Secret lover #9
Scandal
Cinta itu telah datang…
Entah sebuah keajaiban atau fathamorgana
Mengiringi sebuah skandal yang pasti akan banyak dilihat orang
Tidak ada yang perduli
Terlanjur terlena dan tenggelam didalamnya
Anna sudah tahu kalau sesuatu yang besar akan terjadi.Dia sudah memikirkannya baik-baik dan tidak bisa menghindar.Berusaha bersikap jantan dan menghadapi akibat yang bisa saja terjadi.
Maminya menyodorkan sebuah majalah bergambar dirinya dihalaman paling depan.Wajahnya kelihatan sangat pucat.Anna sudah siap tapi orang yang berada didekatnya belum tahu apa yang baru saja Anna lakukan.Termasuk ibunya.
“Apa yang terjadi? Mami benar-benar tidak mengerti…itulah sebabnya mengapa kamu dan anak-anak sering menginap disini?apa karena laki-laki ini ?”
“Fatur tidak ada hubungannya dengan semua ini…dia hanya berada ditempat yang bukan seharusnya.Menjadi kambing hitam…tapi dia juga tidak bisa dibandingkan dengan hal itu…”
“Fatur….”
Desah wanita setengah baya itu sambil duduk dikursi yang ada didekatnya.Tubuhnya terasa lemas apalagi mendengar nama Fatur yang diucapkan Anna barusan.
“Apa dia juga yang mengantarkanmu pulang beberapa hari yang lalu?”
Anna mengangguk pelan.Berusaha senormal mungkin.
“Badut yang ada diacara peluncuran buku Anna waktu itu juga dia…”
Tubuh maminya Anna semakin gemetar.Sepertinya ada sesuatu yang membuatnya syok.Tidak seorangpun ibu yang bisa tenang melihat putrinya sedang bersama dengan laki-laki lain selain suaminya.
“Reza…apakah sudah tahu ?”
“Dia sibuk mam…sibuk melayani wanita lain.”
“Anna…”
Anna mendongak dan melihat kecemasan diwajah maminya yang kelihatan sudah mulai tua.Ada sedikit rasa bersalah tapi Anna sudah yakin dengan jalan yang akan ditempuhnya.
“Mam…biarkan Anna menyelesaikan masalah ini.Anna tidak mau terkungkung dalam penjara yang penuh dengan penderitaan.Anna ingin hidup anak-anak tidak seperti yang Anna rasakan.Mami lihat bagaimana mereka terakhir ini?Fatur sudah mengambil hati mereka dan menyayangi mereka lebih dari ayahnya sendiri…”
“Tapi Fatur…apakah kamu tidak melihat hal yang aneh dengannya?berapalama kalian bertemu? Apakah semudah itu masuk kedalam hidupmu dan anak-anakmu…apakah dia tidak punya maksud jahat sama sekali?”
Anna terdiam.Yang dikuatirkan ibunya bukan hanya masalah rumah tangganya yang berantakan.Tapi kehadiran Fatur yang memang sedikit istimewa.
“Tidak…Anna tidak pernah memikirkannya.Fatur adalah laki-laki yang baik.Kami memang belum lama kenal tapi Anna merasa sudah mengenalnya cukup lama sehingga mau mempercayainya.Lagipula anak-anak juga suka padanya.Hari ini kami akan pergi bersama…mami bisa saja ikut kalau mau dan mengenalnya dengan lebih baik.”
“Anna…bukan seperti itu sayang…seandainya kamu tahu…”
Anna mencium kening ibunya sebelum pergi menuju kamar anak-anaknya.Hari ini mereka akan pergi liburan bersama Fatur.Tidak ada lagi keraguan dihati Anna.Tidak perduli cacian yang akan diterimanya dari penggemar ataupun orang lain.Anna hanya ingin bahagia.Tak seorangpun yang bisa mengubah pendiriannya.Tak seorangpun.
Maminya Anna hanya melepaskan napas panjang melepaskan kepergian putrinya itu.Bahkan ketika Fatur muncul dan sikapnya tidak mencurigakan sama sekali.Wanita setengah baya itu yakin ada sesuatu yang sedang direncanakan laki-laki itu.Tapi kekerasan hati Anna tidak bisa membuatnya berubah.Hanya berharap tidak terjadi hal buruk terhadap putri dan cucu-cucunya.
“Apakah mamimu tidak mau ikut bersama kita ?”
Anna menggeleng pelan.
“Yang penting anak-anak ikut…aku harap tempat yang kamu ceritakan itu akan membuat mereka senang.Sudah lama mereka tidak pergi liburan…apalagi keluarkota .”
Fatur tersenyum.Setidaknya orang-orang yang diharapkannya sudah ada disampingnya.Meski sedikit menyesal karena maminya Anna tidak jadi ikut padahal ada sesuatu yang ingin dibicarakan dengannya.
Anak-anak kelihatan sangat senang dan tidak berhenti berceloteh disepanjang jalan.Untuk menghilangkan kejenuhan Fatur memasang tape mobilnya dan ikut bernyanyi.Suaranya lumayan bagus sehingga anak-anak mengikutinya.Sangat menyenangkan meski baru beberapa menit berlalu.Anna tidak berhenti tersenyum.Seakan berada didalam cerita novel yang ditulisnya sendiri.Cerita bahagia dengan suami dan anak-anak yang sangat menyanyanginya.Suami…suami yang terlena dipelukan wanita lain.
Anna mendesah.Membuang pandangannya keluar jendela.Meninggalkan keluh kesah disetiap jalan yang dilaluinya.Anna mungkin seorang wanita yang tegar.Tapi kenyataan membuatnya menjadi lemah.Mencoba membangun kembali semangatnya namun bayangan itu selalu menempel dibenaknya.
Fatur sedikit cemas melihat sikap Anna yang tiba-tiba berubah.Dia sudah melihat gambar mereka disebuah majalah.Saat itu Anna kelihatan sangat senang seakan tidak ada masalah sedikitpun.Tapi disaat yang lain awan hitam menyelubungi matanya.Membuatnya berkaca-kaca dan sebutir airmata menggenang disudutnya.
“Maafkan aku…”
Fatur mendekati Anna yang memilih duduk ditepi pantai.Sementara anak-anaknya tengah bermain pasir dan Fatur menemani mereka.
“Kenapa begitu…apa yang harus dimaafkan?”
“Kehadiranku…seperinya malah menambah masalahmu.Soal kejadian kemarin..sebuah scandal yang seharus tidak terjad.”
Anna mendongak.Setiap apapun yang terjadi Anna tidak pernah menyesalinya.Begitu juga dengan kehadiran Fatur yang bahkan membuat suasana hatinya sedikit berwarna.
“Scandal…aku sudah tidak perduli orang lain berkata apa tentang diriku.Kenyataannya mereka tidak tahu yang aku rasakan…”
“Suamimu pasti marah sekali…”
“Pulang saja tidak…dia sudah betah diBandung.Mungkin sedang bersama wanita itu…”
Mata Anna sedikit berkaca-kaca.Berusaha agar tidak menangis didepan Fatur terlebih ada anak-anaknya disana.
“Aku tidak tahu kalau…”
“Mungkin memang tidak ada yang namanya cinta sejati….semua kata-kata manis itu hanyalah fathamorgana yang akan terkikis oleh waktu.Aku berusaha tidak menyalahkan siapapun…bahkan mungkin akulah yang menyebabkan semua itu terjadi.”
“Jangan katakan itu…akan selalu ada cinta sejati disetiap hati insan yang benar-benar merasakan cinta.Cinta sejati tidak akan luntur meski dipisahkan ruang dan waktu.Mungkin akan ada kesedihan dan airmata tapi percayalah suatu saat kita akan menemukan cinta sejati itu.”
Anna hanya tersenyum tipis tanpa mengalihkan pandangan kearah anak-anaknya.Hanya mereka yang bisa mengobati hatinya yang terlanjur terluka.Cinta sejati itu memang ada tapi hanya antara ibu dan anak-anaknya.Cinta yang tidak akan pupus ditelan waktu yang memisahkan mereka.
“Aku memang sudah menemukan cinta sejati itu…lihatlah.Cinta merekalah yang membuatku terus hidup…”
Fatur menoleh kearah yang ditunjukan Anna.Kedua anak-anaknya ada disana.Bergelut dengan canda dan tawa.Hanya saja mereka tidak tahu kalau hati ibunya kini sedang menangis.Fatur berharap bisa mengobati luka itu.Tapi tangannya tidak mampu menjangkau dalamnya hati Anna yang dilapisi dinding tebal.
“Baiklah…semua kesedihan ini harus diakhiri.Sekarang saatnya bersuka ria…”
Fatur menarik tangan Anna dan menggendongnya menuju kepantai.Anna berteriak kencang dan berusaha untuk melepaskan diri.Tapi Fatur tak akan membiarkannya terlarut dalam kesedihan lagi.Terus memeluknya erat tanpa berniat untuk melepaskannya.Membawanya ketengah laut dan baru melemparkannya keair.Sedangkan kedua anak Anna bukannya menolongnya tapi malahan menyurakinya.
Sesaat tubuh Anna tenggelam didasar air.Samar Anna melihat sesuatu dihadapannya.Sebuah bayangan.Dirinya berada didalam air.Melihat dasar laut yang sangat indah dengan batu karang dan ikan-ikan kecil yang mengelilingi tubuhnya.Ada seseorang mendekatinya.Semakin dekat wajahnya semakin terlihat jelas.Bayangan seorang laki-laki.Dia adalah Fatur.
“Om…ada yang harus kami katakana.Mama..mama tidak bisa berenang.”
Fatur merasa ada sebuah petir yang menyambar tubuhnya.Pantas saja tubuh Anna tidak terlihat lagi.Dia sama sekali tidak tahu kalau Anna tidak bisa berenang.Dan apa yang dilakukan Fatur barusan hampir membuatnya mati.
Laki-laki itu langsung menceburkan dirinya kedalam air dan mencari Anna yang hampir tidak bisa bernapas.Tubuhnya tenggelam hampir kedasar laut.Samar Anna melihat bayangan Fatur tidak jauh darinya.Laki-laki itu tidak segera membawanya keatas tapi malah memberinya isyarat untuk menggerakan tangan dan kakinya.
Anna benar-benar berada didalam situasi yang sangat menegangkan dalam hidupnya.Seperti berada didasar jurang yang sangat dalam dan berusaha untuk mencari akar yang bisa menarik tubuhnya.
Mungkin sebentar lagi nyawa Anna akan melayang sementara Fatur tidak juga menolongnya.Dia terus memberi isyarat agar Anna terus bergerak.Tanpa sadar Anna mulai mengikuti apa yang dilakukan Fatur.Menggerakan tangan dan kakinya sehingga tubuhnya mulai terangkat sedikit demi sedikit.
Fatur mengangkat jempolnya.Seakan memberikan semangat kepada Anna agar tidak berhenti.Sampai akhirnya Anna sampai kepermukaan Air dan menghirup udara segar dari hidungnya.Fatur memeluk tubuh Anna dan segera membawanya kebibir pantai.Anna memang sudah sangat lemas tapi dia baru saja melalui kejadian yang sangat luar biasa dalam hidupnya.Sesuatu yang membuat semangatnya tumbuh dan keluar dari jarring kesedihan yang hampir saja menenggelamkannya.
“Kenapa kamu tidak menolongku didalam air tadi…?”
Anna masih terengah-engah.Tapi rasa ingin tahunya tidak bisa ditahan.Anna sangat tahu kalau dia tidak bisa berenang.Semangat yang diberikan fatur tidak akan membuatnya bisa berenang dalam sekejap.Sepertinya dia sangat tahu kalau Anna bisa melakukannya.
Fatur hanya tersenyum sambil menyodorkan handuk kepada Anna.Anna mulai bosan dengan senyuman itu tapi tidak bisa membuatnya untuk berpaling.Terkadang Anna merasa sangat merindukannya.
“Aku hanya tidak percaya kalau kamu tidak bisa berenang…”
“Bagaimana kalau memang aku tidak bisa berenang? Selama ini aku selalu menjauhi laut bukan karena tidak ingin basah tapi karena alasan yang sangat jelas.”
“Aku rasa ada alasan lain…mungkin kamu takut teringat masalalumu.Aku mulai mengerti kalau sebenarnya masalalumu itu masih sangat jelas tersimpan dipikiranmu.Hanya saja kamu sendiri yang sudah menguncinya…”
Anna menatap Fatur lekat.Perkataannya seperti seorang dokter yang sangat jauh penyakit yang sedang dideritanya.Hanya saja Anna tidak merasakan alasan yang tepat kenapa harus mengunci memori pikirannya sendiri.
“Kamu salah…”
“Tidak…aku sangat benar.Sudahlah..hari sudah menjelang senja.Sebaiknya kita istirahat dulu divilla…nanti kita ketemu lagi saat makan malam.Ayo anak-anak…bawalah mamamu.Atau dia akan menceburkan dirinya kelaut lagi dan mengharapkan pertolonganku…”
Anna sedikit kesal dengan perkataan Fatur yang sudah merendahkannya.Tapi bukan saatnya untuk berdebat.Setidaknya apa yang dilakukan laki-laki itu ada benarnya.Sekarang Anna merasakan sebuah kekuatan yang lebih besar mengisi jiwanya.Sebuah kekuatan yang membuatnya lebih keras kerjuang untuk meraih impiannya.
Malam kian larut.Kedua anak Anna sudah tertidur karena kelelahan.Hanya saja Anna yang sama sekali tidak bisa memejamkan matanya.Bayangan ketika berada didasar laut mengganggu pikirannya.Bayangan fatur dan dirinya.Tapi Fatur kelihatan lebih muda meski senyuman itu masih tetap sama.
“Malam yang cerah khan?sayang untuk dilewati…”
Anna tersentak kaget mendengar suara fatur .Mengira dirinya hanya sendirian dan berharap sang rembulan yang menemaninya menghabiskan malam.
Fatur berdiri disana dengan tegap.Memandangi langit yang dipenuhi bintang-bintang.Wajahnya bercahaya dibawah rembulan yang bersinar terang.Anna merasakan dadanya berderup kencang.Membuat tubuhnya sedikit gemetar dengan langkah yang terseret.
“Ada apa ? bukanlah kamu kesini karena mencariku ?”
Anna menghentikan langkahnya.Kebiasaan Fatur muncul lagi.Terlalu percaya diri seakan Anna sangat tergila-gila padanya.
“Tunggu….”
Fatur meraih tangannya ketika Anna berniat untuk pergi.Saat itu Anna hanya membiarkannya tanpa merasa marah sedikitpun.Hanya ada debar jantung yang berdetak lebih cepat.
“Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini terbuang percuma.Aku selalu bermimpi berada dibawah rembulan yang bersinar terang bersama dengan seorang gadis yang sangat aku cintai.Aku rasa saat ini waktu yang tepat untuk mengungkapkan isi hatiku.Aku…walau sudah banyak yang terjadi tapi sejujurnya aku…aku rasa aku sudah jatuh cinta padamu..”
Anna terpaku tak bergeming.Angin laut berusaha menyadarkannya tapi Anna masih berdiri seperti patung.Tidak menyangka kata-kata itu keluar dari seorang laki-laki yang belum lama dikenalnya.Seorang laki-laki yang bukan suaminya.
“Aku…tidak secepat ini.Aku butuh waktu lebih banyak lagi…”
“Tidak apa-apa…aku akan selalu menunggumu.Aku sangat tahu apa yang sedang aku rasakan saat ini.Aku tidak bisa membohongi hatiku sendiri..aku benar-benar sudah jatuh cinta padamu.Aku harap kamu mau mempercayaiku…”
Anna mendesah dan berusaha melepaskan genggaman tangan Fatur.Tapi laki-laki itu malah semakin erat menggenggamnya.Menariknya kedalam pelukan dan merasakan detak jantungnya yang berdebar semakin cepat.Anna hanya diam saja dan tidak berusaha untuk meronta.Merasakan kehangatan menjalar keseluruh tubuhnya.Merasakan sebuah ciuman yang tiba-tiba sudah mendarat dibibirnya.Membuat Anna tersentak dan berusaha untuk sadar.Anna sudah melakukan sebuah kesalahan dan tidak mampu untuk memperlihatkan wajahnya.
Fatur hanya diam saja ketika bayangan Anna berlari meninggalkannya.Dia tidak tahu mengapa ciuman itu harus terjadi.Semua mengalir apa adanya.Laki-laki itu hanya menatap rembulan yang tidak melakukan apapun ketika hal itu terjadi.Apa yang dibayangkannya memang sudah menjadi nyata.Tapi ada yang dirisaukan Fatur.Anna tidak mengatakan apapun.Berharap masih bisa melihat wajah lembutnya esok pagi.
Tapi yang muncul hanya kebisuan.Disepanjang perjalanan pulang tidak sepatah katapun keluar dari mulut Anna.Wajahnya tanpa ekspresi meski kedua matanya sedikit bengkak.Semalaman Anna memang sudah menangis meski hanya dibawah bantal.Merasa berada dipersimpangan dan tidak tahu harus memilih jalan yang mana.Merasa menjadi pengkhianat yang paling kejam bagi kedua anak dan perkawinannya.Sementara ada bagian lain yang tumbuh semakin besar.Terus berkembang dan membuatnya sedikit takut.
Fatur langsung pergi begitu Anna dan anak-anaknya turun dari mobil.Sebenarnya dia ingin lebih lama lagi berada ditengah mereka.Tapi ada sesuatu yang terjadi dan Anna kelihatan belum siap menerimanya.Fatur hanya butuh waktu sedikit lagi dan tidak ingin kehilangan kebahagiaannya.Sedikit risau jika Anna berubah pikiran setelah ciuman itu.Namun Fatur sangat yakin semua akan berbeda jika mereka bertemu lagi.
Anak-anak sudah terlelap setelah kelelahan bermain.Anna sendiri tidak bisa memejamkan matanya.Apa yang sudah terjadi diantara dirinya dengan Fatur tidak bisa terhapus begitu saja.Hatinya menolak mengingat semua itu tapi sebagian merasakan sebuah kenikmatan.Anna tidak bisa berpaling begitu saja karena cepat atau lambat pasti akan terjadi.Fatur memang seorang laki-laki yang special.Kehadirannya tidak pernah terpikirkan sedikitpun oleh Anna.Selama ini Anna berusaha untuk tetap setia sementara hatinya semakin rapuh.Tidak salah karena mencintai laki-laki lain selain suaminya sendiri.Semua wanita juga merasakannya.Tapi Anna merasa ada yang salah dengan hal itu.Namun Anna masih berusaha untuk menutupi perasaannya.Sementara ada pertentangan didalam batinnya dan membuatnya berada dipinggir jurang yang siap melemparkannya kedasar yang paling dalam.
Malam semakin larut.Anna berdiri didepan fhoto keluarganya yang ada disudut ruang keluarga.Saat fhoto itu dibuat Anna belum menikah dan ayahnya masih kelihatan sehat.pigur seorang laki-laki yang paling gagah diantara wanita-wanita cantik.
Anna tersenyum.Kemudian mendesah panjang.Teringat ketika ekonomi keluarga mereka baru menanjak.Ada peristiwa yang tiba-tiba muncul didalam ingatannya.Seperti mata air ditengah padang yang tandus hanya saja yang keluar adalah airmata.Airmata ibunya.
“Ada apa Anna? Kenapa belum tidur?”
Anna berjingkat kaget.Sosok sang ibu sudah ada disampingnya.
“Tidak…tidak ada apa-apa mom.Aku hanya ingin mengambil air minum.Rasanya tengorokanku jadi sangat kering…”
Sang ibu hanya tersenyum tipis.Sifat Anna tidak pernah berubah bila sudah berada didepannya.Seperti anak remaja yang menyembunyikan kekasih dihadapan ibunya.Nyonya Anissa tidak pernah lupa saat itu.Tapi Anna tidak pernah mengingatnya sama sekali.
“Mom…aku ingat sesuatu.Waktu itu papi pernah melakukan kesalahan…sebelum Kirana lahir.Maafkan aku kalau mengungkitnya lagi.Tapi mungkin situasinya hampir sama seperti yang terjadi padaku.Maksudku…bagaimana bisa Mami memaafkan seseorang yang sudah berpaling kelain hati?”
Anna merasa tidak enak karena menanyakan sesuatu yang dulu pernah membuat hati ibunya sakit.Tapi Anna harus melakukannya.Sementara Nyonya Annisa bisa mengerti dengan keinginan putrinya itu.
Wanita setengah baya itu menyentuh ujung figur lembut.Menatap lekat gambar sosok suaminya yang pergi lebih dulu menghadap yang maha kuasa.Menyatukan beberapa kenangan yang dulu enggan diingatnya.Hanya saja kenangan itu kini akan berguna untuk putrinya sendiri.
“Apa yang bilang apa yang terjadi dengan kita akan terjadi pula dengan keturunan kita.Untuk itulah mami terus bertahan.Bukan karena takut hidup sendirian tapi untuk kamu.Mami tidak ingin kamu mengikuti jejak mami bila kami berpisah.Mami hanya yakin papimu akan kembali suatu saat nanti.Kamu ingat cerita selanjutnya…Papimu kembali, dan mami menerimanya dengan sejuta maaf.”
“Sayang…Anna tidak punya hati setegar mami.Mungkin Anna harus berhenti sekarang mom…”
Hati memang tidak bisa dipaksakan.Sekarang tidak bisa disamakan dengan jaman dulu.Sekarang banyak istri yang lebih mandiri tanpa mengandalkan suami.Mungkin itulah sebabnya mengapa wanita sekarang bisa memberontak bila disakiti oleh suaminya.Nyonya Anna juga tidak bisa menyuruh Anna untuk tetap bertahan.Karena dia sangat tahu bagaimana rasanya kesepian.
“Kalau kamu ingin tinggal lama disini, mami tidak akan melarang.Tapi luangkan sedikit waktu untuk melihat barang-barangmu ketika remaja.Semuanya ada digudang belakang.Mami tidak membuangnya karena suatu saat akan berguna untukmu…”
Nyonya Annisa mencium kening putrinya itu sebelum melangkah pergi.Anna sendiri masih berdiri tak bergeming ditempatnya semula.Mengingat perkataan maminya barusan.Barang-barangnya ketika masih remaja masih ada.Dulu Anna sangat takut melihatnya tapi juga tidak ingin membuangnya.Mungkin saja semua barang-barang itu akan membuat ingatannya kembali.Itulah hal yang paling ditakutkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar