat yang bisa dipercaya untuk mendengarkan semua keluh kesahnya.Bisa saja orang itu akan membeberkannya kemedia massa dan semua orang akan tahu tentang masalah pribadinya.
Rumah tangga Rowena Anastasia seorang penulis terkenal ternyata sudah ada diujung tanduk.Padahal pernikahan mereka baru berumur sepuluh tahun.Anna tidak ingin orang-orang malah menyalahkan dirinya yang kurang memperhatikan suaminya.Anna sangat tahu sampai dimana pengorbanannya agar menjadi seorang istri yang baik.Membuang semua kesempatannya untuk tur buku novelnya keluar kota bahkan keluar negri hanya karena tidak ingin meninggalkan keluarganya.
Tidak seorangpun yang pantas untuk mengetahui apa yang dialaminya.Mereka hanya akan menambah masalahnya saja tanpa bisa memberikan jalan keluar sama sekali.Untuk itulah Anna memilih untuk diam.Membiarkan kepedihan menggerogoti relung hatinya sampai pada waktu dimana Anna tidak bisa menahannya lagi.
Kemudian muncul wajah kedua buah hatinya.Membuat semua kegelisahan itu sedikit reda.Membiarkan Reza dengan semua amarahnya dan menelan ludahnya sendiri berharap keadaan akan berubah menjadi lebih baik.Dengan seiring waktu sifatnya mungkin akan berubah menjadi lebih dewasa karena sudah menjadi seorang ayah.Anak-anak pasti akan mengidolakan figure ayahnya dan tidak seorangpun yang ingin mereka membencinya.Suatu saat nanti Reza akan kembali seperti semula.Dengan semua ketulusan hati dan senyuman mengembang disetiap kali mereka bersama.Hanya itu yang Anna inginkan.Entah esok atau beberapa hari lagi.Entah minggu atau bulan yang akan datang.Anna hanya bisa menunggu.