Secret lover# bag keempat
Sebuah kecurigaan
Sebuah kecurigaan
Muncul dengan keangkuhannya
Tanpa memberi kesempatan
Menggilas setiap detik yang berlalu
Menggoda kekuatan hati
Membuatnya goyah
Mencampakannya kedalam kesunyian dan kesepian
Terkadang semua orang pasti pernah merasakan berada dititik puncak kegelisahan.Ketika semua yang dilakukan menjadi serba salah tanpa ada kesempatan untuk memperbaikinya.Berharap waktu akan mundur dan menghapus semua kesalahan itu tanpa jejak sedikitpun.
Anna merasa berada dititik nadir yang akan membuat jiwanya semakin hampa.Harus melakukan sesuatu sementara dia tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya semula.
Menggenggam erat vcd titipan sekertaris suaminya namun tangannya masih tetap gemetar.Bukan hanya vcd itu yang jadi persoalan melainkan kata-kata yang diucapkan Donna sekertaris suaminya itu tadi pagi.Reza memang sedang tidak ada dirumah.Kemarin sore dia berangkat keBandung untuk seminar.Mungkin dua hari lagi dia baru pulang dan Anna berharap sebelum hari ulang tahunnya tiba.
“Saya sudah memikirkan untuk memberikan vcd ini kepada ibu sejak seminggu yang lalu.Terasa sangat berat karena menyangkut perasaan seorang wanita.Tidak banyak yang harus saya katakan.Tapi perhatikan isi vcd ini baik-baik.Ada sesuatu…mungkin juga tidak.Semuanya tergantung ibu sendiri bagaimana menyikapinya.Saya harap semua akan baik-baik saja….”
Saat itu Anna tidak mengatakan apapun meski menerima vcd yang diberikan Donna.Tidak ingin kecurigaannya terbukti dan lebih berharap kalau pikiran buruknya selama ini salah.Namun Anna harus mengakhiri semua kegelisahan dihatinya.Memberanikan diri untuk melihat isi vcd itu meski dengan dada yang berdebar-debar.
Tidak ada yang salah dengan isi vcd itu.Hanya suasana seminar yang diikuti oleh staf kantor dimana suaminya bekerja.Tapi tidak ada Reza disana.Kemudian gambar berganti dan disanalah Anna menemukan kecurigaannya selama ini memang tidak salah.
Ada seorang wanita cantik disamping Reza.Mereka hanya berbicara tapi sikap wanita itu kelihatan sangat mesra.Bahkan Reza membiarkan saja ketika wanita itu memeluknya dan sebuah senyuman menghiasi sudut bibirnya.Tanpa penolakan…tanpa ingatan statusnya sebagai seorang suami dan ayah bagi anak-anaknya.
Anna hanya terdiam dan berusaha untuk menahan perasaannya.Seharusnya saat itu dia merasakan sebuah kemarahan yang luar biasa.Tidak ada seorang wanitapun yang kuat melihat suaminya bersama wanita lain.Mungkin saja Anna pingsan saat itu juga atau menghubungi suaminya kemudian memakinya sampai puas.Tapi Anna tidak melakukan apapun.Hanya seperti menelan pil pahit, terasa getir diujung lidahnya.
Ada sesuatu yang aneh pada diri Anna.Ketidakacuhan suaminya kini menular padanya.Perlakuan Reza yang tidak pernah melihatnya istimewa sebagai istri ataupun seorang ibu.Membuat Anna menjadi seorang wanita yang tidak berguna didepan suami atau siapapun.Semua itu membuat hati Anna membeku meski terkadang masih ada sedikit kekuatan untuk bisa bernapas.Anna tidak tahu mengapa bisa bertahan selama ini.Karena sedikit lagi napasnya akan terhenti dan jantungnya tidak akan berdetak lagi.
Tapi gambar itu tidak bisa membuktikan apapun.Masih ada sebuah keyakinan dan Reza takkan sanggup melakukan hal yang lebih buruk lagi dibelakang Anna.Kekuatan cinta mereka terlalu kuat.Bahkan godaan seberat apapun tidak akan mengoyahkan cinta mereka berdua.
“Mommy…..”
Suara itu mengagetkan Anna.Suara yang sangat dikenalnya.Putri kecilnya terjaga dan tidak menemukan Anna disampingnya.Cepat dimatikannya Vcd itu berharap Keysha tidak sempat melihatnya.Putrinya itu memang sedang melatih bicaranya.Terkadang sangat ketus dan sedikit mengesalkan.Tapi ingatannya sangat jelas dan tidak akan bisa merahasiakannya dari siapapun.
Untuk sementara Anna menyimpan Vcd itu tanpa sempat memikirkan kapan harus mengeluarkannya.Berharap akan lupa dan membuat benda itu menjadi debu.Tertiup angin dan menerbangkannya kenegeri antah berantah.
*****
Anna menghentikan mobilnya ketika merasa ada yang salah dengan bannya.Dan perkiraannya benar setelah melihat ban mobilnya itu kemps bahkan tidak ada sedikitpun angin yang tersisa didalamnya.Benar-benar kejadian yang mengesalkan apalagi Anna tidak membawa ban serepnya.Terakhir ini pikirannya memang sangat kacau dan tidak mengingat hal yang biasa dilakukannya.Sehingga menjadi orang yang tidak berdaya dan berharap ada seseorang yang mau membantunya.
Sebuah mobil jip berhenti ketika Anna melambaikan tangannya ditengah jalan.Hal itu terpaksa Anna lakukan setelah beberapa mobil tidak memperdulikannya dan berlalu tanpa menoleh sedikitpun.
Seorang laki-laki bertubuh tegap keluar dari mobil dan langsung mendekati Anna.Melangkah pasti tanpa beban sedikitpun karena Anna telah menyita waktunya.
“Ada yang aku bantu ?”
Laki-laki itu membuka kacamatanya dan membuat Anna sedikit nyaman.Dengan memakai kacamata hitam membuat laki-laki itu terlihat sedikit sangar.Tapi setelah melihat matanya Anna kelihatan lebih santai.
“Aku…aku sangat bodoh karena tidak membawa ban serep.Aku berharap kamu mau menolongku menariknya sampai kebengkel terdekat…”
Laki-laki itu menganggukkan kepalanya.Sepertinya dia memang berniat menolong Anna.
“Aku akan menariknya….bocornya sangat parah.Kapan terakhir kali kamu menggantinya…sepertinya ban luarnya sudah botak dan harus diganti dengan yang baru.”
Anna kelihatan salah tingkah.Dia baru sadar kalau ban mobilnya itu memang sudah botak.Parahnya Anna sama sekali lupa kapan menggantinya dengan yang baru.
“Aku..baru pulang dari luar kota jadi tidak sempat menggantinya.Bagaimana kalau kamu tarik saja mobil ini sekarang ?”
Laki-laki itu mendongak seperti tahu kalau Anna sedang berbohong.Tapi kemudian dia berdiri sambil tersenyum tipis.Senyuman yang sangat manis.Anna terhenyak melihatnya seperti pernah melihat senyuman itu.Tapi sama sekali tidak ingat tempat dan waktunya.
“Terima kasih….”
Tidak lama mereka sudah berada didalam bengkel.Tapi kelihatannya laki-laki itu tidak puas dengan hanya mendapatkan ucapan terimakasih dari Anna.
“Baiklah…mungkin ini bisa mengganti waktumu yang sudah terbuang .”
Anna mengeluarkan selembar uang seratus ribu dan menyodorkannya kepada laki-laki yang sudah menolongnya.Tapi wajahnya langsung berubah seakan tidak senang dengan perlakukan Anna.
“Waktuku tidak bisa dihargai dengan uang itu, terlalu sedikit .”
Anna kelihatan sangat terkejut mendengar ucapannya.Ternyata dia matre juga atau mungkin laki2 itu pemilik bengkel dan sengaja menebarkan paku dijalan sehingga membuat ban mobilnya bocor.Bisa saja Anna berkeras kalau tidak ingin menjadi perhatian orang.Beberapa pekerja sudah memperhatikannya dari pertamakali datang.Ada yang berbisik dan teman yang satunya mengangguk.Anna yakin mereka mengenalinya sebagai seorang penulis terkenal.
“Tenanglah…aku hanya ingin kamu mengganti waktuku yang sudah terbuang itu dengan segelas kopi.Tentu saja harus ada kamu yang menemaniku…setidaknya sambil menunggu ban mobil selesai dipasang .”
“Segelas kopi yach…bukankah masih terlalu pagi untuk minum kopi lagi.Atau kamu seorang maniak kopi ?”
Laki-laki itu hanya tersenyum tipis.Anna baru sadar umurnya mungkin hampir sama dengannya.Dia tidak begitu muda dengan raut wajah yang sedikit berwibawa.Anak-anak muda biasanya tidak lepas dari tawa dan banyak bicara.Tapi laki-laki itu bicara seadanya dan langsung keinti masalah.
“Kamu tahu sendiri bagaimana seorang maniak kopi…sebagai seorang penulis bukankah kopi seperti vitamin bagimu ?”
Anna sudah tahu kalau laki-laki itu pasti mengenalinya sebagai seorang penulis.Didalam bukunya Anna tidak pernah menuliskan tempat tinggalnya tapi wajhnya pasti gampang dikenal.Anna selalu melalui jalan yang sama terakhir ini.Kesekolah ataupun kekantor penerbitnya.Mungkin juga beberapakali ketaman kalau idenya sedang tumpul.
“Namaku Faturrahman…Fatur saja juga boleh .”
“Nama tidak begitu penting bagiku…lagipula kita hanya bertemu sekali dan mungkin saja tidak akan bertemu lagi.Lalu…untuk apa mengingat semua nama kalau kejadian hari ini akan terlupakan .”
Terdengar suara desahan napas yang terasa berat.Bukan dari Anna…tapi dari laki-laki yang baru saja ditemuinya.Dia menatap Anna lekat seperti ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.
“Aku ingin tahu…apakah benar bukumu itu berdasarkan kisah nyata?”
“Aku merasa ini seperti sebuah wawancara…kamu bukan dari media manapun khan?” Anna balik bertanya.Dia mulai merasa sudah dimanfaatkan dengan alasan secangkir kopi.
“Tidak…bukan begitu.Aku pernah membaca bukumu tentang “laki-laki dari masa lalu ”.Cerita itu begitu nyata…tapi apakah sosok laki-laki itu benar-benar ada didalam hidupmu.Apakah kenangan itu tidak pernah kembali lagi sampai sekarang ?”
Anna tidak menjawab pertanyaan laki-laki yang bernama Fatur itu.Dia memilih cepat menghabiskan kopinya dan berniat untuk segera pergi.
“Maafkan aku…apakah kamu tidak pernah berbagi kisahmu dengan seorang fans.Anggaplah aku ini salah satu dari fansmu..apakah tidak ada jawaban satupun dari semua keingintahuanku ?”
Anna mendongak.Mata laki-laki itu berbinar seakan mengharapkan sesuatu yang sangat besar.Anna seperti pernah melihat cahaya itu.Hanya sebuah bayangan kabur tapi seakan begitu sangat dikenalnya.
“Kalau memang kamu berpikir kalau novelku itu berdasarkan sebuah kisah nyata, berarti apa yang kuharapkan menjadi kenyataan.Aku hanya sedikit mempermainkan emosi setiap pembacanya.Lagipula semua orang tidak mungkin bisa mengingat setiap detik waktu yang pernah terlewatinya.Ada sebagian yang hilang…aku rasa itu bukan masalah besar .” ucap Anna sambil menghirup kopi terakhirnya.
“Terimakasih atas bantuanmu dan aku sudah membalasnya.Jadi aku tidak punya hutang apapun padamu…”
Bayangan Anna berlalu dan laki-laki bernama Fatur masih tidak bergeming dikursinya.Jawaban yang sangat datar.Tidak menyangka gadis didalam buku novel yang ditulisnya sangat berbeda dari aslinya.Gadis itu sangat rapuh dan selalu bersimbah airmata.Sementara penulisnya seorang wanita tegar dan sedikit ketus.Kepribadian yang bertolak belakang meski Fatur yakin kalau mereka adalah orang yang sama.
*****
Malam semakin larut dan dingin.Anna merapatkan jaketnya ketika hawa dingin berhasil menyergapnya.Reza belum pulang juga.Sudah tiga hari berlalu.Hanya beberapakali Anna mendengar suaranya dan menanyakan keadaan kedua putra mereka.Tanpa menanyakan keadaannya sedikitpun.Anna tidak ingin bicara banyak karena bisa saja akan menanyakan soal vcd yang diterimanya kemarin.Tentang seorang wanita cantik dan berharap gadis itu tidak bersama suaminya saat ini.
Tapi Anna tidak bisa menyembunyikan semua kecurigaannya.Angin malam membawa pikiran buruk itu dan siap untuk meracuninya sampai mati.Tanpa terasa sebutir airmata jatuh dipipinya.Terus mengalir seperti air bah dan siap menenggelamkannya kapanpun juga.Anna merasa berada diujung tebing jurang.Kesepian sampai tebing itu juga akan menguburnya hidup-hidup.
Suara dering telephone memecah kesunyian.Mengembalikan Anna kedunia nyata dengan penuh harapan.Bisa saja Reza menghubunginya untuk mengucapkan selamat tidur.Berkata kalau disana dia sangat kesepian dan berharap Anna berada disampingnya.Melalui dinginnya malam sambil memeluk tubuhnya erat.Sebuah senyuman menghiasi sudut bibir Anna.Mengalahkan airmata yang tiba-tiba saja mengering.
Tidak ada suara apapun.Hanya dengungan seperti ada seseorang diujung telephon.Anna menunggu beberapa saat namun tetap sunyi.Anna mulai berpikir kebiasaan Reza yang selalu menghubungi hp Anna dan bukan telephone rumah.Jadi orang diujung telephone juga bukan Reza.Anna cepat menutup gagang telephone.Mungkin ada yang salah sambung tapi Anna mendengar desah napas meski sangat pelan.Orang itu tengah mendengarkan sesuatu.Suara Anna.
Anna jadi ingin cepat kekamar tidur dan berbaring disamping putri kecilnya.Melupakan masalah yang semakin membuat dadanya sesak.Tentang telephone misterius yang membuat suasana hatinya semakin resah.Terdengar suara telephone yang kembali berdering diruang tengah.Anna tidak perduli.Menyembunyikan dirinya dibawah selimut dan memeluk putrinya erat-erat.Berharap malam akan segera cepat berakhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar