Entri Populer

Selasa, 30 November 2010

Sebuah inspirasi dari masa lalu

Selamat pagi menjelang siang...hari ini saya ingin menulis tentang sebuah inspirasi dari masa lalu.Sesuatu yang sangat kecil bahkan hampir tidak terlihat.Bagi sebagian orang mungkin tidak akan mengingat apapun yang pernah dilakukannya ketika kecil dulu.Tapi sebagian lain selalu mengingatnya bahkan sempat mampir dialam mimpi.Salah satunya adalah saya sendiri.Saya memang bukan seorang ahli tafsir mimpi atau seorang psikolog.Saya hanya seorang yang senang menyambungkan kejadian yang saya alami sekarang dengan masa lalu.Untuk saat ini saya ingin menceritakan bagaimana saat pertama saya senang menulis.Cerita ini bukanlah sebuah rekayasa ataupun ilusi.Sebuah kisah yang benar-benar saya alami sendiri.Beberapa teman lama yang sangat mengenal saya akan tahu kalau saya suka menulis atau membuat cerita dari kecil.1# Saat itu usia saya sepuluh tahun atau kelas lima SD kalau saya tidak salah ingat.Disekolah ada tugas untuk membuat drama.Waktu itu saya menjadi peran utama mungkin karena muka saya yang memelas(???).Kami berlima(yang saya ingat hanya imas dan syarifah) mencari cerita yang akan kami suguhkan didepan kelas.Kebetulan saya yang menulis cerita didalam sebuah buku.Saya tidak menulisnya sendiri tapi dari pemikiran teman yang lain.Ceritanya tentang bawang merah dan bawang putih.Saya menjadi bawang putih yang setahu kami waktu itu adalah orang yang baik.Cerita sudah disusun.Tapi ketika memeraninya saya tidak bisa menangis.Harusnya yang jadi peran utama adalah yang pintar berakting( makanya saya tidak bisa jadi pemain film).Akhirnya peran diganti dan tugas saya hanya sebagai figuran saja.Mungkin bagi kalian cerita itu biasa saja, tidak ada yang istimewa.Tapi entah mengapa saya selalu memimpikan setiap kata yang saya tulis diatas kertas.Sepertinya jari-jari saya sangat fasih menuliskan kata demi kata sehingga terangkai menjadi sebuah kalimat tanpa akhir.2# Kenangan yang kedua adalah ketika diSMP.Saya sudah mulai senang membaca komik( saat itu hanya ada dikoran poskota dibagian lembergarnya).Tapi ditempat saya sangat jarang yang membeli koran apalagi keluarga saya yang dari kalangan bawah.Saya meminjamnya dari warung sembako yang ada didekat rumah(Pemiliknya seorang ibu-ibu yang sekarang anaknya menjadi ipar-ipar dengan saya/ suami kami kakak adik).Saya selalu kesana setiap pagi untuk meminjam koran itu.Bukan untuk melihat beritanya tapi halaman komiknya.Menunggu cerita apa yang akan ada disana setiap harinya.Sampai akhirnya saya memutuskan untuk membuat cerita sendiri.3# waktu itu saya sudah ada tv dirumah.Membaca menjadi sesuatu yang jarang karena sudah banyak melihat dan mendengar.Acara favorite saya adalah "siunyil".Ketika bermainpun saya dan teman( namanya maryani) selalu memerani tokoh siunyil itu.Tentu saja saya yang mengatur jalan ceritanya.Sebenarnya masih banyak inspirasi yang ingin saya tuliskan dihalaman ini.Tapi terlalu panjang malahan membuat teman-teman menjadi bosan.Yang saya ingin ambil intinya adalah hal kecilpun  bisa menjadi ispirasi didalam hidup kita.Jangan selalu menoleh kehal yang besar tapi jadilah diri sendiri.Mungkin orang akan menganggap kita norak dan kampungan.Menyebut kita bodoh karena selalu banyak bertanya.Tapi yang saya tahu diatas langit masih ada langit.Diatasnya orang yang sudah pintar masih banyak yang lebih pintar.Diatas orang sukses masih ada yang lebih sukses lagi.Jadi sukseslah menjadi diri sendiri dan jadilah seorang yang rendah hati.Semoga apa yang kita cita-citakan akan berhasil dan Allah swt selalu melindungi kita.Amien

Tidak ada komentar:

Posting Komentar